
Hotel 19.00
Malam hari, setelah pernikahan
Kedua keluarga bersatu untuk makan malam. Kendra dan Dera yang sudah berganti dengan pakaian yang lebih santai untuk pergi makan malam.
Kringg… kringgg … suara telpon Dera berbunyi
“Nak, ayo makan malam dulu. Ini keluarga pak Alex sudah berkumpul. Ada Mira juga nih” ucap Lestari di sembrang telpon.
“Iya, tunggu sebentar bu, ini sebentar lagi selesai” jawab Dera dari dalam kamar
Seketika yang berada di ruangan melongo dan saling menatap. Pasalnya suara Dera di losspeaker dan jawaban Dera seakan mereka sedang melakukan malam pertama.
“nanti saja di lanjutkan lagi. Kita makan malam dulu, jam 20.00 kita harus check out karena besok Kendra sudah harus kerja nak” jawab Mama Kendra
“buat ponakannya nanti dirumah aja kak wkkwwkwk” Lula dengan santainya berteriak agar didengar oleh kakaknya.
Seketika Dera berpikir “apa yang dipikirkan oleh keluarganya?” dan segera dia memberi tahu Kendra yang sedang duduk di sofa dengan ditemani secangkir kopi bahwa keluarga nya Sudah menunggunya.
“iya mah, iya. Ini kita mau kesitu, tunggu kami” sahut Kendra
Kedua keluarga bahagia karena Kendra dan Dera bisa menerima dengan mudahnya.
Makan malam berlangsung dan setelahnya mereka kembali ke kamar masing-masing.
Sesuai dengan apa yang dikatakan bahwa jam 20.00 mereka check out.
Semua koper telah dipersiapkan, semua dirapikan dan bersiap untuk pulang.
Keluarga Feri dan Lestari pulang ke rumahnya.
Keluarga Alex dan Ayu pulang ke rumah dan juga Lula. Mira pun demikian.
Sedangkan Kendra dan Ayu tinggal dirumah milik Kendra.
Di hotel mereka berpisah dan menuju rumah masing-masing.
…………………………….
Di rumah Kendra
Malam hari, Dera ikut pulang ke rumah Kendra. Selama perjalanan tidak ada yang mereka bicarakan. Dera lebih memilih memandang jalanan dari kaca jendela mobil.
Setelah sampai dirumah Ken, segera Dera turun dan jalan di belakang Ken. Dera memandang sekeliling rumah mewah milik Kendra
“wahh bagus sekali. Tapi ko sepi sih?” tanya Dera pada Kendra
“tentu saja. Ini kan rumahku. Kemarin sebelum nikah, ada Lula yang nemenin aku. Sekarang dia ikut pulang ke rumah Mama Papa. Ada juga Bi Tirna tapi ini sedang pulang kampung” jawab Kendra dengan jelas
Kendra mengajak Dera ke suatu kamar, dan dia membukanya
“Ini kamarmu, kamar kita terpisah ya. Karena hubungan pernikahan ini atas dasar perjodohan dan tidak saling cinta” ucap Kendra menunjukkan kamar untuk Dera lalu pergi ke lantai atas.
Dera pun masuk ke kamar dan rebahan. Dia juga melihat sekeliling kamar yang sangat luas.
“uhhhh lebar banget kamar ini. Empuk juga kasurnya. Kamar mandi lengkap juga. Betah nih kalau disini” gumam Dera senang sembari melihat fasilitas yang ada di kamarnya.
Dia pun segera membuka koper yang dibawanya tadi.
Dia mengambil handuk dan pakaian ganti lalu masuk ke kamar mandi.
Setelah mandi, dia pun berbaring diatas tempat tidur hingga akhirnya tertidur pulas karena tubuhnya merasa sangat lelah.
…………………….
Di kamar Kendra
Setibanya di kamar, Kendra segera membuka jas nya dan pergi ke kamar mandi. Hampir sejam dia menghabiskan waktu disana karena lelah yang dia rasakan seharian ini.
Teringat dia ada Lidia yang harus segera dikabari, akhirnya dia beranjak dari bath up, memakai handuk. Sesampainya di kamar dia langsung mengganti baju dan mengetikkan nama “lidia” lalu call.
Panggilan pertama tak ada jawaban, Kendra mencoba lagi dengan menelponnya namun juga tak ada jawaban.
"Tumben aku telfon gak di angkat sama sekali. Apa dia marah pada ku??" pikir Kendra
Akhirnya dia meletakkan ponsel hingga akhir tertidur pulas.
……………………….
Ditengah tidur nya yang pulas, Dera terbangun karena dia lapar.
Perlahan dia mencari letak dapur dan ada roti tawar diatas meja. Segera dia ambil 2 potong roti dan di oles selai kacang. Sembari dia makan, dia juga memainkan ponselnya.
Terdengar suara langkah demi langkah mendekat, seketika dia menengok ke sumber suara.
“astaga, ternyata kamu to mas, kirain rumah ini serem” ucap Dera dengan mengelus dadanya.
Dilanjutnya makan roti lagi dan Kendra berdehem.
“Apa mas?” jawab Dera yang berusaha siap mendengarkan pernyataan Kendra
“sebenarnya aku sudah punya kekasih, Namanya Lidia. Hubungan kami masih berlangsung sampai saat ini ya memang sebenarnya hubungan ini ditentang oleh keluarga ku. Jadi jangan harap ya kalau aku mencintaimu" ucap Kendra seketika membuat Dera melotot
"Gak mungkin lah, Pede buangeettttt" jawabnya sembari menjulurkan lidah
"siapa tau kamu terpesona dengan ketampananku" ucap Kendra dengan PeDenya
“Sebenarnya apa yang kamu inginkan dari perjodohan ini mas?” tanya Dera ingin memperjelas
“aku hanya ingin menuruti permintaan Mama Papa. gak lebih. Apa perlu kita buat kontrak pernikahan? Bagaimana kalau dalam waktu satu tahun saja pernikahan ini?. Dan aku gak akan meyentuh mu sedikit pun, bagaimana?” tawar Kendra dengan memberi usul tentang hubungan mereka
“jika memang ini yang terbaik, oke. Insyaallah aku bisa” jawab Dera
Perjanjian telah di mulai.
Malam itu status pernikahan hanyalah sebuah status.
Kendra berjanji akan berlaku layaknya suami istri jika berada di depan keluarga dan akan membiayai seluruh kebutuhan Dera.
“Oh ya, semua makanan ada di kulkas dan untuk tiga hari ini Bi Tirna gak bisa masuk karena ijin pulang ke jawa sedangkan semua pelayan yang lain sudah ku berhentikan, toh kita cuma tinggal berdua kan?” ujar Kendra
“Oke, gak apa-apa. Toh aku bisa masak” jawab Dera dengan singkat
“oh ya? beneran dong. Aku lapar. Tolong masakin aku?” pinta Kenda
“Ya. Kamu mau di masakin apa?” tanya Dera
“apa saja, semua bahan di kulkas ya” jawab Dera
segera Dera menghabiskan roti dan beranjak dari kursi. Dia membuka kulkas dan diambilnya cumi, kangkong dan bumbu.
Di potong dan di cucinya hingga bersih. Lalu di cincang. Tak lupa bumbu yang diperlukan di blender.
Setelah itu, bumbu ditumis dan dimasukkannya cumi yang telah bersih. Lalu kangkung pun di masak. Semua masakan di cicipi dan siap disajikan.
Bau yang semakin harum dan membuat Kendra semakin lapar. Sedari tadi dia menemani Dera dan memperhatikan tingkah cekatan Dera dalam memasak.
“uhhhh mantap nihh kayaknya” keluh Kendra seraya mencium tumis cumi dan kangkong, segera mengambil sendok dan garpu.
“Stop masss.. pakai tangan aja lebih nikmat”Dera menghentikan langkah Kendra mengambil sendok dan garpu, dia pun memberi contoh memakan menggunakan tangan
“aduh, gak bisa. Ribet tau” jawab Kendra
Bukan Dera namanya jika tidak bisa membujuk orang.
Di mintanya Kendra untuk mencuci tangan dan mencoba untuk makan menggunakan tangan (muluk)
“kayak ginii?” tanya Kendra dengan menunjukkan nasi yang ada di jarinya
“iya mas, enak ko. Coba aja” jawab Dera.
Kendra langsung mempraktikkan.
“masakannya enak, pas banget di lidah aku. Gak kelihatan ini anak bisa masak padahal kayaknya dia gak pernah masuk dapur” batin kendra
Suap demi suap dia lahap. Tak terasa makan pun selesai. Dera yang melihat Kendra ingin minum air segera menuangkan air ke dalam gelas milik Kendra.
“ini mas minumnya” seketika Kendra membantin betapa baiknya Dera melayaninya.
“ya dek, terima kasih. Kamu ko gak ikut makan? Masa segini banyaknya cuma aku yang makan?” tanya Kendra juga menawari Dera untuk makan
“engga mas, aku sudah makan tadi roti sama segelas air” jawab Dera sembari melihat lahapnya kendra.
Akhirnya makan pun selesai, Dera segera membersihkan piring yang kotor.
Kendra dan Dera bekerjasama dalam membersihkan piring. Dera yang mencuci, Kendra yang meletakkan ke rak penyimpanan.
.
.
.
.
Ada cinta yang mulai bersemi, ada rasa yang sepertinya belum berani untuk menunjukkan jati diri. Dera.
.
.
‘puji’
Jangan lpa di vote ya teman-teman👩❤️👨