
“Cih, gak segampang itu bisa dapetin dia lagi” Ucap William
“Huhh jadi ucapan lu waktu itu beneran?” Ucap Louis
“Maksud nya?” Tanya Kevin
“Kalian lupa? Dia pria yang ada di rumah sakit jaga Garcia waktu ada kecelakaan yang waktu itu” Ucap Louis
“Oh iya, dia cowo yang waktu itu” Ucap Andre yang baru saja ingat wajah Bryant begitupun dengan yang lainnya
“Dan dia cowo yang sangat dekat dengan Garcia waktu mereka masih kecil. Keluarga kami bersahabat jadi itu yang membuat mereka dekat” Jelas singkat Louis
“Meskipun begitu, jika ingin mendapatkan adek kita lu harus lulus tes” Ucap Ronald dengan senyum miring
“Apapun itu gua bakal lakuin” Ucap Bryant dengan penuh percaya diri
“Gua suka semangat lu” Ucap William
“Ayo pergi ke bawah” Sambung William
Mereka semua turun ke bawah dan membawa Bryant ke halaman belakang. Mereka langsung menyuruh Bryant untuk memutari halaman ini 200 kali.
“Putari halaman ini sebanyak 200 kali” Ucap Kevin
“Baik” Jawab Bryant
Bryant langsung berlari memutari halaman ini dan di awasi oleh mereka berlima. Setelah lama memutari lapangan akhirnya Bryant berhasil memutari nya sebanyak 200 kali.
“Dia sudah selesai? Cepat sekali” Ucap Andre
“Gak bisa di biarin” Ucap William
“Heii cepet push up 450 kali” Ucap William
Bryant dengan sigap langsung push up dan melakukan nya hingga 450 kali.
“444” Ucap William menghitung jumlah push up nya
“Hei dia manusia kan?” Tanya Andre
“Gua juga heran, dia baru selesai lari 200 kali dan langsung di suruh push up 450 kali tanpa minum dan berhenti sekali pun” Jawab Kevin
“447”
“448”
“449”
Setelah selesai push up pun mereka tak berhenti di situ untuk mengerjai Bryant dan terus membuat Bryant melakukan beberapa hal hingga malam mulai datang dan akhirnya mereka memutuskan untuk berhenti.
“Ini belum apa-apa, besok datang lagi ke sini” Ucap Ronald dan meninggalkan Bryant begitu saja
Yang lain juga ikut meninggalkan Bryant yang terlihat sangat lelah dan keringat membasahi tubuh nya. Bryant dengan lelah nya pergi ke lantai 3 ke kamar yang selama ini dia tempati.
Dia langsung mandi membersihkan diri nya yang penuh keringat dan setelah selesai mandi dia keluar kamar dan ikut makan bersama yang lainnya.
Bryant duduk dan bergabung bersama yang lainnya di meja makan. Garcia memperhatikan raut wajah Bryant yang terlihat lelah dan langsung menayakannya.
“Kenapa kamu keliatan lelah banget? Apa yang kamu lakuin hari ini?” Tanya Garcia yang memang seharian ini dia tidak berada di markas
Pertanyaan Garcia membuat abang-abang nya terkejut dan melirik Bryant memberikan kode seolah ‘jangan bilang Garcia soal apapun yang terjadi hari ini’ Bryant yang mengerti pun langsung menjawab Garcia dengan sewajarnya.
“Hanya mengerjakan beberapa pekerjaan yang tertunda” Ucap Bryant
“Bukannya aku sudah bilang, jangan lakuin apapun sebelum sembuh sepenuhnya” Ucap Garcia
“Maaf, aku janji gak akan gitu lagi” Ucap Bryant
Setelah mendapat jawaban yang Garcia langsung menyuruh yang lainnya untuk menyantap makanan yang ada di depan mereka. Makan malam ini berakhir dengan sangat tenang dan semua nya kembali ke tempat mereka.
Garcia merasa aneh karena biasanya Bryant selalu mengikuti nya dan berusaha mengobrol dengan nya tapi hari ini Bryant langsung pergi tanpa sepakatah pun.
Keesokan harinya, sore hari mereka semua sudah berkumpul di halaman belakang sesuai perintah Ronald kemarin. Di sana sudah ada sebuah meja panjang yang berisi berbagai senjata tajam.
“Untuk layak jadi pendamping adek kita lu harus kuat” Ucap Ronald
“Lawan pertama mu Andre. Pertarungan tanpa senjata” Sambung Ronald
“Aturan nya di sini. Menyerang tanpa padang bulu” Ucap Ronald
Dari yang lain nya Andre sangat jago beladiri dia sangat pandai menggerakkan tubuhnya dan menyerang lawan dengan tangan kosong.
Bryant menyetujui nya dan mereka berdua langsung bersiap untuk saling melawan. Setelah siap Andre memberikan kode pada Bryant untuk menyerang terlebih dahulu dan Bryant langsung menyerang nya. Pertarungan tanpa senjata ini berlangsung dengan imbang lawan Andre kali ini benar-benar hebat dan itu dia akui nya sendiri.
Setelah cukup lama memakan waktu, pertarungan juga berakhir dengan imbang. Mereka berdua sama-sama memiliki lebam di wajah mereka meskipun pertarungan berakhir seri.
.
.
Huhh Guyss... Besok author ada tes sama wawancara kerjaa doain lancar yaa... author udah deg-degan dari sekarang huhu... Author kayak gak yakin sama diri sendiri. Semoga besok lulus dan keterima AAMIIN.