PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
episode #51



“Hahaha, kenapa ditutup? Aku sudah melihat semuanya” jawab Kendra sambil menyentil kening Dera.


Aduh.


“Aku malu dan risih. Jangan melihatku terus” balas Dera malu-malu.


“Kamu harus terbiasa. Aku kan suamimu” ucap Kendra dengan menggenngam tangan Dera.


Setelah makan, seperti biasa Dera mengambilkan Kendra air minum.


“Ayo naik ke atas!” ajak Kendra setelah melihat Dera selesai makan.


“Ngapain” tanya Dera panik.


“Sudah ikut saja” ajak Kendra menarik tangan Dera mengajaknya ke kamar atas.


Dera dan Kendra masuk ke dalam kamar dan Kendra mengunci pintunya.


Dera semakin takut mleihat kendra mengunci pintunya.


Kendra mendekati Dera dan memegang ujung pakaiannya.


“Mas Kendra, mau apa?” tanya Dera panik.


“Tentu saja melanjutkan yang tadi belum terselesaikan” jawab Kendra santai.


Jantung Dera berdebar-debar, Kendra tersenyum misterius saat melihat Dera yang ketakutan.


Kendra melepas kemeja dan celananya. Kini Kendra hanya memakai boxer di tubuhnya.


“Mas, aku enggak siap untuk ini” ucap Dera pda Kendra memasang wajah melas memohon.


“Aku hanya ingin mengajakmu mandi Bersama. Ayo lepas semua pakaianmu” ajak Kendra pada Dera.


Karena Dera tidak segera melepas pakaiannya, kendra pun membantu melepaskan pakaian Dera.


Dera melihat junior kendra menonjol dari balik boxernya.


“Mas, jangan” ucap Dera malu. Kendra pun segera mengangkat tubuh Dera ke kamar mandi dan menurunkannnya di bath up lalu menyalakan air.


Setelah itu kendra ikut masuk ke bathup juga.


“Gosok punggungku” pinta Kendra pada Dera. Dera pun menggosok punggung Kendra dan juga menyabunnya.


Setelah itu Kendra berbelik menghadap Dera.


“Sabun yang depan juga sekalian” ujar Kendra sambil tersenyum. Dera pun memegang dada dan perut Kendra dengan malu-malu.


Keras banget, jadi ngeri yang mau di gituin. Batin Dera sambil menyabun tubuh Kendra.


“Berbaliklah aku akan bantu menggosok punggungmu” ucap Kendra tiba-tiba.


“enggak usah Mas. Aku bisa sendiri. Mas Kendra keluar saja ya” tola Dera mengusir Kendra.


“Ayo cepat berbalik!” perintah Kendra. Dera pun berbalik menuruti kata-kata Kendra.


Saat Dera berbalik Kendra memeluk Dera dari belakang dan merem*s kedua gunung kembarnya.


“Mas, kamu mau apa?” pekik Dera kaget. Kendra pun tersenyum nakal.


Kendra menyabun seluruh tubuh Dera hingga ke ujung kakinya termasuk paha dan pangkal paha Dera.


Dera merasa geli dan malu.


“Ayo berdiri dan bilas tubuhmu” ajak Kendra sambil berdiri. Dera menutup matanya karena si adek junior Kendra berdiri tegak dari tadi.


“Mas Kendra duluan aja” balas Dera. Tanpa aba-aba Kendra pun mengangakt tubuh Dera dari bathup dan menurunkannya di bawah shower.


Kendra menyalakan kran. Air shower pun membasahi tubuh mereka berdua.


………………………………..


Pagi hari Dera membuka matanya.


Dilihat badannya penuh dengan tanda merah karena ulah Kendra semalam.


Rambutnya pun berantakan. Dia membuka selimut yang menutupi tubuhnya dan tampaklah tubuh yang masih telanjang bulat.


Dera merasakan sakitnya dan perih di area pangkal pahanya.


Semalam setelah mandi bersama, Kendra benar-benar merenggut keperawanannya dengan buasnya sampai-sampai Dera tidak bisa kabut karena pintu kamarnya dikunci.


Memaang Kendra bermain dengan pelan dan lembut, tapi dia melakukannya dengan paksa karena Dera selalu menolaknya.


Kendra sudah menahan keinginannya untuk menikamti tubuh Dera sejak lama, hingga akhirnya pertahanan kesabaran Kendra runtuh juga.


Dia laki-laki normal yang memiliki nafsu dan tentu saja harus di salurkan. Ditambah lagi Kendra rajin berolahraga sehingga staminanya sangat kuat.


Dia melakukannya berkali-kali semalam hingga Dera tidak kuat lagi.


“Apa masih sakit?” tanya Kendra saat melihat Dera sudah bangun di sampingnya.


“Hemm” gumam Deraa masih memegang selimut di dadanya.


“Sini biar aku lihat” tolak Dera seraya menahan perih di tubuh bagian bawahnya. Kendra pun segera menyingkap selimut Dera dan membuka kakinya.


Dia melihat sisi cairannya bercampur darah masih ada disana.


Sehingga Kendra tidak bisa menghentikan keinginanya tadi malam hingga nafsunya terpuaskan.


“Enggak mau. Ini memalukan!” tolak Dera. Dia pun mencoba turun dari ranjang hendak ke kamar mandi, tapi dia merasa pangkal pahanya sangat perih.


“Aahhh” pekik Dera lalu duudk kembali di tepi ranjang.


Kendra pun menggendongnya dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi serta memandikannya.


Setelah mandi Blhersama, Kendra membaringkan Dera yang masih terbalut handuk di sofa. Sedangkan dia berganti pakaian lalu mengganti sprei ranjanganya yang kotor akibat perbuatannya semalam.


“Mau makan apa? biar ku bilang ke Bi Tirna” tanya Kendra.


“Soto saja. Aku sangat lapar dan lelah” jawab Dera.


“Okey, istirahat dulu ya istriku” balas Kendra dengan senyuman jailnya.


Selang beberapa menit Mbak Nurul mengetuk pintu.


“Pak Bos, Nyonya sarapan sudah siap”


“Iya Mbak, terima kasih. Kami akan segera turun” jawab Dera.


Kendra berjalan disarming Dera. Dia sengaja mendampinginya karena ini juga karena ulahnya juga.


“Mas Kendra gak kerja?” tanya Dera sambil menaruh lauk pauk di piring Kendra.


“Enggak, biar nanti saja Rey kesini mengantuar berkas” jawab Kendra sambil menyeruput kopinya.


Setelah sarapan selesai Deraa kembali ke kamar dan membereskan barang-barangnya yang dulu belum selesaai di bereskan dari kopernya. Kendra memangku laptop di sofa membuka dan membalas email dari Nisa.


Saat Dera ingin memindahkan kaosnya dari koper, sebuah benda jatuh dari balik kaos itu dan terlempar ke dekat kaki Kendra. Kendra pn mengambilnya.


“Apa ini?” tanya Kendra dengaan tegas saat mengambil pil KB yang pernah dibeli Dera waktu itu.


“Itu.. itu hanya vitamin. Ya vitamin” jawab Dera berbohong.


“Kamu kira aku bodoh? Sampai-sampai pil KB kamu bilang vitamin?” ucap Kendra dengan marah lalu berdiri di depan Dera.


“Maafin aku Mas,, aku tidak bermaksud membohongimu. Hanya..”


“Sudah berapa lama kamu minumnya?”tanya Kendra memotong kata-kata Dera.


“Belum sama sekali” jawab Dera.


“Kenapa kamu membeli ini hah? “ tanya Kendra geram dengan kelakuan Dera yang tdak beriskusi dulu dengannya.


Tiba-tiba menggunakan pil KB tanpa persetujuannya. Kendra pun membuka pil lalu membuangnya ke tempat sampah.


“Aku takut hamil mas. Aku belum siap punya anak” balas Dera hampir menangis.


“Kamu harus hamil. Kamu tidak boleh KB. Apa kata Mama Papa kalau mereka tau.


Mereka ingin segera punya cucu. Kalau gak dari kita dari siapa? Alula? Dia belum menikah Dera.


"Dalam waktu 2 bulan kamu harus hamil, kalau tdak aku akan membawamu periksa ke rumah sakit” ujar Kendra lalu mengambil laptopnya dan membawa keluar kamar meninggalkan Dera sendirian di kamarnya.


Kendra masuk ke ruang kerjanya dan mengunci pintunya.


Dia sangat geram dengan kelakuan istri kecilnya. Disentuh tidak mau, hamil tidak mau. Lalu untuk apa menikah?


Kendra sudah terlanjur menikahinya, jadi Kendra harus melaksanakan hak dan kewajiban tugasnya sebagai suami.


Dia tidak mungkin menceraikan Dera dan menikah dengan wanita lain. Jadi dia menyentuh Dera dengan paksa dan akan menghamilinya juga.


Tidak berapa lama ada yang mengetuk pintu kamarnya. Ternyata dia adalah Rey.


Kendra yang kebetulan ingin mengambil minum bertemu langsung dengan Rey.


“Tunggu di ruang kerja saja Rey” ucap Kendra.


Kendra yang melihat Dera pun membuka kamarnya. Untung saja Dera belum sempat ketemu Rey.


“Kamu di kamar saja. Tanda merah di lehermu masih sangat kentara” Ucap Kendra.


Dera pun mengangguk dan kembali ke kamar


Kendra melangkah mengambil minum dan segera kembali ke ruang kerja.


“Nih Rey, minum dulu” Kendra menyerahkan segelas air untuk Rey.


“Kemana Nyonya Dera? Tumben jam segini di ruang kerja dan kamu juga yang mengambilkan minuman” tanya Rey ingin tahu.


“Dia sakit” jawab Kendras singkat.


“sakit apa Pak Bos. Kemarin sepertinya masih sehat” jawab Rey penasaran.


“Hey sudah lah. Itu istriku urusanku. Urusanmu hanya mengurusi berkas-berkas ini” jawab Kendra mulai geram degan kelakuan Rey.


.


.


.


puji