
Tak butuh waktu lama dengan kecepatan tinggi mereka akhirnya sampai di salah satu club ternama yang ada di kota ini.
“Lu pesen yang VIP?” Tanya Garcia
“Kagak, sesekali nyoba yg biasa” Jawab Reina
“Ayo masuk” Sambung Reina
Mereka berdua langsung berjalan masuk ke dalam club dan begitu masuk ke dalam club tersebut suara musik mulai terdengar keras dan beberapa orang sedang menari.
“Itu tempat duduk kita” Ucap Reina dan langsung menarik Garcia menuju ke kursi mereka
“Udah lama gua gak kesini” Ucap Reina yang baru saja duduk
Tepat saat mereka duduk mereka langsung di hampiri oleh manager club dengan membawa seseorang di samping nya.
“Selamat malam nona Reina yang terhormat” Ucap Manager itu
“Oh hai Ron” Ucap Reina ketika melihat Manager itu datang menyapa nya
“Wahh udah lama lu gak kesini” Ucap Manager itu
“Hahaha sibuk bangett akhir-akhir ini” Jawab Reina sambil tertawa
Reina dan Manager club itu adalah teman lama jadi wajar saja jika manager itu bersikap sangat santai dengan pelanggan yang adalah teman nya sendiri.
“Nihh minuman kesukaan lu” Ucap Manager itu mengambil minuman dari nampan yang di pegang oleh orang yang ada di sebelah nya
“Thank you” Ucap Reina
“Kamu pergilah” Ucap Manager itu pada orang yang ada di samping nya
“Ini siapa?” Tanya Manager itu yang duduk bergabung bersama mereka berdua
“Temen gua” Jawab Reina sambil menuangkan wine ke dalam gelas
“Boleh juga” Ucap Manager itu memperhatikan Garcia yang sedang fokus dengan ponsel nya
“Jangan macem-macem dehh lu kalau gamau mati di tangan iblis satu ini” Ucap Reina yang tahu maksud temannya itu
“Hahaha bercanda gua” Ucap Manager itu tertawa
“Oh iya Ci, ini Roni temen lama gua. Dan lu Ron, ini Garcia temen gua juga” Ucap Reina memperkenalkan kedua nya
“Hai, Roni” Ucap Roni mengulurkan tangannya
“Lu mau Ci?” Tanya Reina memberikan gelas yang berisikan wine
“Lu tahu kalo gua gak minum” Jawab Garcia
“Oh iya lupa hehe” Ucap Reina
“Club rame?” Tanya Reina
“Ya... Lumayan lah” Jawab Roni
Mereka terus mengobrol hingga akhirnya Reina cukup mabuk dan langsung berdiri untuk ikut menari bersama yang lainnya.
“Tuh anak kalo mabuk emang gak terkendali” Ucap Roni ketika melihat Reina yang sedang asik menari bersama pelanggan yang lain
“Lu udah temenan lama sama Reina?” Tanya Roni
“Lumayan” Jawab Garcia
“Ohh pantes kalian keliatan deket banget” Ucap Roni
“Hmm” Jawab Garcia
Jawaban yang di berikan oleh Garcia terus saja mematikan topik yang telah di pikir kan oleh Roni. Sebenarnya Roni tertarik berbicara dengan Garcia namun Jawaban nya yang singkat membuat nya tak tahu harus berbicara apalagi. Namun saat dia ingin bertanya lagi seorang pegawai memanggil untuk sebuah alasan.
“Bos, tamu di ruangan VIP ingin bertemu ada sedikit masalah yang terjadi” Ucap Pegawai itu
“Baiklah, tunggu sebentar” Ucap Roni terhadap pegawai nya
“Maaf nona cantik, gua harus pergi ngeliat keadaan. Gua tinggal gapapa kan?” Tanya Roni
“Silahkan” Jawab Garcia
Setelah mendengar jawaban dari Garcia Roni langsung mengajak pegawai itu pergi ke ruang VIP. Tak lama setelah kepergian Roni tiba-tiba ada seseorang yang datang menghampiri Garcia dan duduk di samping nya.
“Halo gadis cantik” Ucap Seorang pria menoel dagu Garcia
“Sendirian aja nih? Temenin abang yukk” Ucap Pria itu menggoda Garcia
“Menjauh dariku atau anda akan tahu akibat nya” Ucap Garcia yang mencoba sabar
“Apa sih akibatnya, jadi kepo deh” Ucap Pria itu seolah menganggap enteng peringatan Garcia
“Gua bisa bayar berapa pun yang lu mau, jadi katakan berapa yang lu mau” Ucap Pria itu merangkul Garcia dan mendekatkan wajah nya ke wajah Garcia seolah ingin mencium Garcia