My Mafia Girl

My Mafia Girl
Are you Okay Baby Girl?



Tak lama setelah ucapan Garcia berakhir 2 mobil datang dan turun 24 orang dari 2 mobil itu.


“Mereka benar-benar tidak punya uang” Bisik Divna pada Garcia namun masih di dengar oleh pemimpin gengster


“Tamatlah riwayat kalian” Ucap pemimpin gengster itu


“Hanya ini yang kalian punya? Cihh sedikit sekali” Ucap Divna


“Bagi kami kalian hanya sekumpulan orang yang tidak berguna” Sambung Divna


“Di bayar berapa kalian sama Diana’s Group?” Tanya Garcia menatap datar mereka


“Bagaimana kau tahu?” Tanya Pemimpin gengster itu


“Bukan urusanmu”


“Baiklah, karena kau sudah mengetahui nya aku akan menyelesaikan pekerjaan ini dengan bersih” Ucap Pemimpin gengster itu


Garcia tak menanggapi nya dia malah berbalik dan berjalan ke arah mobil.


“Mau kemana kau hah?” Ucap pemimpin gengster itu berjalan mendekat ke arah Garcia namun di hadang oleh Divna


“Lawan gua dulu baru dia” Ucap Divna


“Jika itu yang kau mau, maka akan ku layani” Ucap Pemimpin gengster


Divna dan pemimpin gengster itu terlibat perkelaihan di bantu dengan anak buah pemimpin itu. Sementara Garcia, dia kembali ke mobil untuk mengambil senjata api milik nya. Dia ingin cepat-cepat mengakhiri pertunjukan ini. Dia sangat malas untuk bermain kali ini.


Mobil lain tiba di sana, mobil yang tak lain adalah milik Bryant. Bryant langsung mengambil senjata nya dan turun menghampiri Garcia. Samuel juga ikut turun untuk membantu bos nya dan juga calon bos nya.


Dor.. Dorr..


Dua tembakan di layangkan Garcia pada dua orang dari gengster itu.


Dor.. Dorr.. Dorr...


Tiga tembakan lain berasal dari belakang Garcia yang menembak gengster-gengster itu dan tentu nya tembakan itu berasal dari Bryant yang sambil berjalan mendekat ke arah Garcia.


Garcia menoleh dan melihat ke arah Bryant sebentar dan matanya kembali fokus pada target nya. Dia terus menembakkan peluru nya pada orang-orang yang ada di depannya.


Bryant yang tak mendapat kan respon hanya tersenyum dan ikut kembali fokus pada orang-orang yang ada di hadapan nya sekarang.


“Nona ambil ini” Ucap Samuel melemparkan senjata api pada Divna


“Terimakasih” Ucap Divna menangkap sempurna senjata api yang di berikan


Divna langsung ikut menembak orang-orang dari gengster itu. Saat ini bukan hanya di pihak Garcia yang ikut menembak namun pihak gengster juga ikut menembak. Aksi tembak-tembakan ini membuat beberapa orang dari gengster itu tewas, namun secara tiba-tiba 3 mobil lain datang dengan banyak orang. Jika di lihat mobil kali ini dari gengster yang berbeda. Dari tato mereka Garcia menyadari bahwa mereka bukan gengster rendahan namun mereka seorang mafia yang menduduki 10 besar. Dan tentu nya hal ini membuat Garcia berdecak kesal.


“Ck, merepotkan” Gumam Garcia yang di dengar oleh Bryant


“Kita selesai dengan cepat” Ucap Bryant dan hanya di angguki oleh Garcia


Kali ini selain menembak mereka juga melakukan adu kekuatan otot. Meskipun kalah jumlah tetapi kekuatan mereka tidak sebanding dengan anggota mafia itu. Melihat semakin banyak nya orang, supir Garcia dan Bryant yang di larang untuk ikut campur akhir nya turun dan membantu boss mereka. Mereka tidak peduli dengan hukuman yang mereka dapat nanti saat ini yang terpenting adalah nyawa boss mereka.


Saat ini sudah banyak orang yang tewas dan kali ini tersisa beberapa anggota Mafia yang masih hidup. Mereka masih fokus bertarung dengan orang-orang yang ada di hadapan mereka. Tanpa mengetahui seseorang yang tak jauh dari lokasi pertarungan sedang membidik Garcia.


Tanpa sengaja Bryant melihat orang yang bersembunyi di balik bangunan dan melihat jika orang itu sedang membidik Garcia. Tanpa pikir panjang Bryant langsung berlari ke arah Garcia dan memeluk nya dan di saat bersamaan peluru itu di luncurkan. Dan tepat saat itu juga semua anggota mafia dan gengster itu tewas.


Dor..


Tembakan itu mengenai bahu milik Bryant, Bryant langsung berbalik dan menembak balik orang itu dan tepat mengenai sasaran. Setelah membalas tembakan itu Bryant langsung terjatuh namun masih di dalam pelukan Garcia.


.


.


.


Hai guys... I'm back. How are you today?


Minggu yang cerah dan cocok buat rebahan sambil baca novel nihh. Dan bagi author ini cocok buat nulis sambil bacain komentar-komentar dari kalian lagi. Happy Weekend guys....