
Mendengar ucapan Bryant, Fadil tersenyum tipis ucapan yang di ucapkan oleh Bryant membuat merasa lebih yakin untuk menyerahkan Garcia pada pria ini.
"Gua ke dalem dulu" Ucap Bryant beranjak dari duduk nya
"Oke" Jawab Fadil
...****************...
Keesokan harinya di sebuah tempat yang cukup kotor terdapat seorang pria paruh baya yang duduk di ikat di sebuah kursi dengan mulut tertutup dan dalam keadaan yang buruk.
Suara langkah kaki beberapa orang terdengar dan suara itu menuju ke arah pria yang sedang terikat itu. Dengan keadaan yang cukup gelap pria paruh baya itu mencoba melihat siapa yang mendatangi nya hingga orang yang mendatangi nya menampakkan dirinya dan betapa kaget nya pria paruh baya ketika mengetahui siapa orang yang ada di depannya. Dia menghampiri Robert dan membuka lakban yang ada di mulut nya
“Tu-tuan” Ucap Seorang pria paruh baya yang tak lain adalah Robert
“Tuan?” Ucap Seorang pria yang berdiri di hadapan nya
“Hahaha aku bukan tuan mu” Sambung pria itu tersenyum miring
“A-apa maksud anda?” Ucap Robert
“Ya memang benar aku mirip seperti tuan mu yang adalah kakak ku” Ucap Malvinson duduk di sebuah kursi di depan Robert
“Kakak?” Tanya Robert bingung
“Wahh keterlaluan sekali kakak ku, dia bahkan tidak memberitahu tangan kanan yang sangat dia percaya nya jika dia mempunyai adik kembar?” Ucap Malvinson dengan sangat sarkas
“Apa tujuan anda untuk semua ini?!” Ucap Robert menatap tajam Malvinson
“Jangan menatap ku seperti itu, aku takut” Ucap Malvinson dengan nada mengejek
“HAHAHA” Tawa Malvinson
“Tujuan ya? Aku ingin semua keluarga kakak tersayang ku itu mati. Dia merebut segala nya dari ku. Kasih sayang orang tua, harta, dan wanita yang ku cintai. Dia hidup bahagia tanpa memperdulikan diriku. Aku ingin menghancurkan kebahagiaan nya dan jika dia ingin bahagia akan ku buat mereka semua bahagia di alam baka saja.” Ucap Malvinson dengan tatapan penuh dendam
Malvinson menatap Robert yang sedang menatap nya dengan sedikit ketakutan terlihat di matanya.
“Tenang saja aku tidak akan membunuhmu, jika kamu bersedia bekerjasama denganku” Ucap Malvinson
“Bekerjasama?” Tanya Robert
“Meskipun aku sudah mengirim surat aku yakin si bodoh itu tidak akan datang dengan adik nya. Dia sudah tahu tentang ku tapi terus menyembunyikan fakta itu dari adik-adik nya, bukankah dia sangat bodoh?. Bawa mereka berdua padaku dan aku tidak akan membunuhmu” Ucap Malvinson
“Saya tidak akan mengkhianati tuan Mario, Saya akan melindungi anak-anak nya dari bajingan gila seperti anda” Ucap Robert dengan sangat yakin
Malvinson tertawa sangat keras ketika mendengar jawaban dari Robert yang ingin melindungi anak-anak tuannya.
“Melindungi mereka? Dengan keadaan seperti ini? Bodoh sekali” Ucap Malvinson
“Jika kamu menolak ku, berarti kamu sudah siap untuk mati” Ucap Malvinson berdiri dari duduk nya
“Pergilah ke neraka dan sampaikan salam ku pada kakak ku, bilang padanya aku tidak akan mengirim anak perempuan pertama nya dengan cepat sebelum aku menikmati tubuhnya” Ucap Malvinson
Setelah mengatakan hal itu Malvinson pergi meninggalkan ruangan itu.
“Bunuh dia” Ucap Malvinson pada anak buah nya yang berjaga di luar
“Baik tuan”
Setelah mendengarkan jawaban Malvinson langsung pergi meninggalkan tempat itu. 2 orang yang berjaga di luar tadi langsung masuk ke dalam ruangan Robert untuk melaksanakan tugasnya.
“Ada kata-kata terakhir?” Tanya salah satu dari mereka
“Pergilah ke neraka dengan tenang” Jawab Robert
“Seharusnya kami yang mengatakan itu” Ucap Salah satu dari mereka
2 orang itu langsung mengacungkan senjata pada Robert dan 2 tembakan pun di layangkan dan kedua orang itu langsung terjatuh tepat di hadapan Robert. Ya benar, tembakan itu di layangkan oleh orang lain yang tak lain adalah beberapa orang dari tim C.
“Anda tidak apa-apa?” Tanya salah seorang dari 5 orang itu
“Saya baik-baik aja, terimakasih sudah datang tepat waktu.” Ucap Robert
“Bagaimana keadaan di luar” Tanya Robert
“Tempat ini sangat terpencil dan hanya ada 7 orang saja yang berjaga di tempat ini. Kami sudah bereskan semua nya”
“Bagus, ayo kita kembali” Ucap Robert