My Mafia Girl

My Mafia Girl
Ketahuan



“Apa yang ingin anda bicarakan pak?” Tanya Garcia dengan nada formal ketika melihat semua nya sudah pergi


“Bukan sesuatu yang spesial nona, saya merasa anda mirip sekali dengan teman saya dulu jadi saya ingin sedikit mengobrol sebentar” Ucap Daddy Dimitri


“Ah maaf, mungkin ini sangat membuang-buang waktu anda ya” Sambung nya


“Tidak masalah jika hanya sebentar” Ucap Garcia


“Ada yang perlu saya tanyakan mengenai hal pribadi apa boleh saya menanyakan nya?” Tanya Daddy Dimitri


“Silahkan” Ucap Garcia


“Apa anda sudah memiliki pacar? Jika belum maukah anda berkenalan dengan anak saya?” Ucap Daddy Dimitri


“Jika ini orang lain mungkin aku sudah sangat kesal dan meninggalkan tempat ini sejak tadi” Batin Garcia


“Maaf, saya sedang dekat dengan seseorang” Ucap Garcia


“Ah begitu yaa sayang sekalii” Ucap Daddy Dimitri


“Baiklah, pembicaraan tidak penting nya sampai sini saja” Ucap Daddy Dimitri


“Baiklah” Ucap Garcia beranjak dari tempat duduk nya


“Ingatanmu sudah kembali kan nak?” Ucap Daddy Dimitri yang tetap duduk dan memperhatikan Garcia yang sedang berdiri siap untuk keluar


“Maaf apa maksud anda?” Tanya Garcia


“Tidak perlu berpura-pura, Daddy sudah tahu kalau ingatan mu udah sepenuhnya kembali” Ucap Daddy Dimitri


“Duduklah, mari bicara lagi sebentar” Ucap Daddy Dimitri yang melihat wajah syok Garcia


“Bagaimana Daddy bisa tahu” Ucap Garcia yang kembali duduk


Setelah ketahuan Garcia langsung memanggil Daddy Dimitri dengan sebutan Daddy. Karena sejak kecil itu sudah di terapkan untuk nya memanggil seperti itu karena kedekatan antar dua keluarga yang sangat baik. Mendengar Garcia memanggil dengan sebutan Daddy membuat Daddy Dimitri tersenyum.


“Pembicaraan yang tidak jelas tadi hanya sebuah jebakan untuk mengetahui nya” Ucap Daddy Dimitri


“Aku tidak paham Dad” Ucap Garcia


“Sudahlah jangan di pikirkan, apa Bryant sudah mengetahui nya?” Tanya Daddy Dimitri


“Belum, sebenarnya aku ingin memberitahu nya tapi dia malah menghilang tanpa kabar sama sekali” Ucap Garcia dengan nada kesal dan membuat Daddy Dimitri tertawa kecil


“Dia ada perjalanan bisnis ke Australia” Ucap Daddy Dimitri


“Aku tahu, tapi sepertinya dia berkencan di sana” Ucap Garcia yang teringat foto Bryant yang tengah mengobrol dengan seorang wanita


“Hahaha mana mungkin, selama ini dia selalu mencari mu dan selalu berfikir kamu masih hidup dan rela di anggap gay oleh orang-orang terdekat nya karena dia sangat menjauhi wanita lain yang mencoba mendekati nya” Ucap Daddy Dimitri


Mendengar ucapan itu sedikit membuat hati Garcia tenang dan merasa senang. Bryant terus mencari nya meskipun sudah di suguhkan dengan mayat dirinya waktu itu.


“Apa Daddy juga menganggap Bryant gay?” Tanya Garcia


“Daddy sempat berfikir bahwa itu benar sih” Jawab Daddy Dimitri


“Hahaha”


“Sepertinya Daddy sudah terlalu banyak mengambil waktu mu sehingga asisten mu bolak-balik di depan pintu seperti itu” Ucap Daddy Dimitri


“Dia orang yang baik Dad, dia selalu menjaga ku setiap waktu” Ucap Garcia ketika menoleh ke belakang


“Kalo begitu Daddy pamit dulu” Sambung nya beranjak dari duduk nya


“Ayo Cia antar” Ucap Garcia yang ikut berdiri


Garcia hanya mengantar Daddy Dimitri sampai ke pintu ruang rapat. Setelah kepergian Daddy Dimitri, Garcia juga langsung ke ruangan nya untuk kembali bekerja.


...****************...


Di malam hari di H7D Garcia sedang merebahkan tubuh nya sambil bermain game di dalam ponsel nya.


“Apa dia sudah kembali ke Indonesia? Perempuan tadi berbicara bahasa Indonesia. Jika sudah pulang kenapa masih belum ada kabar apapun” Gumam Garcia kesal


"Tapi perempuan dalam foto itu bukan orang Indonesia dan terlihat jelas bahwa dia orang lokal sana" Gumam nya


“Heh aku benar-benar di permainkan” Sambung nya


Saat sibuk dengan pikiran nya sistem DG memberitahu bahwa Divna ingin bertemu dengannya dan saat ini sedang menunggu di luar. Setelah mendapatkan izin dari Garcia, Divna langsung masuk dengan pakaian yang rapi dan membuat Garcia mengerutkan keningnya walaupun tanpa menatap Divna karena sedang fokus bermain game.


“Mau kemana lu?” Tanya Garcia tanpa mengalihkan pandangannya


“Adalah, ayo ikut gua” Jawab Divna yang duduk di samping ranjang


“Gak ah males” Ucap Garcia


“Ayooo Ciaaaaa” Ucap Divna menggoyangkan tangan Garcia


“Singkirin tangan mu kak nanti gua kalah” Ucap Garcia


“Udah duluu mainnya game nya, ayo ikut gua sekarang. Ini penting.” Ucap Divna mengambil ponsel Garcia


“Kakkkkk” Rengek Garcia


“Ayoo berdiri dan ganti pakaian mu dengan ini” Ucap Divna memberika sebuah paperbag pada Garcia


“Acara apa emang? Gua gaada buat janji sama sekali hari ini seinget gua” Ucap Garcia yang duduk dan melihat isi paperbag itu


“Udah sana ganti! Dandan yang cantik juga” Ucap Divna menarik Garcia agar bangun dari duduk nya


“Gua gak mau” Ucap Garcia kembali memberikan paperbag itu


“Ini tuh penting, kalo lu dateng lu bakal dapet informasi soal ketua asli Demon Blood loh. Karena orang ini Cuma mau bicara kalo lu yang dateng” Ucap Divna


“Lu serius orang ini dapet di percaya?” Tanya Garcia


“Dua rius malah” Ucap Divna


“Ck” Decak Garcia yang beranjak dari duduk nya


Dia langsung membawa paperbag itu ke ruang ganti. Sementara Divna tersenyum misterius melihat Garcia yang sudah pergi ke ruang ganti. Dia langsung mengetikan sesuatu di ponsel nya seolah sedang mengabari seseorang.


“Heh kena lu Ci” Gumam Divna tersenyum miring


.


.


Hai guys... Gimana hari ini?


Terimakasih atas like, komen, dan udah nambahin novel ini ke favorit... Terimakasih banyak author bakal lebih bekerja lebih keras lagi buat kalian.