My Mafia Girl

My Mafia Girl
2 Fakta



“Menurutmu pelaku nya siapa?” Tanya Samuel


“Dugaan terkuat gua saat ini adalah orang mirip Daddy nya” Jawab Bryant


“Maksud nya?” Tanya Samuel bingung


“Sewaktu gua nemuin surat dari Garcia dia bilang di surat itu bakal pergi ke sini dan nemuin orang yang mirip Daddy nya. Dia berharap Daddy nya beneran masih hidup dan nekat terbang sendirian kesini. Louis juga menggila waktu dia tahu Garcia pergi buat nemuin orang itu. Dia bilang dia memang kembaran Daddy nya yang bunuh keluarga mereka dan Louis nyembuyiin itu semua agar Garcia aman” Ucap Bryant


“Tapi nyatanya gegara dia nyembuyiin fakta itu bikin Garcia dalam bahaya” Sambung nya mengepalkan tangannya


“2 Fakta sekarang terungkap. Satu, dia kembaran Daddy Garcia dan dua dia bekerja sama dengan mafia Blood Demon atau sebenarnya dia pemilik asli Blood Demon” Ucap Bryant


“Selidiki soal itu” Sambung Bryant


“Siap bos” Ucap Samuel yang mendengar kan secara rinci


“Lu sebaiknya pergi dan coba tenangin cewe lu. Dia lebih shock daripada yang lainnya” Ucap Bryant


“Oke, gua pergi dulu. Lu tenang aja Garcia bakal baik-baik aja” Ucap Samuel


“Gua tau” Ucap Bryant


Samuel pun langsung pergi meninggalkan Bryant sendirian di balkon. Setelah Samuel pergi Bryant langsung masuk ke dalam dan merebahkan tubuhnya di ranjang Garcia.


“Bertahanlah babe, aku akan segera datang” Ucap Bryant sambil mencium harum bantal Garcia


Sementara di tempat lain tepatnya di sebuah ruangan yang cukup gelap terdapat seorang pria yang tengah berdiri sambil tersenyum menghadap jendela. Hingga seseorang masuk untuk memberikan laporan.


“Bagaimana?” Tanya orang itu berbalik menatap orang yang berada di depannya


“Mereka semua percaya tuan, saat ini mereka sedang dalam masa berduka yang sangat dalam.” Ucap Pria yang di tugaskan untuk memantau


“Kamu yakin?” Tanya pria itu yang di panggil tuan


“Yakin tuan, tak ada satupun dari mereka yang curiga”


“Baguslah dan pergilah”


“Baik, saya permisi tuan” Ucap nya membungkuk dan meninggalkan ruangan


Setelah mata-mata nya itu pergi, pria itu langsung ikut keluar dari ruangannya dan menuju ke sebuah kamar. Sesampainya di kamar dia langsung melihat seorang gadis yang tengah terbaring dengan selang infus di tangannya dan beberapa luka di tubuh nya. Dia menatap gadis itu cukup lama hingga di menyeringai.


“Anakmu sangat cantik, Mario. Dia terlihat sangat mirip dengan Laura” Ucap Pria itu


“Sampai aku juga menginginkannya” Sambung nya tersenyum miring


Pria itu duduk di pinggir ranjang Garcia dan mengelus pipi lembut Garcia dengan tatapan penuh gairah. Dia mendekatkan diri nya ke wajah Garcia. Pria paruh baya itu semakin mendekat seolah ingin mencium bibir Garcia saat akan mencium Garcia dia di kagetkan suara ketokan pintu. Dengan perasaan kesal dia langsung menjauh dan menyuruh orang yang berada di luar kamar masuk.


“Masuk” Ucap Orang itu


“Kenapa?” Tanya pria itu dengan kesal


“Aku dengar kamu membawa seorang gadis, ternyata itu memang benar” Ucap James yang duduk di sofa


“Siapa dia?” Tanya James sambil menghisap rokok nya


“Anak Mario” Jawab Pria itu dengan santai


“APA?!” Ucap James dengan kaget nya langsung berdiri menghampiri pria itu dan menatap Garcia yang sedang tak sadarkan diri


“Vin lu gak bercanda kan? Jadi mereka masih hidup?” Tanya James


“Ya” Jawab pria itu yang di ketahui bernama Malvinson


“Dia terlihat seperti ibu nya” Ucap James


“Cantik dan sexyy” Sambung nya


“Dia milikku” Ucap Malvinson


“HAHAHAHA okay okay, gak dapet ibu nya dapet anak nya ya?” Ucap James di sertai tawa


“Diamlah” Ucap Malvinson dengan kesal


“Udah lu apain dia?” Tanya James sambil menghisap rokok


“Bajingan brengsekk kayak lu pasti bakal ngelakuin hal apa pun meskipun dia gak sadar kan?” Ucap James


“Masih belum” Ucap Malvinson


“Heh, tumben” Ucap James


“Itu semua gegara lu sialann!” Ucap Malvinson namun di sambut tawa oleh James yang mengetahui gegara kedatangan nya Malvinson tidak jadi melakukan nya


“Diem lu!” Ucap Malvinson kesal


“Ayo pergi, gua udah gak nafsuu di sini” Sambung nya


Mereka berdua langsung meninggalkan kamar Garcia dan pergi ke tempat lain. Malvinson adalah saudara kembar Mario yang tidak ketahui oleh siapapun dan hanya beberapa orang saja yang mengetahui nya. Malvinson dan James sebenarnya adalah seorang sahabat. Malvinson pernah menyelamatkan James saat James berada dalam bahaya dan dia menjadikan James sebagai tangan kanan nya dan menyuruh nya untuk mendekati sang kakak yaitu Mario agar dia bisa mendapatkan segala informasi.


.


.


Hai guys author balik nihh


Kemaren author gak bercanda cuma bergurau HAHAHA... Takut banget waktu di marahin kemaren hahaha. Tenang aja ini masih belum end kok. Cerita ini masih siap menemani hari-hari kalian. Love u all