
Kendra berusaha untuk membuat Dera kembali tersenyum. Sudah sejam lamanya Dera mendiamkan dirinya dan menganggap seolah dirinya tidak ada.
Bahkan Kendra sampai mengambil libur hari ini tidak ke kantor. Semua urusan diserahkan pada Sekretaris Rey dan Asisten Nisa.
Dengan alasan kalau dia ingin menemani istrinya yang sedang hamil muda. Berita ini justru membuat jiwa jomblo Sekretaris Rey dan Asisten Nisa merana mendengarnya.
“Kendra,, apa yang kamu lakukan!”pekik Dera saat suami menggendongnya dan berjalan menuju garasi.
Dera melihat beberapa pelayan sibuk meletakkan koper. Apakah mereka berdua akan bepergian?
Kendra mendudukkan Dera di jok belakang mobil. Kemudian dia sendiri duduk di samping Dera. Pak Yanto sudah siap di bangku pengemudinya. Setelah bagasi di tutup barulah Kendra memberikan perintahnya.
“Jalan Pak” ujar Kendra dan Pak Yanto melajukan mobil entah akan kemana.
Dera memegang kepalanya, merasa pusing dengan sikap Kendra yang berlebihan tadi.
“Sayang, kamu kenapa?” tanya Kendra panik melihat istrinya memegang kepalanya.
Dera lagi-lagi tampak bingung dengan sikap Kendra.
“Aku tidak apa-apa. Mas Kendra yang justru kenapa sih? Panik mulu dari tadi? Ini juga kita mau kemana? Aku lagi hamil muda mas, masih rawan kandungannya.
Kendra tersenyum mendapat pertanyaan bertubi-tubi dari sang istri.
“Iya sayang, aku tau itu. Kita akan bersenang-senang. Dulu setelah kita nikah kan gak sempat bulan madu. Ya kan?”
Jawaban Kendra tentu membuat Dera semakin penasaran dibuatnya. Namun dia tidak banyak bertanya dan menikmati perjaalanan yang mereka tempuh.
Sudah lama kiranya Dera tidak keluar-keluar dari rumah besar milik sang suami. Terakhir saat Kendra pergi ke kota T dan mengharuskan dia tinggal bersama mertuanya.
Dera membuka sedikit jendela mobilnya dan merasakan segarnya udara di luar.
Dia sangat merindukan suasana ini. Dia menjadi rindu sama sahabatnya, Mira. Apa kabar ya dia? Bagaimana dengan skripsinya? Lagi dekat dengan siapa ya itu bocah?
“Mas, bisakah kita bertemu dengan Mira, aku rindu sama mereka. Terus aku juga pengen ke rumah mas. Sudah hampir sebulan kita gak main kesana” ucap Dera dengan spontan.
Kendra mengoleh begitu mendengar apa yang dikatakan sang istri.
“Nanti aku akan mengajakmu bertemu dengan mereka semua sayang” jawab Kendra.
“Benarkah?” tanya Dera antusias.
Hallo malaikat kecil mama papa, hari ini kita jalan-jalan. Kamu senang bukan? Ucap Kendra mengelus perut istrinya.
Dera yang melihat perlakuan Kendra yang sangat manis, membuatnya semakin jatuh cinta pada suaminya.
Dera melihat mereka menuju ke area perkebunan. Rupanya Kendra membawanya ke sebuah Villa yang sangat besar. Sepertinya itu villa keluarga mas Kendra.
Beberapa pelayan tampak menyambut kedatangan mereka.
Dera begitu kagum dengan keindangan pemandangan di sana.
Keluarga Alexander memang memiliki kekayaan yang tidak tertandingi. Dengan kemewahan yang disajikan disana menunjukkan betapa besar kekayaan mereka.
“Selamat datang Tuan dan Nyonya Kendra, silahkan semua sudah dipersiapkan” sambut kepala pelayan disana.
Kendra menarik tangan sang istri dengan lembut dan mengajaknya memasuki villa mewah itu.
Kendra tampak senang melihat sang istri bisa tersenyum bahagia kembali.
“Apakah kamu ingin makan siang terlebih dahulu?” tanya Kendra.
“Iya mas, mau. Semenjak dari rumah perut ku hanya di isi roti dan susu saja. Anakmu juga lapar mas” jawab Dera dengan mengelus perutnya.
Dengan telaten Kendra akhirnya menyuapi istrinya.
Semenjak Dera hamil Kendra bersikap sangat manis, itu lah yang membuat Dera merasa istimewa sekarang.
“Yuk lagi, suapan terakhir dan saatnya minum susu bumilku” ucap Kendra dengan menyodorkan sendok.
Dera menuruti apa kata Kendra.
“Oke, sudah selesai. sekarang bagaimana jika kita jalan-jalan saja mas?” ajak Dera.
“Siap,, aku akan mengajakmu berkeliling perkebunan”
Kendra meminta salah satu pelayan untuk menyiapkan kuda yang akan dikendarainya nanti.
“Seekor kuda? Aku sedang hamil mas, gak mungkin naik kuda” Dera cukup terkejut melihat seekor kuda yang telah dipersiapkan untuk membawa mereka berkeliling.
“Oh ya de, maaf. Kita naik mobil golf saja ya, lebih aman” jawab Kendra.
Akhirnya mobil golf yang diminta Kendra telah di siapkan. Mobil warna hitam yang mungil dan mampu dinaiki oleh 4 orang yang siap mengantarkan Dera dan Kendra kemana saja. Ada pengemudi untuk menemani mereka berkeliling.
“Apakah Nyonya Kendra sudah siap?” tanya Kendra dengan lembut tepat di telinga Dera.
Perbuatan kendra itu membuat sekujur tubuh Dera merespon dengan cepat. Bagaiamana bisa suaminya ini menggodanya di saat seperti ini.
Kendra tau apa yang dilakukannya membuat sang istri menjadi tergoda. Dia melihat perubahan yang ditunjukkan oleh Dera yang tiba-tiba menjadi canggung.
Pengemudi melajukan mobilnya secara perlahan, begitu pula Kendra yang perlahan memeluk sang istri sepuasnya. Dan sesekali mencuri-curi ciuman dari samping sang istri.
“Mas, aku malu. Bisakah kamu melakukan nanti saja?” ujar Dera sambil mencubit lengan suaminya dengan gemas karena tingkah suaminya yang seperti anak kecil saja.
Bagaimanapun juga ada Mang Bayan yang bisa melihat perbuatan mereka dari spion kecil di hadapannya.
“Sayang, anggap saja ini masa bulan madu kita, masak aku tidak boleh bersikap manja pada istriku? Lagipula aku tidak pernah bisa benar-benar libur dari urusan kantor.
Aku ingin menikmati saat-saat indah ini bersamamu sayang” rajuk Kendra dengan nada memelas.
Dera menghela napas Panjang “Ya, tapi jangan berlebihan saat bertemu orang mas”
“Oke kalau begitu coba ku tanya dulu pada mang Bayan apa dia melihat kita dari spion?”
“Mang Bayan, apa kau lihat apa yang kami lakukan disini?” tanya Kendra pada Mang Bayan.
“Tidak Pak Bos, saya tidak lihat apapun dari spion” ujarnya.
“Tuh kan, Mang Bayan gak lihat apa-apa sayang”
Dera hanya menghembuskan napas kasar. Dia hanya bisa mengalah.
Mereka berdua tampak bahagia menikmati udara segar di area perkebunan.
Mereka juga membalas sapaan beberapa pegawai yang lewat. Dera senang melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah suaminya.
.
.
.
Author: maaf ya up ya agak lama..soalnya lagi kurang enak badan 😌