My Mafia Girl

My Mafia Girl
Gadis pirang



Mereka semua langsung menatap Fadil yang tengah acuh dan malah bermain ponsel nya. Fadil yang merasa di tatap langsung menatap teman-teman nya dan menaikkan satu alis nya mempertanyakan kenapa mereka semua menatapnya. Arya yang merasa temannya sedikit bodohh itu langsung menggerakan kepala nya untuk melihat ke arah gadis berambut pirang itu. Fadil langsung menatap gadis berambut pirang itu dengan bingung.


“Kenapa?” Tanya Fadil


“Aku tertarik dengan mu, bisakah kamu memberikan nomor ponsel mu?” Tanya Gadis itu sekali lagi


“Aku sudah punya pacar” Ucap Fadil mengangkat tangan Garcia dan mencium punggung tangannya


Garcia yang tadinya juga acuh kini kaget dengan tindakan Fadil. Bukan hanya Garcia, ke 5 temannya yang lain juga kaget dengan tindakan Fadil.


“O-oh.. ma-maaf” Ucap Gadis itu malu lalu pergi dari meja makan mereka


Setelah gadis itu pergi, Fadil melepaskan tangan Garcia dan kembali makan hingga dia merasakan tatapan intimidasi dari sekitar nya.


“Kalian pacaran?” Tanya Arya


“Gak adil, lu nikung kita Dil?” Tanya Rendy


“Parah sih” Ucap Roy


“Kalian beneran pacaran?” Tanya Divna dengan tatapan lebih mengintimidasi daripada yang lainnya


“Gausah ngaco deh, itu cuma upaya Fadil biar gak di ganggu” Ucap Garcia


“Serius tuh?” Tanya Ardi


“Iya” Jawab Fadil dengan cuek


“Ohhh” Ucap mereka berlima


Meskipun terlihat cuek dan tenang namun tidak dengan hati Fadil yang terus berdebar kencang. Dia sebenarnya reflek mencium tangan Garcia itu sama sekali tidak terpikirkan. Fadil melirik Garcia yang sedang makan dengan tenang dan terlihat sama sekali tidak kepikiran soal kejadian barusan.


Setelah selesai makan mereka langsung melanjutkan perjalanan ke dua mereka yaitu danau Lugano. Saat ini yang menyetir mobil Garcia adalah Ardi. Fadil dan Ardi secara bergantian menyetir mobil supaya mereka tidak terlalu lelah di dalam perjalanan yang panjang mereka.


Di dalam mobil yang di tumoangi Garcia memiliki suasana yang tenang, ah lebih tepat nya suasana canggung yang di buat oleh Fadil sejak kejadian di restoran tadi. Sementara di mobil Arya mereka tengah bernyanyi dengan sangat senang di dalam mobil.


“SHE PULLS ME IN ENOUGH TO KEEP ME GUESSIN’, HMMM” ~ Arya


“AND MAYBE I SHOULD STOP AND START CONFESSIN’ CONFESSIN’, YEAHHH” ~ Rendy


“YOU TAKE ME PLACES THAT TEAR UP MY REPUTATION MANIPULATE MY DECISION BABY, THERE’S NOTHING HOLD ME BACK” ~ Arya


“THERE’S NOTHING HOLDIN’ ME BACK 2X” ~ Rendy & Roy


Mereka bertiga terlihat tengah menikmati perjalanan kali ini dengan sangat senang. Sementara di mobil Garcia suasana masih tetap hening. Divna yang tak tahan langsung mengangkat suaranya agar suasana kembali cair.


“Gua nyalain musik ya” Ucap Divna mulai menyalakan musik


Musik pun di putar namun tetap saja suasana nya masih sama. Divna akhirnya menyerah dan hanya diam menikmati musik yang masih di putar. Ardi yang melihat Divna merasa kesal dia tertawa kecil. Menyadari Ardi menertawai nya Divna langsung memukul lengan Ardi yang memang dia duduk di samping pengemudi.


Perjalanan terus berlanjut hingga Garcia tanpa sadar tertidur dan menjatuhkan kepala nya di pundak Fadil. Hal itu tentu saja mengagetkan Fadil hingga semua tubuh nya terasa kaku.


“Tegang amat” Sindir Divna yang melihat dari kaca mobil


“Hahaha patung lu bro?” Ejek Ardi yang melihat tubuh Fadil kaku seperti patung


“Gua ngerasa bersalah soal di restoran tadi” Ucap Fadil


“Sans aja kali, orang Garcia gak mempersalahin itu kan” Ucap Divna


“Sebaiknya kalo dia bangung lu minta maaf aja dan hentiin suasana canggung yang lu buat.” Sambung Divna


“Bener tuh apa kata Divna” Setuju Ardi


Fadil pun memikirkan perkataan Divna, ada benar nya juga suasana canggung itu Fadil sendiri yang membuat nya sedangkan Garcia dia malah santai seolah tidak ada hal apa-apa.


“Oke, thanks” Ucap Fadil


.


.


Haiii lamaa takk updatee


Author ada cedera kecil waktu olahraga. Tangan kanan author kesleo dan susah banget ngetikk pakek satu tangan apalagi tangan kirii. Ini masihh agak sakit sih tapi bisaa di gunain ngetik tapi gak bisa intens pakek dua tangan.