
Di rumah Kendra
Waktu subuh sudah tiba, Dera yang terbangun dari tidurnya segera berwudhu dan pergi ke kamar Kendra.
“Mas, bangun mas, subuh. Ayo berjamaah” ujar Dera dengan mengetuk pintu Kendra.
Belum juga ada jawaban, Dera mengulanginya lagi hingga Kendra menjawab
“iya dek, udah bangun ini. Kenapa? pagi-pagi udah ketuk-ketuk pintu” Kendra yang sudah bangun segera membuka pintu kamarnya dan mempersilahkan Dera untuk masuk.
Untuk pertama kalinya, Dera melangkahkan kaki di kamar suaminya. Elegan dengan warna dominan hitam dan putih.
"ayo subuh mas, udah mulai waktunya ini. Imamin Dera yuk mas" ucap Dera yang sudah memakai mukena
"owalah, iya.. Ayo, aku wudhu dulu ya" jawab Ken dengan setengah sadar.
Kendra yang berwudhu menuju kamar mandi, sedangkan Dera mellihat ada banyak foto yang terpajang di kamarnya.
“Wanita ini??” ucap Dera dengan mempertajam lagi foto Wanita cantik yang ada di salah satu pigura
“bukankah dia yang berada di turki kala itu? Dan dia ada di toko kue miliki ibu? tapi kan dia bersama laki-laki lain?? dan apakah ini kekasih Kendra?’ banyak pertanyaan yang dia ingin tanyakan pada Kendra tapi dengan statusnya sebagai istri kontrak membuat dia mengurungkan niatnya untuk semua jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu.
“ayo dek, mau sholat disini apa di mushola? Itu disana, tak jauh dari dapur” kedatangan Kendra membuat Dera kaget karena fokus dengan foto Lidia.
“di sini saja tak apa mas” Dera memilih kamar Kendra sebagai tempat untuk sholat subuhnya
Kendra sebagai imam dan Dera sebagai makmum. Membuat sholat kali ini sangat berkesan dan ini pertama kali mereka melaksanakan sholat berjamaah. Sholat dua rokaat tersebut dilakukan dengan sangat khusuk.
Selesai sholat, Dera membuka tangannya dan bersalaman dengan Kendra.
Sedangkan kendra masih terpaku tak percaya bahwa dia sekarang sudah sebagai imam dan ada Dira dibelakangnya sebagai makmum.
Kendra menyambut uluran tangan Dera .
Selesai solat subuh,
“Mas, kamu siap-siap dulu, apa perlu ku siapkan airnya untuk mandi mas?” Dera mencoba menawari kendra yang sekarang sebagai suaminya.
“gak usah dek. Kamu masak saja” ucap Kendra
“kalau begitu aku yang rapiin kamar mas Kendra ya,,nanti setelah itu baru aku memasak, bagaimana?” tawar Dera
“iya, boleh. Terima kasih ya” jawab Kendra
selagi Kendra mandi, Dera merapikan kamar dan mempersiapkan pakaian untuk Kendra kerja hari ini.
Setelahnya dia memasak untuk sarapan.
Pagi ini Dera memasak tcap cay sayur dan omelet. Masakan yang simple dan tidak perlu waktu lama.
Dera mempersiapkan semua bahan mulai dari sayur kol, brokoli, kentang, baso dan wortel. Tak lupa juga bumbu sebagai penyedap. Di siapkan pula telur yang akan dijadikan omelet.
Ditumisnya bumbu dan tercium aroma wangi, setelahnya dimasukkan sayuran yang telah dipotong kecil-kecil ke dalam wajan.
Dengan cekatan dia memasak dan juga omelet. Tak butuh waktu lama untuk memasak
Setelah 20 menit, semua siap di hidangkan dan Kendra turun dari kamarnya.
“hemmmm harumnyaaa, masak apa nih dek?” tanya Kendra dengan melompat kecil ke arah Dera
“taraaa, masakan kali ini ada tcap cay sayur dan omelet. Silahkan dicoba Masss” ucap Dera dengan merentangkan tangan menyambut Kendra dari atas tangga.
“Siap tuan putri” jawab Kendra
Bahagianya mereka hari in seperti tak tersadarkan bahwa mereka sedang menjalani pernikahan kontrak.
“Oh ya dek, makasih ya udah nyiapin pakaian untuk aku hari ini. Bagus juga seleramu dek” ucap Kendra
“hehe, ya lah, aku kan ya tau fashion. Namanya juga anak muda mas hehe. Sini Mas, aku ambilkan nasinya” Dera mengambil piring yang ada di hadapan Kendra dan mengambilkan nasi
“Segini cukup mas?” tanya Dera
“sudah dek, ayo kamu juga makan. Oh ya hari ini kamu ada kuliah gak?” tanya Kendra
“Gak ada mas, aku libur sampai nanti waktunya magang di perusahaan Mas Kendra” jawab Dera
Setelah sarapan Ken bersiap menuju mobilnya dan Dera mengantarkan langkah suaminya.
Sekretaris Rey yang menunggu sejak tadi berusaha sabar menunggu Pak Bosnya keluar.
“Selamat pagi Pak Bos, mobil sudah siap. Rencana hari ini akan rapat di perusahaan PT Inter Corp dan siangnya akan menengok perkembangan Gedung fantasi di daerah Utara Jakarta” ucap Sekretaris Rey membacakan schedule hari ini.
sebelum Kendra naik ke mobil, Dera seketika menyodorkan tangannya sebagai tanda harus berpamitan. Kendra seketika paham dengan kode yang di berikan Dera.
“Hati-hati Mas Kendra, Sekretaris Rey juga” ucap Dera yang bersalaman dengan Kendra dan memberikan senyum hormat kepada sekretaris Rey
“Baik Nyonya Muda” jawab Sekretaris Rey
“Ya dek. Kamu hati-hati dirumah. Kalau ada apa-apa tinggal telpon saja ya” jawab Kendra
…………………………………..
Setelah Kendra berangkat dan Dera tidak ada lagi yang harus dikerjakan.
Dia menelpon Mira.
“Mir, aku gabut nih. Semua kerjaan udah beres,enaknya aku ngapain ya?” tanya Dera
“jalan-jalan aja gimana? Ku jemput ya dirumah Kendra? Mau gak?”jawab Mira yang berusaha memberi solusi pada Dera
“aku coba tanya Mas Kendra dulu ya, semoga aja boleh” timpal Dera
“oke deh” Mira
Selesai menelpon Mira, Dera lalu menelpon Kendra, namun tak ada jawaban. Lalu di telpon lah Sekretaris Rey
“Sekretaris Rey, apakah aku boleh pergi dengan Mira? Aku gak tau harus apa lagi. Aku kesepian” tanya Dera dengan nada memelas karena itulah cara jitunya bisa keluar dari rumah ini
“Sebentar, aku tanyakan pada Pak Bos dulu” jawab Sekretaris Rey
Setelah beberapa menit, ada pesan singkat yang masuk di ponsel Dera
Kendra♥️
Kamu boleh pergi, asalkan hati-hati. Nanti akan ku kirim kan 2 bodyguard untuk mu.
Reply
Pesan tersebut berasal dari Kendra
Dera yang menerima pesan seketika kaget mengenai sikap Kendra yang mengirimkan 2 bodyguard untuknya.
“Untuk apa coba ada bodyguard, memangnya aku sang tuan putri? Ah aneh banget Kendra” gerutu Dera
Akhirnya dia hanya membalas
Kendra♥️
Iya mas, oke deh
Sent
Setelah Dera memberitahu Mira, akhirnya Dera bersiap dan menunggu Mira datang.
Hampir satu jam Mira sampai di rumah Kendra. Dilaluinya dua bodyguard nan tinggi dan kekar itu
“Dera, aku ada di depan. Pintunya kamu kunci dari dalam. Ada 2 bodyguard serem nih cepet buka” ucap Mira dengan nada membisik
Tak butuh waktu lama, Dera membuka pintu dan menyambut Mira dengan bahagianya.
“Miraaaa… kangennn” peluk Dera didepan para bodyguard
Mereka berpelukan dan segera Dera mengakhiri nya untuk mengambil tas di kamar.
.
.
.
Semoga Tuhan menciptakamu sebagai imamku, tak hanya sebatas tulisan kertas semata -Dera
.
.
.
puji