PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
MENEMUKANMU



Jangan lupa vote dan sarannya ya man-teman.


Karena saran dan masukan dari kalian itu penting banget.


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini


Terima kasih sudah membaca ceritaku.


Dan jangan lupa memberi bintang 5 ya🌟🌹


Happy reading.


Buah salak buah kedondong


Author sudah up, kalian yang vote dong


🤣❤️


Dera memberanikan diri untuk membuka pintu tersebut.


Dia pun sebenarnya masih marah, kecewa dan sedih tapi apalah daya keadaannya memang tidak memungkinkan jika dia akan mengelak pergi.


Dibukanya pintu perlahan. hawa dingin dan menakutkan menyelimuti dirinya setelah Kendra membalikkan badannya menghadap ke Dera.


“hai sayang”


Napas Dera langsung tercekat ketika mendengar suara tegas dan dingin itu. Aura intimidasi sangat kental dia rasakan.


Kendra menyeringai “Kau sudah lama disini sayang, sekarang saatnya kamu pulang” ucap Kendra yang berdiri dihadapannya.


"Kamu apa kabar?? bagaimana kondisi Kendra junior disini? apa dia rewel? apa dia merepotkanmu?" tanya Kendra pada Dera yang saat ini sedang mematung.


Hening.


Tidak ada jawaban.


“Baiklah kalau itu mau mu” Kendra mulai merasa kesal karena sekali dua kali Dera di ajak bicara namun tak didapatkan jawaban darinya.


Kendra lantas menggendong paksa Dera sedangkan bodyguard yang mendapat perintah dari Kendra segera membawa barang Dera yang ada dikamar tersebut.


“Aaaa, kau mau bawa aku kemana Mas. Stop turunkan aku. Aku tidak siap jika harus bersamamu yang bersampingan dengan masa lalu yang kini masih kau simpan” tubuhnya dalam gendongan Kendra karena dia kaget tak menyangka bahwa Kendra akan melakukan hal tersebut.


Kendra menggendong tubuh mungil itu ala bryde style. Kendra tersenyum tipis melihat wajah cantik istrinya yang dibasahi air mata.


Lalu Kendra segera masuk ke dalam mobil mewah milikya. Kendra pun memasangkan seatbelt untuk istrinya.


Di tengah perjalanan, Dera pun masih menangis dengan sikap Kendra yang tak bisa halus menangani sebuah permasalahan.


“Sudah lah sayang, jangan menangis. Aku hanya tak sabar melihat permasalahan kita yang tak kunjung selesai” ucap Kendra dengan mengemudi mobilnya.


“Kita akan kembali ke rumah. Ga di rumah Mama Papa lagi. Kita selesaikan semuanya hingga clear disana” tutur Kendra.


Dera hanya diam mendengarkan apa yang diucapkan Kendra. Karena dia takut jika Kendra akan bersikap kasar padanya lagi.


Kendra menatap sendu wajah istrinya yang semulanya wajah Kendra datar dan dingin langsung berubah seketika, ketika menatap wajah cantik istrinya.


“Maafkan aku. Maafkan aku. Maafkan aku yang telah membohongimu. Maafkan aku yang telah membuatmu bersedih. Tapi, inilah caraku untuk mempertahankamu. Maaf juga jika pada akhirnya kamu mengetahui diriku yang sesungguhnya jika menghadapi sebuah masalah. Aku tak ingin kamu pergi dariku. Aku tak ingin kamu pergi meninggalkanku. Cukup Lidia yang pergi dari ku dan mengkhianatiku” lirihnya pelan dengan memegang jari-jemari tangan Dera yang berada di sampingnya. Dan untuk pertama kalinya Kendra tampak lemah dihadapan seorang perempuan. Hanya dihadapan Dera. Kendra mempelihatkan sisi kerapuhannya.


“Aku sayang kamu sayang. Jangan menentangku, jadilah istri yang baik. Dan yang juga berusaha membantuku untuk melupakan segala masa lalu ku” ucapnya pelan.lalu dikecupnya dengan sayang kening istrinya. “Aku sayang kamu. Jangan pergi meninggalkanku”.


Dalam keheningan malam, hujan turun begitu deras. Seakan menjadi saksi bisu tangis kesedihan dua insan itu. Kemdra yang merasa bersalah. Dera juga yang merasa menyesal.


Pikirannya berkelana jauh. Kendra masih ingat betul bagaimana dahulu Lidia meninggalkannya demi pria lain.


30 menit pun berlalu.


Mobil yang dikendari Kendra telah memasuki gerbang nan besar itu.


Sesampainya di depan rumah, Kendra pun membukakan pintu mobil untuk istrinya. Para maid dan security pun menundukkan kepala hormat.


Wah, Nyonya Dera kembali.


Bagaimana reaksi Nyonya Dera jika mengetahui Nurul telah tiada?


Langkah Kendra langsung terhenti ketika mendengar bisikan-bisikan kecil darimaidnya.


Berbeda dengan Bi Tirna yang menyambut Kedra dengan menundukka. kepala namun denga. mata yang terus menghadap ke bawah.


Nak, orang yang membuat Pak Bos Kendra telah kembali.Maaf ya, Ibu gak bisa menghalangimu waktu itu. Perlu kamu tau, doa Ibu akan selalu bersamamu Nak.


Badan tegapnya langsung berbalik, menghadap kearah maidnya yang tengah menunduk takut padanya. Kendra melotot tajam.


Namun segera mungkin Dera menarik tangan suaminya, karena dia tau ada perubahan emosi yang sedang terjadi di sampingnya.


Mereka berdua menuju kamarnya.


Dera yang telah kembali ke rumah mewah itu merasa kehangatan karena berada di dekat Kendra dan kembali ke kamar ini.


“Sayang, kamu mau mandi lagi apa mau tidur?” tanya Kendra karena tadi kedatangannya sempat mengganggu tidur istrinya.


“Langsung tidur aja gak apa-apa ya mas. Aku sudah ngantuk. Hoam” Dera pun menguap karena memang dia sudah mengantuk dari tadi daan memaksanya untuk tetap terjaga.


Sebelum tidur, Kendra sengaja menggunakan moment ini untuk meminta maaf pada Dera.


“Maafkan aku. Maafkan aku telah melukaimu. Maaf telah mengecewakanmu. Maaf telah membohongimu. Tapi aku mohon padamu, jangan pergi. Jangan lari dariku. Jangan tinggalkan aku. Aku Cuma punya kamu. Bantu aku.


Tolong bantu aku keluar dari bayang-bayang masa laluku” ucap Kendra dengan memeluk pinggang Dera dengan posisi yang kini berhadapan.


Dera pun hanya diam mendengarkan segala segala penyesalah suaminya.


Tiba-tiba ponsel pun berbunyi.


Kringg.. kringg… Papa


“Halo Pa, assalamualaikum” ucap Kendra yang kini sudah bisa kembali sopan.


“Waalaikumsalam nak. Bagaimana Ken, apa menantu Papa sudah berhasil kau bawa pulang?” tanyanya.


“Sudah dong Pa. Ini Dera ada disamping Kendra mau tidur”


“Oh ya sudah. Kalau begitu Papa Mama tenang. Silahkan tidur” alex pun mempersilahkan untuk tidur.


……………………..


Pagi telah menjelang. Matahari telah terbit di ufuk timur. Burung-burung berkicau menyambut datangnya pagi. Perlahan kedua bola mata cantiknya terbuka, berusaha menyediakan cahaya yang berada dalam ruangan.


“Hoammm” ucapnya pelan ketika Dera berusaha bangun dari tidurnya. Disandarkan tubuh ke ranjang. Kedua bola matanya menatap sekelilingnya. Bukankah ini kamar Kendra? Tapi kenapa---?


Memori ingatannya tentang kejadian semalam langsung berputar begitu saja di otaknya.


Pintu kamar terbuka. Pandangannya langsung beralih


ke arah pintu kamar. Disana ada Kendra yang sudah rapi mengenakan jas dan setelannya.


Kendra berjalan mendekat kearahnya


“Sayang, sudah bangun. Sana gih mandi dulu” diusapnya dengan sayang puncak kepada istrinya.


“Aku pergi dulu ya”


Dera mencegah Kendra pergi “Mau kemana tumben pagi-pagi sudah pergi mas” ucap Dera yang mencoba berdamai dengan hatinya termasuk dengan masa lalu Kendra.


“Aku ada urusan dengan Mira” ucap Kendra singkat. Pikiran Dera melayang kemana-mana. Dia takut jika Mira akan menjadi sasaran Kendra.


“Mau apa? jangan apa-apakan dia” Dera spontan mengeluarkan jawabannya.


“Aku cuma mau berterima kasih sayang, karena sudah merawat dan memberikan tempat tinggal yang nyaman selama kamu pergi dari rumah. Aku juga ada meeting penting dengan client besar sayang. Doakan ya” jawab Kendra. Dan dibalas oleh anggukan oleh Dera.