
Akhirnya Dera menyetujui ide adik iparnya tersebut.
Fira yang sigap langsung berdiri dan mempersiapkan mobil untuk sang Nyonya dan adik iparnya.
“silahkan Nyonya dan Nona Lula” katanya sopan, saat Dera mendekat ke arah mobil. Dia sudah membukakan pintu belakang mobil.
Apa-apaan sih Fira
“aku duduk di depan saja” Dera membuka pintu mobil depan, dan langsung masuk. Sedangkan Lula sudah duduk di kursi belakang dengan asyik memainkan ponselnya.
Dera bergegeas mengitari mobil dan masuk duduk, duduk di belakang kemudi. Tanpa bicara sepatah kata pun lagi, dia mulai melajukan mobil menuju gerbang utama.
Keheningan tercipta di dalam mobil.
Fira hanya fokus mengemudi. Dera meliriknya beberapa kali. Tapi enggan untuk menyapa juga.
Sedikit kesal juga sebenarnya karena Fira bisa saja akan mengawasinya dan melaporkan apapun yang dia lakukan pada Kendra.
Kenapa dia dingin sekali. Apa dia gak pengen senyum atau apa gitu.
Fira yang terlihat sangat manis. Postur tingginya lebih tinggi dari Dera. Tapi jaraknya tidak terlalu berarti. Dari awal dia sudah terlihat menjaga jarak dari Dera.
Memposisikan dirinya pada tempatnya. Bahwa dia bukanlah tema, dia adalah bodyguard yang akan menjamin keamanan Dera sebagai Nyonya muda. Istri dari Kendra Alexander. Orang yang harus dia hormati dan dia jaga.
Tak terasa keheningan tercipta dan Lula yang masih sibuk dengan ponselnya.
Sampailah kita di sebuah mall perbelanjaan.
“kak, ayo turun” Lula dengan semangat
Fira yang sigap segera turun dan membukakan pintu untuk sang Nyonya dan adik ipar sang Tuan. Dera yang sudah turun dan berada disamping mobil.
“Fir, sebaiknya kamu menunggu disini”
“maaf Nyonya, seperti yang ditugaskan Pak Bos saya harus...”
“Hentikan! Ayo ikut masuk” Tidak membiarkan Fira menyelesaikan kalimatnya. Dera menarik tangan Fira dan Lula. Tidak lupa dia tersenyum untuk menutupi kejengkelan pada Fira.
Dera menarik nafas kesal, sekarang benar-benar yakin kenapa Fira menjadi bodyguard nya. Untuk apa dia sebenarnya berada di sisinya.
Kendra, memang siapa yang mau dicelakai? Apa kurang cukup dua bodyguard kemarin untuk menjaga ku. Sekarang ada Fira sebagai bodyguard pribadi.
Tidak perlu melakukan hal sejauh ini juga kali batin Dera
Mereka bertiga memasuki Mall di pusat kota.
“kak, ayo lihat-lihat disana” Lula menarik tangan Dera
“oke.. ayok La”
“Oh ya kak, gimana rasanya punya bodyguard? Enak gak? Kemana-mana di kawal hehe”
“apa? kamu mengejek kakak ya? Pengen banget kakak kabur tau” bisik Dera
“eitss jangan berani-berani sama Kak ken. Kalau Kak Dera kabur pasti akan dicari ke lubang semut pun hehe”
Dera mencubit kecil perut Lula
“awas ya Lula” jawab Dera.
Saat mereka masuk ke butik pakaian. Dera bertemu dengan Nino, teman SMA yang pernah bertemu di bioskop ketika Bersama Mira. Terjadi peristiwa memalukan karena Fira.
“loh, Dera. Ada disini juga” Nino yang hendak bersalaman dengan Dera dihentikan oleh Fira.
“maaf Tuan, anda tidak di izinkan menyentuh tangan Nyonya Muda”
Nino dan Alula hanya bisa melongo melihat sikap Fira, lebih-lebih Dera. Apalagi saat Fira mencegah tangan mereka untuk bersalaman. Dengan ekspresi wajah datar.
“Fira, ada apa denganmu. Dia bukan mau menyentuhku, kami hanya bersalaman. Jaga sikapmu Fira” Dera meradang dengan sikap Fira.
“Tapi Nyonya muda”
Dera menempelkan jarinya di bibir isyarat untuk diam, tahu Fira akan bicara apa.
Alula yang sedari tadi ingin tertawa melihat bodyguard Dera yang sangat overprotektif.
“Dia ko gitu sih Kak, mau salaman aja gak boleh, mentang-mentang bodyguard ya hehehe” Lula tertawa pelan
Nino yang melihat keanehan dari Dera dan Fira hanya bisa diam memperhatikan dan seolah kejadian tadi tidak ada.
“Nino, maafkan dia ya” Dera menunjuk Fira yang tengah berdiri dibelakangnya.
“Iya Der, gak apa-apa. kamu sama siapa nih” Nino yang melihat Lula dengan dress berwarna putih.
“ini kenalin Lula adik iparku dan ini Fira temanku” jawabnya
“Kapan nikah nih? Ko ga ada undangan yang mampir ke gue haha”
“ya sudah No. kami pergi dulu ya” Dera yang tak ingin memperjelaskan mengenai statusnya memilih untuk pergi.
Mereka memasuki satu butik ke butik lain.
Pandangannya tertuju pada dress berwarna hitam.
“Cantik ya La dressnya”
“Beli kak. Kakak kan pasti dikasih Kak Ken black card kan?”
“ah engga ah. Cuma lihat-lihat saja. Ayo kita makan saja”
Akhirnya mereka berjalan menuju lantai 4, ada banyak resto disana.
Dera dan Lula segera duduk di kursi yang kosong.
“duduklah, kamu pasti capek” Dera menepuk bangku kosong di sebelahnya.
“tidak apa-apa Nyonya saya berdiri saja”
“duduklah atau ku adukan pada Kendra kalau kau membantahku”
Ahaiii sudah pintar dan lihai sekali aku mengancam.
Terbukti! Fira yang awalnya berdiri langsung duduk di kursi yang tunjuk Dera.
Tak lama setelah itu salah satu pelayan resto menghampiri dan memberikan buku menu.
“silahkan Nona” ucapnya dengan sopan.
“kakak dan Fira pesan chicken steak saus enoki minumnya sama ya dek”
Pelayan resto segera mencatat pesanan kami dan melangkah pergi.
“oh ya kak, bukankah ini adalah waktu untuk magang? Mengapa kak Dera bisa dengan santainya di rumah?”
“Bagaimana kakak bisa masuk, sedangkan Mas Kendra melarangku untuk keluar rumah. Bahkan sampai di berikan bodyguard pribadi”
“nah ini Kak Fira kesibukannya apa? apa Cuma jadi bodyguard kakak?”
‘”siap, iya Nona”
“lalu dari siapa ko kak Fira bisa bekerja sama Kak Ken?”
“saya di kenalkan oleh Sekretaris Rey Nona”
“wah sikapnya hampir sama kayak Sekretaris Rey ya. Cuek, dingin gitu hehe” Lula yang memberikan kode pada Dera hanya bisa mengiyakan apa yang dikatakan Lula.
“jangan-jangan mereka saudara La hehe”
“Bukan Nyonya, Sekretaris Rey adalah kakak kelas saya ketika di perguruan tinggi”
“wahhh, kamu sudah lulus rupanya. Berarti kamu tau banyak tentang Sekretaris Rey dong” antusias Dera memuncak ingin sekali dia tahu sebuah rahasia milik Sekretaris dingin itu.
“maaf Nyonya saya tidak bisa menjawab apa-apa jika Nyonya menanyakan perihal sekretaris Rey”
Huhhh dasar menyebalkan. Rupanya dia sudah menyiapkan benteng yang tinggi untuk mencegahku masuk mengetahui semua rahasianya.
“Apa dia punya pacar Kak?” tanya Lula namun Fira hanya diam
“Dimana dia tinggal?” Fira pun diam
Dera yang dari tadi mendengarkan pertanyaan Lula tanpa sepatah jawaban dari Fira membuatnya geram.
“sudah lah Lula, gak bakal dia ngasih tau kita” ucap Dera pasrah
Pelayan resto datang tepat waktu lama, Dera yang rasanya sudah kepanasan dekat dengan Fira dan Lula pun demikian.
“ini Nona, pesanannya”
“alhamdulillah kak. Akhirnya…. terima kasih Kak” jawab Lula sembari menata pesanan untuk Dera dan Fira.
Akhirnya mereka menikmati segala hidangan yang dipesannya.
Hening.
Mereka sibuk dengan hidangan masing-masing.
Dan setelahnya, Dera memecah keheningan.
“Fira, boleh aku bertanya?”
“tanya apa Nyonya?”
Yes.. dia pasti mau menjawabku.
“apa yang Pak Kendra perintahkan padamu. Mengawasiku?”
“Pak Bos Kendra hanya meminta saya memastikan Anda beraktifitas seperti biasa dan pulang ke rumah pada waktunya”
“hanya itu? Apa dia juga memintamu untuk melaporkan semua hal yang ku lakukan?”
“tidak nona”seketika Dera langsung melirik tajam mata Fira.
“jangan bohong.. kau tidak akan melaporkan aku pada dia kan kalau aku bertemu dengan teman SMA ku?”
Dera memastikan lagi.
“jika Pak Bos bertanya, maka saya akan menyampaikan apa yang terjadi dan apa yang saya lihat”
“ah itu sama saja kau memata-mataiku” Dera kesal sendiri dan Lula hanya bisa menatap bingung dua wanita di depannya.
“jangan dikasih tau ke Kak Ken, dia bisa marah Kak Fira” tatapan Lula memohon pada Fira.
“maaf Nona, bukankah Nyonya akan menjawab juga kalau Pak Bos bertanya? Kalau jawaban saya tidak sama dengan jawaban Nyonya. Nyonya pasti tahukan apa yang akan terjadi pada saya”
“Ya ya.. oke baiklah. Sekarang bisa perjelas deskripsi pekerjaanmu? Kenapa Pak Kendra menyuruhmu jadi bodyguardku”
“Karena untuk menjamin keselamatan Nyonya”
“lagi-lagi keselamatan. Memang ada apa sih denganku. Aku akan tetap selamat kecuali takdir Tuhan berkata lain”
Fira dan Lula hanya bisa terdiam dengan jawaban Dera. Pasalnya mereka mengetahui bahwa Dera sedang dalam bahaya.
Dengan pikiran yang masih bertanya-tanya, Dera memutuskan untuk menyudahinya dan meminta untuk segera pulang. Begitupun juga diperjalanan Dera berkutat dengan rasa penasarannya.
Kenapa aku harus dijaga begitu ketat sih
Kenapa juga harus sampai ada bodyguard pribadi
Memangnya aku sedang dalam bahaya atau bagaimana?
Tak ada yang mau memberitahuku
Sebel
.
.
.
Jika kau mencintaiku, mengapa tak terus terang saja? jika kau menyayangiku, mengapa tak kau tunjukkan saja?
.
.
.
puji
.
.