PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
episode #56



Kamu pikir aku akan berdiam diri saja melihatmu semakin mendekati milikku.


Dera adalah milikku. Dan aku tidak suka berbagi dengan siapapun.


“Eh lihat, bukankah itu pimpinan Petra Corp? ujar salah seorang wartawan.


Beberapa wartawan lain yang sedang mewawancarai Dera pun menoleh ke arah datangnya suara.


“Wah, kita harus meliputnya”


“Iya, dia orang yang sangat penting”


“Ini akan jadi trending. Bukankah dia sulit ditemui dan diwawancarai”


“Eh, lihat. Dia jalan ke arah kita”


“Apa dia ingin bertemu Nona Dera? Yang sedang dekat dengan Tuan Bagas?”


“Wah, ayo siap-siap mendapatkan gambar yang bagus dari mereka”


“Ini akan jadi berita yang menghebohkan”


Dera menjadi penasaran dengan apa yang sedang dibahas oleh para wartawan tersebut.


Semua berpaling ke sisi kanannya. Dera mencoba melihat siapa yang sedang datang menghampirinya.


Kilatan lampu Blitz semakin sering muncul.


Siapakah gerangan yang membuat para wartawan ini menjadi seheboh itu.


Dera tidak menyangka Kendra datang menghampirinya.


Dia tersenyum dan semakin membuatnya tampak tampan dengan balutan jas hitamnya.


Dia memang benar-benar membuat orang terpesona. ucap Dera lirih.


Untung saja Rey membawa jas cadangan di mobil.


Jadi aku gak malu-maluin. Batin Kendra.


“Sayang…” Kendra mengulurkan tangannya pada Dera.


Dan Dera menerima uluran tangan tersebut.


Namun Tindakan Kendra tidak berhenti sampai situ saja. Dia menarik tangan Dera dan juga mencium keningnya.


Para wartawan dibuat terkejut oleh sikap pimpinan tertinggi di Petra Corp.


Pasalnya belum pernah terdengar sedikitpun berita bahwa laki-laki yang menjadi incaran para wanita sosialita ini memiliki hubungan baru setelah putus dengan Lidia.


Lalu sekarang apa yang ditampilkannya dihadapan para awak media membuat tercengang.


Kilatan lampu Blitz semakin banyak.


Mereka berlomba-lomba mendapatkan gambar yang bagus dari adegan yang dilakukan oleh Kendra dan juga Dera.


“Sayang, ayo pulang. Sudah larut malam” kendra mengelus punggung Dera.


“Ya sayang, ayo” jawab Dera sambil tersenyum manis.


Senyuman yang selalu membuat Kendra merasa gila.


Dan semakin membuat Kendra jatuh cinta padanya.


Tindakan Kendra tidak berhenti sampai disitu saja.


Dia juga memeluk pinggang Dera dengan erat dan membuat awak media ternganga melihatnya.


Mereka berebut mendapatkan gambar yang paling bagus untuk bahan berita utamanya.


Dera tidak menyangka bahwa Kendra akan menunjukkan begitu saja hubungan mereka.


Karena sebelumnya mereka tidak mau mengumbar keemesraan di depan para awak media.


Kini Kendra justru terkesan ingin menegaskan siapa Dera untuknya.


“Tuan Kendra apakah hubungan anda dengan Nona Dera?”


“Apakah kalian berdua memiliki hubungan khusus?”


“Apakah kalian berdua sedang menjalin hubungan seperti pacaran?”


berbagai pertanyaan pun muncul bertubi-tubi sehingga keduanya tidak bisa menjawabnya satu pun.


Bagas tampak menahan diri melihat kedatangan Kendra di sisi Dera dan membuat mereka kini menjadi pusat perhatian.


“Tuan Kendra, mohon klarifikasi masalah ini kepada kami semua” ujar salah satu wartawan. Dan wartawan yang lainpun ikut serta mendukung ucapan salah satu temannya tersebut.


“Baiklah, tapi tolong jangan mendorong istri saya” ucapan Kendra sontak membuat para awak media kembali tercengang.


ISTRI?????


“Ya, Dera Ananda adalah istri saya. Kami menikah sudah beberapa bulan lalu” ucap Kendra.


Dera yang berada dalam pelukan Kendra pun hanya bisa terdiam.


Dia tidak ingin berbicara apa-apa. Biar Kendra saja yang mengkonfirmasi semuanya.


Bagas seketika pergi meninggalkan tempat itu. Begitu mendengar apa yang diucapkan Kendra di hadapan para awak media.


……………..


Kendra merasa bahagia bisa memegang jari-jemari Dera yang terasa hangat.


Hanya dengan menggenggam jemarinya saja sudah menyalurkan perasaan hangat ke dalam diri Kendra.


Sesuatu yang telah lama hilang dari hidupnya. Dia menoleh ke arah Dera dan tersenyum.


Dera yang melihatnya menjadi ikut tersenyum.


“Kamu ini kenapa?” tanya Dera merasa aneh dengan sikap tidak biasa Kendra.


“Kamu cantik sekali malam ini, sayang” ujar Kendra dengan tatapan penuh cinta membuat Dera semakin merah merona.


“Aku bisa terbang karenanya, kalau akau jatuh nanti bagaimana?”


“Aku akan menangkapmu, mendekapmu erat dan tidak melepaskanmu” sahut Kendra membuat Dera tersenyum mendengarnya.


“Ichh, jawaban apa itu” Dera merasa geli dengan jawaban yang diberikan suaminya tersebut.


Kendra mendekap tubuh Dera erat.


“Kendra” Dera meras tidak enak karena mereka kini berada di dalam mobil milik Kendra.


Dan ada Pak Yanto yang sedang Bersama mereka. Meskipun sopir itu diam saja tidak merespon apa yang sedang mereka berdua lakukan.


“Kenapa?”


“Tau tempat dong mas” ujar Dera seperti berbisik.


“Hah, apa?” Kendra mendekatkan dirinya agar semakin dekat mendengar ucapan Dera.


“Ada orang lain disini” bisik Dera sampai mencubit pelan perut Kendra namun sudah direspon sedemikian sakit oleh kendra.


Seolah-olah Dera memukulnya dengan keras.


“Jangan manja deh” gerutu Dera dengan sikap Kendra yang begitu manja.


Namun Kendra malammempererat pelukannya. Dia bahkan menempelkan pipi kanannya di pipi kiri milik Dera.


“Kamu selalu bikin gemes”


Dera semakin merona mendengar rayuan Kendra.


Dia merasa dirinya seperti remaja usia tujuh belas tahun saja. Mendengar rayuan Kendra membuatnya berbunga-bunga tidak karuan.


Kendra membawa Dera pulang kerumah.


“Tutup mata kamu dulu ya sayang” ujar Kendra sebelum masuk ke dalam kamarnya.


Dera menuruti apa yang dikatakan oleh Kendra.


Setelah Kendra membawanya masuk. Dera diminta untuk membuka matanya.


Dan betapa terkejutnya. Dia melihat banyak sekali bunga mawar merah da yang lebih membuat Dera tertarik adalah tumukan kado dari yang besar sampai kecil. Dan beberapa balon yang bertuliskan “Happy Birthday My Heart"


Dera tidak percaya bahwa Kendra tahu kalau dirinya berulang tahun hari ini. Bahkan Dera sendiri tidak ingat bahwa dirinya hari ini berulang tahun.


Dera menatap Kendra dengan mata berkaca-kaca.


Dia terlalu Bahagia sehingga tidak harus berkata apa.


Kendra memeluk tubuh Dera dengan lembut.


Dia merasakan bahwa Dera menangis dalam pelukannya.


Kendra mengelus punggung Dera dengan lembut.


“Kamu bersamaku dan memiliki diriku sekarang.


Aku berjanji akan selalu bersamamu apapun yang terjadi padamu” janji kendra dan Dera hanya mengangguk perlahan di bahu Kendra.


Kendra mencium kening Dera cukup lama.


Dia seperti menyalurkan energi positifnya untuk Dera.


Dan Dera membiarkan saja Kendra melakukan hal itu padanya.


Kendra yang telah menyiapkan makan malam spesial di balkon kamarnya, lantas mengajak Dera kesana.


“Kenapa aku merasa kita seperti pengantin baru saja ya” celetuk Dera sambil melihat ke sekelilingnya.


Kendra hanya tersenyum karena dia sendiri bukan penggagas dari ini semua.


Semuanya sudah diatur oeh Alula dan Sekretaris Rey.


Meskipun mereka jomblo akut namun seleranya begitu bagus dan tampak romantis juga.


Dera hanya tertawa mendengar ucapan Kendra bahwa semua adalah ide dari Alula dan Rey.


Kini mereka sedang duduk santai dan minum segelas sampanye.


“Jadi Alula dan Sekretaris Rey bisa menyiapkan sedemikian romantisnya. Harusnya aku berterima kasih kepada mereka juga”


Cup


Sebuah kecupan di bibir Dera membuatnya bungkam. Kendra tampak cemberut dengan perkataan sang istri.