My Mafia Girl

My Mafia Girl
Pria gila



Sementara di kamar Garcia, dia sedang memegang kedua pipi nya yang terasa panas sambil tiduran di kasur. Dia biasanya tidak pernah mengijinkan seorang pria memegang dirinya. Dia juga memikirkan mata Bryant yang begitu familiar bagi nya. Dia seperti pernah melihat mata itu sebelum nya namun dia lupa dimana dia pernah melihat mata itu.


“Aku merasa benar-benar pernah melihat matanya, tapi kapan?” Monolog Garcia


Dia terdiam mencoba mengingat dimana dia pernah melihat mata seperti Bryant namun bukan nya teringat di pikirannya malah terbayang wajah Bryant yang begitu dekat dan tubuh Bryant yang sangat atletis.


“Oh god, apa-apaan ini. Pasti otak ku sudah tertular oleh Reina” Ucap Garcia menggeleng-gelengkan kepalanya


Dia melihat jam di tangannya dan sekarang sudah menunjukkan pukul 01:00 dini hari. Garcia langsung beranjak dari tempat tidur nya dan pergi ke kamar mandi. Setelah pertarungan itu membuat tubuh Garcia di penuhi keringat dan itu membuat Garcia tidak nyaman jika terus-terusan memakai baju yang penuh keringat.


Setelah setengah jam lamanya dia keluar dengan dress tidur nya yang cukup memperlihatkan jelas bentuk tubuh nya. Dia langsung merangkak ke kasur dan menarik selimut. Dia menatap langit-langit kamar nya dan akhirnya dia mulai memejamkan matanya dan tertidur begitu saja.


Di pagi hari nya tepatnya jam 8, diluar Divna sedang panik akibat telat masuk kuliah. Dia bahkan hanya meraih roti yang sudah di siapkan oleh Samuel sejak pagi tadi.


“Tuan Bryant, tolong bangunkan adek saya ya. Saya buru-buru, terimakasih. Makasih juga buat rotinya Sam” Ucap Divna lalu pergi dengan sedikit berlari


“HATI-HATI” Teriak Samuel dan hanya di acungi jempol oleh Divna


“Lu mau kemana?” Tanya Samuel ketika melihat Bryant beranjak dari duduk nya


“Lu gak denger tadi?” Tanya balik Bryant dan langsung pergi begitu saja


Sementara di kamar Garcia, dia masih tertidur pulas di ranjang empuk nya. Bryant tiba di kamar Garcia, dia sempat berfikir kamar nya mungkin terkunci. Jadi, dia hanya mengetok pintu kamar dari luar untuk membangun kan Garcia.


Tokk tokk tokk


“Nona Garciaa...” Panggil Bryant


Lama tak mendapat sautan hingga akhirnya dia mencoba membuka pintu kamar Garcia dan ternyata tidak di kunci.


“Ceroboh sekali, kenapa tidak di kunci” Ucap Bryant ketika membuka pintu kamar Garcia yang tidak di kunci


Dia langsung berjalan masuk ke kamar Garcia, dari kejauhan dia melihat Garcia masih tertidur pulas. Dia langsung menghampiri Garcia dan betapa kaget nya dia ketika melihat dress yang Garcia pakai itu terlihat sedikit. Selimut yang Garcia pakai sedikit turun dan membuat dress yang di kenakan Garcia sedikit terlihat.


“Damnn!” Ucap Bryant


“Gadis ini benar-benar membuatku gila” Ucap Bryant memijit kepala nya


Bryant menarik selimut Garcia yang turun itu kembali naik agar menutupi tubuh Garcia.


“Garcia, bangun” Ucap Bryant yang duduk di pinggiran ranjang


“Hmm nanti dulu kak, 5 menit.” Ucap Garcia dengan suara khas bangun tidur


Garcia mengira yang membangunkan nya adalah Divna. Sebab sebelum nya Garcia memberikan pesan pada Divna untuk membangun kan nya di pagi hari nanti.


“Aku akan benar-benar gila jika seperti ini” Ucap Bryant yang sedikit merinding mendengar suara Garcia


Garcia mulai membuka sedikit matanya perlahan-lahan. Hal pertama yang dia lihat adalah langit-langit kamar nya dan kemudian dia menoleh ke arah Bryant. Dia terkejut melihat Bryant berada di kamar nya dan langsung duduk sambil menarik selimut nya agar pakaian nya tidak terlihat oleh Bryant.


“Bagaimana kamu bisa masuk?” Tanya Garcia bingung


Kamu? Kata itu membuat Bryant tersenyum manis menatap Garcia. Dia pun menjelaskan dengan singkat bagaimana dia bisa masuk dengan mudah di kamar Garcia.


“Pintu mu tidak terkunci” Ucap Bryant dengan santai nya


Ya, Garcia lupa mengunci pintu kamar nya sebelum tidur. Dia meratapi kebodohan nya itu.


“Ck, Jam berapa sekarang” Tanya Garcia sambil mengucek matanya


“Jam 8” Jawab Bryant


“APA?!” Ucap Garcia kaget dan langsung melihat jam di kamar nya dan benar saja memang sudah jam 8 lewat 10 menit.


“Pergilah aku akan mandi” Ucap Garcia


“Oke” Jawab Bryant lalu berjalan pergi ke luar kamar


Melihat itu Garcia mulai menurunkan selimut nya yang dia pegangin sejak tadi. Bryant menghentikan langkahnya ketika hampir sampai di pintu dan berbalik menatap Garcia hal itu membuat Garcia menarik kembali selimut nya dengan cepat agar menutupi tubuh nya.


“Lainkali kunci pintu mu, aku tidak akan rela jika ada laki-laki lain melihat mu tidur dengan dress seperti itu. Itu terlihat sangat sexyy baby.” Ucap Bryant dan di akhir kalimat dia menatap dan tersenyum menggoda ke arah Garcia


Garcia memelototkan matanya mendengar Bryant berkata seperti dan Bryant hanya tersenyum menggoda melihat wajah marah Garcia saat ini. Bryant langsung berjalan keluar dengan cepat sebelum di terkam oleh singa betina itu.


“BRYANT... APA YANG KAU KATAKAN HAH?!” Teriak kesal Garcia dari dalam kamar dan masih terdengar di luar kamar Garcia


Bryant hanya tertawa di balik pintu ketika mendengar suara teriakan Garcia.


“CEPAT LAH MANDI ATAU KAMU AKAN TELAT” Teriak balik Bryant dari luar


Sementara di dalam kamar Garcia dia sedang berdecak kesal dengan wajah merah nya.


“Ck, dasar pria gila” Ucap Garcia lalu beranjak dari duduk nya dan berjalan ke kamar mandi


.


.


.


Hai guys... Gimana Hari nya?


Kalo kemarin lebih dikit dari biasanya sekarang lebih banyak dari biasanya nih hehe..