PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
BLONG?



Hello guys, jangan lupa mampir ke novel HELLO, DOSEN KUTUBKU ya.


Tinggalkan jejak kalian dengan like, komen dan follow. Terima kasih. Enjoyyyy.


__________


Setelah makan malam, Brian memutuskan untuk mengantarkan Alula ke rumah. Padahal tadi sewaktu berangkat ke Mall, Alula diantar oleh sopir pribadinya.


“Beneran gue antar ya? Papa mama lo gak marah kan?” tanya Brian memecah keheningan malam.


“Gak ko. Mereka seneng lagi ah bisa dapat tamu, apalagi tamu anaknya haha” ucap Alula yang fokus pada jalanan malam.


Alula lupa bahwa kehidupannya akan selalu kental dengan pengawal dan pengawasan. Sampai informasi malam ini pun sampai di telinga Kendra namun tanpa sadar Alula tetap melanjutkan sebagai mana mestinya.


Perjalanan yang memakan waktu 30 menitpun tak terasa begitu cepat, mereka pun saling menikmati kebersamaan malam ini. Padahal sebelumnya mereka adalah dua sejoli yang selalu bertengkar kapanpun itu.


Sesampainya di depan rumah keluarga Alexander, segera Alula turun dan Brian pun berpamitan pulang.


“Gue langsung pulang ya. Titip salam buat Mama papa lo ya” ucap Brian yang terus melajukan mobilnya ke arah gerbang.


______________


Pagi harinya, Kendra dan Dera sudah berada di rumah sakit. Mereka berniat untuk memeriksakan kandungan Dera. Rasanya tiga bulan berlalu cepat setelah resmi mempublish kehamilan Dera di sebuah stasiun televisi.


“Selamat pagi dok” ucap Kendra membuka pintu ruang periksa.


“Selamat pagi Ayah dan Bunda Kendra. Silahkan duduk. Sudah lama rasanya saya tidak bertemu dengan Ayaj dan Bunda Kendra. Bagaimana apa ada keluhan akhir-akhir ini?” tanya dokter Agnes.


“Alhamdulillah debay nya gak rewel sama sekali” jawab Dera dengan mengelus perutnya. Begitu juga Kendra “Syukurlah dok, akhirnya dokter Agnes sudah mulai kerja kalau gak gitu saya gak ikhlas rasanya melihat istri saya diperiksa dokter laki-laki”tutur Kendra dengan menggebu.


Mendengar pernyataan suaminya, Dera seketika langsung mencubit paha Kendra.


Aduh, apa sih sayang. Sakit tau. Ucapnya berbisik.


“Hust mas Kendra ga boleh bicara gitu” bisiknya pada suami.


“Iya ya gak lagi” Kendra lantas mempersilahkan Dokter Agnes untuk memeriksa kandungan istrinya.


Kendra semakin hari semakin gemas dengan perut sang istri yang semakin membesar karena sebentar lagi artinya semakin dekat pula dia akan bertemu dengan sang anak.


Tiba-tiba lamunannya terbuyarkan karena sebuah panggilan dari ponselnya.


“Halo Rey, kenapa” tanya Kendra yang ternyata telpon dari Sekretaris Rey.


“Pak Bos, apakah kita jadi pergi ke perusahaan Andreas untuk meminta bantuan masalah penurunan saham perusahaan?” tanya Sekretaris Rey yang telah bersiap dengan berbagai berkas yang dibawanya.


“Oh ya hampir saja saya lupa. Tunggu saya 20 menit lagi sampai” ucapnya pada Sekretaris Rey yang seketika dilirik oleh Dera.


“Mas, mau kemana?” istrinya yang masih tiduran karena perutnya sedang diperiksa akhirnya tangannya pun mencegah Kendra untuk pergi.


“Sayang, aku harus segera ke kantor. Pak Yanto yang akan mengantarmu pulang nanti”


“Bagaimana dokter, apakah perkembangan baby nya bagus?” tanya Kendra yang terfokus pada layer yang menampilkan gambaran anaknya sewaktu USG.


“Untuk perkembangan janin di usia kehamilan tujuh bulan sangat bagus Pak. Berat badan babynya juga bertambah, detak jantungnya normal, kadar kebutuhan nutrisi hewani juga sudah mencukupi. Semoga tetap sehat dan berkembang dengan baik ya Bunda” ucap dokter Agnes menjelaskan perkembangan tentang jabang bayi Dera.


Setelah dirasa cukup, mereka lantas keluar dari ruangan. Dan benar, Kendra mempercayakan istrinya pada Pak Yanto karena sangat mendesak dan waktupun sangat mepet.


“Sayang, hati-hati ya. Awas jangan ngebut kalau lagi nyetir” pesan Dera pada sang suami.


“Iya sayang. Udah sana gih masuk dulu. love you” ucap Kendra yang memperhatikan Dera hingga masuk mobil.


_____________


Dengan menggunakan mobil, mereka memasuki kawasan rumah sakit. Bersamaan dengan Kendra yang hari ini ada agenda untuk memeriksakan kandungan istrinya, mobil pun membuntuti dari belakang.


“Ayo cepat. Gobl*k gitu aja gak bisa. Mana gue aja sini yang nyetir” ucap salah satu pria itu dengan cepatnya mengubah posisi duduknya menjadi pengemudi.


Mobil yang dikendarai mereka pun terus berada di belakang mobil Kendra. Tak sedetik pun dilewatkan.


Sesampaiknya di parkiran mobil, untuk melancarkan aksinya sengaja dia memarkirkan mobilnya tepat di dekat mobil Kendra.


“Kalian jangan turun dulu. Sesuai dengan tugas lo yang eksekusi, gue sebagai pengawas dan lo yang diem aja di mobil takutnya ada sesuatu yang gak diinginkan terjadi. Paham kalian semua?” titahnya dan dijawab “Siap” oleh semua temannya.


Saat Kendra dan Dera turun mereka telah bersiap untuk melakukan tugasnya yang diperintahkan sang tuan.


Aba-aba dari gue, hitungan ke tig akita turun dan melakukan tugas masing-masing.


1


2


3


“Turun!!” titahnya. Dia dan rekannya segera mendekati mobil Kendra yang sekarang sudah kosong karena Pak Yanto pun ikut turun menemani sang Pak Bosnya.


Salah satu pria memotong rem dan memastikan bahwa tugasnya telah terlaksana.


“Ayo cepat. Keburu ketahuan!” ucap pria bertopeng lainnya.


“Oke, beres. Ayo” tuturnya dengan segera masuk ke dalam mobil dan betapa kagetnya mereka mengetahui sang rekan yang ditugaskan siap siaga di mobil malah asik tidur. Dengan geram mereka lantas memukul kepala temannya tersebut.


“Woi bangun lo. Enak-enak molor malah. Ayo cepet buruan” titahnya dengan membetulkaan posisinya.


______________


“Nyonya, kita mau langsung pulang atau kemana dulu?” tanya Pak Yanto pada Dera yang sedang fokus dengan ponselnya.


“Kita ke resto sebentar ya pak. Sudah lama rasanya gak kunjung kesana” ucapnya setelah membalas sebuah pesan dari Mira.


Sesuai dengan perintah sang Nyonya pun, Pak Yanto melajukan mobil ke restoran. Awal perjalanan tak ada yang aneh, semuanya baik-baik saja. Hingga tiba di sebuah tikungan, karena niat ingin mengerem ternyata rem pun tak berfungsi.


Astaga bagaimana ini? Remnya gak bisa, remnya blong. Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan Nyonya Dera nanti, mana sedang hamil pula.


Dera yang fokus dengan jalananpun merasa aneh dengan mobil yang terus melaju padahal di depan ada sebuah truck besar.


“Pak, rem pak. Rem. Disana ada kendaraan besar pak” ucap panik Dera sembari memegang kursi mobil Pak Yanto.


“Nyonya, nyonya rem blong nyonya. Hubungi Pak Bos Kendra Nyonya” Pak Yanto yang tak kalah panikpun berusaha memberikan solusi sebisanya.


Suasana yang semakin panik dan mobil yang dikendaraipun hampir mendekati truck tersebut, tiba-tiba…


...______________ ...


...Berkali-kali meyakinkan diri bahwa ini yang terbaik,...


...Bahwa ini yang terakhir....


...Berkali-kali juga meyakinkan diri bahwa punya pasangan itu saling menggenapi yang kurang tanpa harus menuntut....


...Namun, apakah kau tahu patah hati paling sakit itu apa?...


...Saat hatimu sudah yakin dengannya namun sikapnya mematahkan keyakinanmu...