
Sementara seseorang yang tak jauh dari mereka terus memperhatikan mereka semua sejak tadi.
“Ganjen banget tuhh cewek-cewek” Ucap seorang gadis
“Lu gak liat tadi cowo lu perhatian banget sama tuh cewe, Yur?” Tanya Salah satu temannya
“Mata gua gak buta” Jawab Yura
“Fadil milik gua, kalo gua gak bisa milikin dia yang lain juga gaboleh” Sambung Yura mengepalkan tangannya melihat kedekatan Fadil dan Garcia
“Gua juga gak biarin Arya sama temen nya” Ucap Karina
“Rendy juga” Ucap Hanna
“Kita bales mereka nanti” Ucap Yura dan di setuju oleh kedua temannya
Jam pelajaran mulai berbunyi dan semua murid mulai masuk ke dalam kelas nya masing-masing begitu pula Garcia dkk dan Arya dkk. Sesampainya di kelas pelajaran di mulai dengan normal dan lancar hingga akhirnya Garcia mengangkat tangannya untuk meminta izin ke kamar mandi.
“Iya, kenapa?” Tanya guru itu ketika melihat Garcia mengangkat tangannya
“Izin ke kamar mandi” Jawab Garcia
“Silahkan, cepat kembali” Ucap Guru itu
“Hmm”
Garcia langsung beranjak dari duduk nya dan pergi ke kamar mandi. Melihat itu membuat seseorang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Garcia.
“Kesempatan bagus” Gumam orang itu
“Lu mau nyusul dia Yur?” Bisik Karina
“Iya” Bisik balik Yura
Setelah mengatakan itu, Yura langsung mengangkat salah satu tangannya dan tangan lain memegang perut nya seolah kesakitan.
“Ada apa lagi” Ucap Guru itu melihat ke arah Yura
“Izin ke kamar mandi bu, perut saya sakit banget” Ucap Yura dengan akting nya
“Yasudah cepat sana” Ucap Guru itu
“Terimakasih bu” Ucap Yura yang langsung pergi dari kelas
Mauza dan Nabila saling bertatapan, mereka merasa Yura hanya berakting dan terlihat jelas sekali waktu di kantin Yura menatap benci ke arah Garcia.
Yura langsung masuk ke dalam kamar mandi dan menemukan Garcia yang baru saja keluar dari toilet. Yura langsung menghampiri Garcia yang kini tengah membasuh tangannya.
“Gua peringatin lu, jangan deketin Fadil dia itu milik gua. Sampe gua liat lu ganjen sama Fadil, tunggu aja akibat nya.” Ucap Yura yang ikut mencuci tangannya di sebelah Garcia
“Gua tunggu akibat nya” Ucap Garcia yang tak merasa takut sedikit pun dan langsung pergi setelah membersihkan tangannya
“Gua serius!” Ucap Yura
“Gua juga” Ucap Garcia yang langsung pergi meninggalkan Yura yang sedang marah
Mendengar jawaban Garcia membuat Yura mengepalkan tangannya. Terlebih lagi tidak ada raut wajah takut di wajah Garcia yang membuat Yura semakin kesal.
“Lu yang mulai” Gumam Yura
Sementara di luar kamar mandi, Garcia tengah berdecak kesal jika dulu ada Uswa dan teman-teman sekarang ada mahluk menyebalkan lagi yang juga memperebutkan orang yang sama.
“Fadil” Ucap Garcia
“Mikirin apaan sampe harus di depan kamar mandi gini” Tanya Fadil
“Fans lu” Ucap Garcia yang langsung berjalan
“Maksud lu?” Tanya Fadil bingung dan ikut berjalan di samping Garcia
“Gua baru dapet peringatan dari fans fanatik lu” Jawab Garcia
“Sorry” Ucap Fadil yang merasa bersalah
“For what?” Tanya Garcia
“Gegara gua terlalu tampan jadi nya banyak yang ngancem lu karena mereka ngeliat kita deket” Ucap Fadil yang sukses membuat Garcia tertawa
“Hahah terlalu tampan katamu?” Ucap Garcia tertawa
“Sejak kapan lu se-pd ini” Sambung nya sambil tertawa dan menggeleng kepalanya
Fadil langsung berhenti dan berhadapan dengan Garcia yang kini tengah menatap nya bingung.
“Lihat baik-baik, bukankah aku sangat tampan” Ucap Fadil mendekatkan wajah nya ke Garcia
“Yayaya lu cukup tampan” Ucap Garcia menepuk-nepuk pipi Fadil lalu berjalan mendahului Fadil
“Yakk bukan cukup, melainkan sangat tampan” Ucap Fadil yang menyusul Garcia dan berjalan mundur agar bisa melihat wajah Garcia dengan sempurna
“Terserah lu dah” Ucap Garcia
“Lihat lah dengan baik” Ucap Fadil yang tak mau di bilang ‘cukup tampan’
“Awas!” Ucap Garcia yang langsung menarik Fadil ke arah nya
Jika Garcia tak melakukan itu mungkin saja Fadil akan terjatuh menabrak keranjang yang berisikan barang-barang yang seperti nya akan di bawa ke gudang sekolah.
“Kalo jalan itu yang bener mangkanya” Ucap Garcia
“Sorry hehe” Ucap Fadil
“Udah ah, gua mau ke kelas. Mending lu juga balik” Ucap Garcia
“Gua anter” Ucap Fadil
“Lu kira gua anak kecil?” Ucap Garcia menatap sinis
“Emang, udah ayo” Ucap Fadil yang langsung menggandeng tangan Garcia
Garcia hanya pasrah mengikuti kemauan Fadil dan membiarkannya menggandeng tangannya.
.
.
.
Hai guys... How are you? Udah 2 hari ini kita gak ketemu ya?
Hari ini kesehatan author belum pulih sepenuhnya tapi sesuai janji author kemarin author gak bakal gak update melebihi 3 hari. Dan kemungkinan kedepannya author bakal update maleman mungkin 6/7 an lah, gapapa guys? soal nya takut gak bisa update sore karena kesibukan mulai menyerang.