PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
EPISODE #10



Seminggu berlalu, dan ini adalah hari dimana keluarga ku dan keluarga calon suami ku datang.


“Duh, apa yang harus aku lakukan Mir, aku pengen kabur rasanya” ucap Dera pada Mira yang sebenarnya dia sendiri tidak siap untuk menikah, apalagi karena perjodohan


“Eee jangan ngadi-ngadi deh Der. Udah cantik begini ko mau kabur, berdoa aja semoga nanti yang dijodohkan bukan laki-laki kumisan, berambut putih dan gendut wkwk hiks wkwk hiks wkwk” ejek Mira dengan candaan khasnya.


“Aku benar-benar gak siap dengan perjodohan ini, jika nanti yang di bilang Mira benar bagaimana? Jodohku laki-laki berambut putih, kumisan apalagi gendut.. ahhhh gak mauuuu” Ucapnya dalam hati sambil memecamkan mata


Tak selang beberapa menit Bu Lestari, Ibu Dera datang.


“Bagaimana nak? Sudah siap apa belum nih?” tanya nya sambil mengelus pipi sang putri


“Dera gak siap mah, beneran” jawanya dengan wajah lesu


…………………………….


Rumah Ken


“Pak Bos, ayo bangun. Big Bos dan Nyonya sudah bersiap mau ke rumah calon besan Pak Bos” Sekretaris Rey berusaha membangunkan Ken


“Ya Allah, masih jam 9 begini udah siap-siap aja sih” Ken masih berusaha membuka matanya yang masih mengantuk


Ken segera mandi dan memakai jas yang dipersiapkan Mama nya tadi pagi.


“Ayo nak, cepat. Nanti keluarga Feri menunggu terlalu lama, gak enak kitanya” ujar Mama Ken yang terus mengetuk pintu kamar anaknya.


Kendra keluar kamar dan berjalan menuju ruang tengah, disana sudah ada Lula dan Mama yang dandan cantik serta Papa yang tampil dengan rambut yang telah disemir hitam dan jas andalannya.


Kali ini mereka menggunakan tiga mobil.


Mobil yang depan untuk mengawal kelancaran di jalan raya, mobil kedua dikendarai keluarga Alexander dan mobil ketiga ada bodyguard dan juga sekretaris Rey.


Perjalanan memakan waktu satu jam. Sampailah mereka di gerbang berwarna putih yang bertuliskan “Sugeng Rawuh” yang artinya selamat datang. Itu adalah gerbang milik keluarga Dera karena berasal dari suku Jawa.


………………………………..


Dari dalam kamar terdengar rentetan suara mobil memasuki gerbang rumah Dera


“Sepertinya keluarga calon besan sudah dateng tante” ucap Mira dengan mengintip dari kamar Dera


“Iya nak, ayo segera turun. Di lap dulu air matanya Dera, di touch up lagi ya” pesan Ibu sambil melangkah keluar menyambut calon menantu dan besannya


Mira segera merapikan make up Dera dan menuju lantai bawah. Untuk perjodohan ini memang tidak main-main karena orang tua sudah saling kenal dan juga restu sudah mereka dapat.


“Silahkan masuk Mbak Ayu dan keluarga” sambut bu Lestari


“iya Mbak, ayo Pah, Kendra, Lula masuk” ajak Mama Kendra.


Di lantai dua sedang ada Dera dan Mira yang menuju lantai bawah.


Deg deg deg… detak jantung Dera seakan-akan berontak, melihat pria yang berdiri di depan pintu Bersama deretan Ibu, Ayahnya.


“Kamu!” teriak Dera dan Kendra berbarengan.


Semua melihat ke arah Dera dan Kendra bergantian. Tak menyangka juga dua keluarga ini akan menjadi besan.


“Der, itu yang akan di jodohin ke kamu? Bukannya itu..” belum juga Mira melanjutkan omongannya Dera sudah mencubit tangan Mira


“Stop!!” seketika Dera langsung menghentikan ucapan Mira


Astaga, apa lagi ini Ya Allah, rencana yang tak pernah ku duga sekalipun. Laki-laki yang akan dijodohkan kepada ku apakah Pria ini? Dan perempuan di sampinnya adalah Lula, perempuan yang ku kenal beberapa terakhir hari ini.


“Kak Dera, Kak Mira” teriak lula sambil berlari ingin memeluk mereka seketika ditahan oleh Mamanya


"hust, ga sopan ah anak mamah gitu" jawab Mama


“Loh Lula” jawab Dera dan Mira bersamaan. Mereka berdua saling bertatapan dan sama sekali tak menyangka bahwa Lula adalah adik Kendra


Semua seperti rencana Allah yang sangat indah, ada pertemuan, perjodohan lalu…. Pernikahan.


“Bu, apa ini yang akan dijodohkan pada Dera?" Bisiknya pada ibu


“Iya nak, ini orangnya. Ganteng kan hehe” canda Bu lestari pada Dera


Ayah mempersilahkan keluarga Alexander untuk duduk. Mereka tak menyangka apa yang menjadi celetuknya sejak muda akhirnya terwujud.


“gak sia-sia ya Mas, dulu kita pas kuliah bilang pengen jodohin anak kita akhirnya terwujud” canda Ayah dan Papa Ken


Sebenarnya Ken pun masih tak menyangka, "ternyata perempuan yang akan di jodohkan dengannya adalah perempuan yang pertama kali ketemu tapi udah marah-marah, perempuan jutek dan galak. Ah akan jadi apa keluarga kecilku nanti" batin Kendra


“Jadi begini nak, kedatangan keluarga kami kesini untuk menodohkan Kendra dengan Dera. Apa Dera mau menerima Kendra sebagai suami?” tanya Papa Ken yang seketika membuat mata Ken dan Dera terbelalak.


“Apa??? Perjodohan? Aku dengan dia?” Ken menunjukkan sikap tak sukanya dan berdiri dari tempat duduknya.


“iya nak, kamu yang sopan dong dirumah orang ini. Duduk” perintah Papa Ken


Lula dan Mira hanya mampu tertawa melihat tingkah calon suami istri ini. Bagaimana tidak? Mereka mampu berteriak bersamaan, sangat menggemaskan.


“Kak Kendra, Kak Dera kalian ko sweet sih, baru juga ketemu lagi. Udah kompak aja nih teriaknya” Lula akhirnya tak bisa menawan tawanya lagi, ketika melihat Kendra dan Dara menajamkan mata ke arahnya seketika Lula langsung menutup muka dengan tangan.


Bu Lestari dan Mama Ayu pun saling bertatapan Bahagia karena mereka akan jadi besan. Karena sebelumnya memang Lestari dan Ayu adalah tetangga saat masih muda dulu, tinggal di komplek perumahan yang sama. Jadi Lestari ataupun Ayu sudah mengetahui seluk beluk keluarga satu sama lain.


“mengenai pernikahan mereka, enaknya kapan nih mas? Gak baik juga kalau harus menunggu lama, ya to” jawab Alexander yang ingin mempercepat pernikahan anaknya


“lebih cepat lebih baik. Mungkin 3 minggu lagi, kebetulan kan ini Dera mau praktik magang jugaa, takutnya kepincut sama pria lain hehe” ujar Feri yang mencoba mencairkan suasana


“Ayah, ko cepat sekali. Tiga minggu lagi yah” sahut Dera dengan sedih


“Bagaimana ayah bisa menjodohkanku dengan laki-laki es kutub ini” gerutu Dera dalam hati, dia adalah laki-laki yang dianggap seperti es, galak apalagi penyayang. Sama sekali bukan tipe Dera.


Kendra hanya manggut-manggut saja, karena dia pikir walaupun ada perjodohan ini cintanya akan tetap untuk Lidia. Sesekali dia juga memandang Dera, tak dipungkiri memang dia adalah perempuan yang cantik dan anggun.


“Lihatlah anak kita Pah, dia dari tadi curi curi pandang melirik ke arah calon istrinya itu” Ayu dan Alex pun tersenyum dan menggelayut ditangan suaminya. Dia seakan gemas dengan tingkah anak laki-lakinya itu.


………………………………..


Apartemen Lidia


Hari ini Lidia mengetahui bahwa Kendra sedang melaksanakan perjodohan dari keluarganya. Lidia yang mengetahui hanya bisa menggerutu kesal.


“Sial, hari ini Kendra di jodohkan sama keluarganya itu. Mereka benar-benar tak mengganggap ku ada. Awas ya kmu keluarga Alexander” amarah Lidia memuncak dan dia menggunting foto dari keluarga alexander.


Lidia sebenarnya masih dendam dengan keluarga Alexander karena perusahaan Papa Lidia bangkrut akibat kelakuan dari Papa Kendra.


………………………………….


Di luar rumah Dera


“Bos, pantauan dari kami bahwa Lidia masih di dalam apartemennya, tadi ada satu laki-laki yang masuk namun tak lama kemudian dia pergi” ucap laki-laki di sebrang sana dengan ponsel genggamnya.


Laki-laki itu masih mengawasi gerak-gerik Lidia. Takutnya nanti dia berbuat nekat dan mencelakai Dera.


.


.


.


.


.


Jika memang pernikahan ini adalah jalanku untuk mebahagiakan orang tuaku, maka akan aku lakukan. Tapi jangan harap secuil cintapun untukm tak kan ku berikan. Hati ku sudah sepenuhnya untuk Lidia- Kendra Alexander


.


.


‘puji’


.


.


Hallo Readers♥️♥️


ada pantun nihh


satu di tambah satu sama dengan dua


Kakak baik hati, siapa yang punya 😅


jangan lupa like, coment dan vota ya temen-temen