
Satu tembakan melayang ke arah anak buah Garcia dari atas slah satu bangunan yang ada di sana, namun tembakan itu meleset. Meskipun hanya berdua tapi kemampuan mereka setara dengan 15 orang dan musuh pun mengakui hal itu karena sejak tadi baku tembak dan berkelahi kedua anak buah Garcia tak ada luka sama sekali.
“Mereka benar-benar hebat” Ucap Salah satu musuh pada temannya
“Ya, kau benar. Seperti kita salah cari gara-gara dengan orang ini” Jawab Temannya
Sementara di mobil, sejak tembakan dari atas gedung tadi. Garcia langsung merubah raut wajah nya menjadi sangat datar dan juga aura yang mengerikan keluar dari dalam tubuh nya.
“Itu pasti mereka kan?” Tanya Divna
“Ya” Jawab Garcia singkat
Garcia menatap salah satu bangunan yang ada di sana. Ketika sudah mendapatkan apa yang dia dapat dia langsung tersenyum seperti seorang psikopat.
Sedangkan orang yang berada di atas gedung itu mengumpat kesal karena gagal menembak kan peluru ke arah anak buah Garcia.
“Sialan, bagaimana bisa gagal” Umpat kesal orang itu
“Ayoo kita turun dan hadapi dia” Ajak orang ituu pada temannya
“Kau yakin Ton?” Tanya temannya
“Kau mau mati di tangannya saat dia pulang nanti atau kita buat dia mati sekarang?” Tanya balik Toni pada temannya
“Baiklah” Jawab Noval
Mereka sepakat untuk turun dan menghabisi Garcia dengan tangan mereka sendiri. Sementara di sisi Garcia, dia melihat anak buah nya sudah menghabisi semua orang suruhan anak buah nya yang berkhianat itu. Saat dia sedang menunggu kedatangan kedua anak buah nya yang berani mengusik nya.
“Mereka jatah ku” Ucap Garcia tersenyum miring dan langsung turun dari mobil saat melihat Toni dan Noval turun untuk menghadapi nya
“Kalian berdua diam jangan ikut campur setelah ini atau kalian yang mati” Ucap Garcia pada anak buah nya
“Baik Queen” Jawab anak buah nya
“Gua ikut main” Ucap Divna yang tiba-tiba berada di sisi kanan nya
“Terserah” Ucap Garcia menatap lurus ke depan melihat Toni dan Noval yang baru saja muncul
“Halo Queen” Sapa Toni dengan senyum dan raut wajah yang mengejek
“Wahh.. Ternyata anda sangat cantik jika di lihat secara langsung seperti ini. Bagaimana anda menjadi wanita saya malam ini?” Ucap Toni menggoda
“BERANI NYA KAU BERKATA SEPERTI ITU” Teriak marah Anak buah Garcia maju untuk melawan namun gerakan tangan dari Garcia mampu membuat mereka berhenti
“Berhenti, kau lupa peringatan ku tadi?” Ucap Garcia melirik anak buah nya
“Maaf Queen” Ucap Anak buah Garcia menunduk kan kepala nya
“Hahaha lihatlah kalian pengecut” Ucap Noval menertawakan Anak buah Garcia
“Sebelum menghina orang sebaik nya kau mengaca terlebih dahulu” Ucap sinis Divna
“Kenapa kesal ya?” Ejek Divna sambil tersenyum miring
“KAU...” Teriak kesal Noval dan langsung mengambil belati yang di simpan di belakang tubuh nya
“Dasar bodoh” Gumam Divna sambil tersenyum miring
Mereka langsung mengambil posisi masing-masing dan mulai saling menyerang. Sedangkan Garcia, dia masih santai sambil melihat pertarungan itu.
“Dimana rekan mu yang lainnya? Apa mereka tidak akan membantu mu?” Tanya Garcia menatap Toni
“Mereka akan segara kemari, menyerahlah. Anda akan selamat dan tetap hidup jika anda bermalam dengan ku.” Ucap Toni yang terus menggoda Garcia
Sejak dia melihat Garcia secara langsung membuat gairah di dalam tubuh nya seolah meledak. Mendengar ucapan Toni membuat Garcia tertawa bukan hanya Garcia saja. Tetapi juga kedua anak buah Garcia yang berada di belakang nya menahan tawa mendengar ucapan Toni.
“Hahaha membuat ku tetap hidup? Yang benar saja.” Ucap Garcia sambil tertawa mengejek
“Aku akan tetap hidup tanpa bermalam dengan mu” Sambung Garcia menatap tajam Toni
“Sombong sekali, mari kita lihat siapa yang akan mati hari ini” Ucap Toni dengan angkuh
“Seharusnya aku yang berkata seperti itu” Ucap Garcia dengan senyum miring
“Heh, jangan banyak bicara dan kita mulai saja” Ucap Toni yang kesal
“Padahal dia yang banyak bicara” Gumam Garcia yang di dengar oleh kedua anak buah nya
“Astaga, di saat seperti ini Queen masih bisa ngelawak” Bisik Leon pada Ilham
“Queen kita memang beda” Bisik balik Ilham
Garcia dan Toni sudah terlihat mulai saling menyerang. Dalam pertarungan Toni terlihat sangat kesulitan menghadapi Garcia yang dengan brutal menyerang nya. Tapi, jika pendapat Garcia sendiri itu adalah cara menyerang paling santai bagi nya.
Dorr..
“GARCIA!” Teriak Divna
“QUEEN!” Teriak kedua anak buah Garcia
.
.
.
Hai guys.. Gimana hari nya? Happy Gak?
Maap ya author gapernah update selama 2 minggu ini... soal nya author bener-bener sibuk dan gapunya waktu buat nulis bab baru. Tapi, tenang aja author bakal usahain kok untuk tetep update walaupun gak teratur.