PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
SOLUSI



Hello guys, jangan lupa mampir ke novel HELLO, DOSEN KUTUBKU ya.


Maaf tadi sempat salah lapak yang seharusnya UP nya di HELLO DOSEN KUTUBKU malah terkirimnya di PLEASE, LOVING ME. Maaf ya.


Tinggalkan jejak kalian dengan like, komen dan follow. Terima kasih. Enjoyyyy.


__________


PT PETRA CORP


Kini Kendra sedang berkutat dengan strategi yang nantinya akan menaikkan penjualan sahamnya. Dengan berbagai rekayasa dia mencoba setiap solusi yang ada. Dibantu dengan Sekretaris Rey dan Asisten Nisa mereka pun sibuk dengan berbagai cara.


“Bagaimana Pak Bos, bukankah ide saya yang tadi adalah ide keluar yang baik?” ucap Sekretaris Rey pada Kendra agar memutuskan segera.


Kendra nampak begitu menimbang solusi yang telah Sekretaris Rey berikan.


“Rey, apa kamu yakin keluarga Andreas akan mau membantuku? Dulu saja dia meminta bantuan padaku tapi aku menolaknya” ucap Kendra dengan mengingat kesalahannya pada keluarga Andreas.


“Ya dicoba dulu Pak Bos. Daripada nanti perusahaan colaps dan berdampak pada semua bisnis yang anda bangun” tutur Sekretaris Rey.


Kendra pun berusaha untuk menerima masukan Sekretaris Rey. Mau tak mau dia harus mengambil keputusan, dia tak bisa jika terus-terusan berkutat dengan keadaan ini. Jika akan dibiarkan bisa-bisa semua bisnis akan terkendala dan berdampak pada karyawannya.


Dia berusaha menarik napas dalam-dalam dan menormalkan egonya. Namun selang beberapa menit, sebuah bunyi ponselnya membuyarkan ketegangan yang ada. Terlihat nama bodyguard yang tertera. Kendra pun langsung menerima panggilan tersebut.


“Hallo, ada apa” tanyanya.


“Laporan untuk saat ini Nona Alula sedang berada di sebuah restoran bersama pria yang pernah makan malam dengan keluarga Tuan Alex. Mereka hanya berdua Pak bos” laporan dari bodyguard tersebut pun membuat dia memikirkan adiknya.


Apa memang Alula dan pria itu ada hubungan special? Tapi apa dia serius ya dengan adikku. Awas saja jika Alula hanya kau buat main-main.


“Lantas gimana Alula disana? Apa terlihat seperti orang pacaran? Atau bagaimana?” tanya Kendra memastikan.


“Tidak mesra namun terlihat sangat akrab Pak Bos” ucapnya. Lantas Kendra mematikan panggilan tersebut dan kembali fokus pada Sekretaris Rey dan Asisten Nisa.


Sekali lagi dia menarik napas dan menghembuskannya kasar.


“Oke Rey. Aku menerima usulanmu. Besok kita berkunjung ke perusahaan Andreas. Keputusan telah bulat, bahwa inilah satu-satunya jalan keluarnya. Kalian boleh bubar dan pulang” mendapat perintah dari Kendra membuat mereka saling membubarkan diri.


___________


Sekretaris Rey yang sudah berada di apartemennya kini sengaja menemui Mira yang berada di ruang tengah. Dia ingin memastikan bahwa kekasihnya itu baik-baik saja dan dia membawakan makanan yang telah dibelinya tadi di sebuah restoran.


Terlihat seorang perempuan tengah duduk dan memegang sebuah cemilan. Setelah Rey mendekat, Mira ternyata hanya terdiam dan melamun. Rey benar-benar tidak ingin melihat kekasihnya berubah menjadi pendiam dan pemurung setelah kejadian tadi siang.


“Ehem, sayang ayo makan yuk. Kamu pasti belum makan kan? Tuh aku belikan cumi goreng, burger ekstra daging dan saus” Rey membuka makanan yang telah dibeli. Sengaja dia menggoda Mira dengan tindakan-tindakan agar Mira napsu untuk makan. Akhirnya setelah dibujuk, Mira pun mengiyakan.


“Aku mau Rey. Kamu tadi beli berapa?” tanyanya.


“Beli dua sayang. Apa kamu mau juga ini?” tawarnya pada Mira yang sangat antusias.


Dengan lahap Mira pun memakan burger. Gigitan demi gigitan yang membuat Rey ingin tertawa karena lucu melihat gaya makan Mira yang seperti anak kecil. Belepotan sedikit lalu di lap, begitu terus.


“Iya Rey. Aku sangat lapar. Bahkan setelah kejadian tadi siang membuatku tak berselera makan apapun. Cemilan saja rasanya gak napsu makan”


Rey dan Mira pun fokus pada makanan masing-masing hingga akhirnya Mira mengutarakan apa yang menjadi pikirannya.


“Oh ya Rey, apa aku boleh resign dari pekerjaanku?”


“Resign?!” jawab Rey dengan mata terfokus pada tatapan Mira. Rey pun diam sejenak dan memasang wajah garang. Sedangkan Mira yang sudah menebak pasti Rey tidak akan setuju dengan keinginannya tersebut.


“Resign kamu bilang?” hening. “Haha, ya boleh lah sayang. Kenapa gak dari dulu saja. Kamu diam di apartemen saja pasti aku akan menjamin kehidupanmu”


Mendengar jawaban Rey membuat Mira spontan memeluk kekasihnya dan meletakkan burger yang tersisa sedikit.


“Terima kasih sayang. Terima kasih” ucap Mira yang tadinya menyangka bahwa Rey tidak akan menyetujui permintaannya.


_________________


Kepulangan Kendra yang sudah terlalu malam membuat Dera pun tertidur telah menunggu kedatangan suaminya. Dia yang sudah paham akan kebiasaan itu pun segera menuju kamar setelah disambut oleh para maid. Dia melenggang melewati ruang tamu lantas ke kamarnya.


Kini kamar yang berada di lantai satu pun mempermudah Dera selama di kehamilan yang sudah menginjak tujuh bulan.


“Istri cantikku sudah tidur. Perutnya pun sudah membesar. Gak terasa lusa sudah tepat 7 bulan kehamilanmu sayang. Sehat-sehat terus ya Kendra junior, jaga Mama mu selama Daddy kerja. Oke jagoan kecil!” Kendra mengajak bicara jabang bayinya dan mengusap perut Dera. Karena terlalu keras pun akhirnya Dera terbangun.


“Mas sudah pulang. Apa perlu ku siapkan air hangat untuk mandi?” tawar Dera pada suaminya.


“Ga usah sayang. Tidur saja. Aku bisa melakukannya sendiri. Oh ya mengenai lusa berhubungan dengan tujuh bulananmu, gimana? Maunya di rayain apa hanya syukuran saja?” tanya Kendra pada Dera yang kini mengambil air dari atas nakasnya.


“Kalau menurut Dera mending syukuran saja mas. Tapi kemarin Mama kan pernah minta katanya untuk tujuh bulanan mau di rayain di Televisi” tutur Dera.


“Kalau masalah itu nanti coba ku bicarakan pada Mama. Yang penting kamu dulu yang” ucap Kendra.


“Oh ya, tadi salah satu bodyguarku yang mengawasi Alula, ternyata dia dan pria itu sedang makan malam di restoran. Menurutmu apakah mereka menjalin sebuah ikatan yang? Aku hanya takut pria itu hanya mempermainkan Alula karena aku juga laki-laki yang sedikit banyak bisa menerjemahkan dirinya dari sikap dan sifatnya” Kendra Panjang lebar pun bercerita pada istrinya.


“Mas, kasih mereka berdua kebebasan dulu. Usia mereka pun masih terlalu muda. Tapi sepertinya memang Brian anak baik. Percaya saja mas, mereka juga tidak akan berbuat diluar batas ko” ucap Dera yang menurutnya memang benar.


“Begitu ya? Ya sudah, tapi untuk sementara biarkan bodyguardku selalu mengikuti mereka. Begitu gak apa-apa kan yang?” tutur Kendra.


“Ya mas. Percaya saja sama mereka”


“Baiklah kalau begitu. Ya biar aku timbang-timbang lagi. Sudah sana tidur lagi yang. Aku mau mandi karena badanku lengket sekali dan di kantor ada sedikit permasalahan” lantas Kendra melangkah ke kamar mandi.


...____________ ...


...Semoga di Ramadhan tahun ini,...


...Yang belum menikah segera menikah....


...Yang sudah menikah diberi keluarga Sakina mawadah warahmah....


...Amin Ya Rabb. ...