
Robert selamat dari pertempuran beberapa tahun lalu. Dia melarikan diri saat rumah Garcia mulai terbakar dan menjauh dari sana untung nya setelah kejadian itu Mafia Blood Demon tidak pernah kembali untuk sekedar memastikan mereka semua mati. Dengan keadaan yang cukup parah dia berusaha kuat melarikan diri sambil mencari kedua anak tuannya. Namun, sayang nya di pertengahan jalan dia sudah tidak kuat lagi dan pingsan. Ntah siapa yang menemukan nya saat dia terbangun di sudah berada di rumah sakit.
Dan 6 tahun lalu dia nyaris tertangkap oleh Mafia Blood Demon. Beberapa anak buah dari Franky menemukan diri nya dan menyerang nya hingga membuat nya koma dan lagi-lagi Mafia Blood Demon membuat kesalahan. Mereka meninggalkan Robert begitu saja dan membiarkan Robert mati dengan sendirinya. Namun sayang nya anak buah Garcia menemukan Robert dan membawa nya ke rumah sakit.
“Bagaimana keadaan anda dan tuan muda juga nona muda Amora” Tanya Robert
“Kami semua baik”
“Saya akan menceritakan semua yang menjadi pertanyaan anda” Ucap Robert
“Tidak sekarang, sebaiknya paman fokus saja untuk pulih dan ceritakan semua nya”
“2 hari ke depan paman akan di rawat di rumah pribadi ku” Sambung Garcia dan di angguki oleh Robert.
“Aura nona muda benar-benar seperti tuan Mario. Bahkan nona muda terlihat lebih keji dari tuan Mario. Buah memang tak jatuh dari pohonnya. Tuan, lihat lah. Anak yang anda harapkan mewarisi Mafia yang anda miliki dulu seperti dia sudah berdiri dengan sendiri.” Batin Robert tersenyum menatap Garcia lalu meneteskan air mata nya
“Anda kenapa, tuan?” Tanya Divna ketika melihat Robert meneteskan air mata
“Panggil saja saya paman, nona.” Ucap Robert pada Divna
“Hanya saja saya teringat tuan besar Mario” Jawab Robert
“Nona muda benar-benar seperti tuan Mario, saya ingat saat nona muda lahir ke dunia betapa senang nya tuan Mario saat itu. Bahkan dia bilang pada saya bahwa nona muda akan mewarisi Mafia nya. Tuan Mario benar-benar terlihat sangat bahagia saat mengatakan hal itu. Dia selalu mengatakan pada saya setiap hal kecil yang selalu di lakukan nona muda dan setiap menceritakan nona muda, tuan Mario selalu tersenyum dan terlihat bahagia. Namun tuan harus berakhir dengan cara yang seperti itu.” Jelas Robert tersenyum dan kalimat terakhir nya dia menundukkan kepala nya dan meneteskan air mata.
Mendengar ucapan Mario membuat semua orang yang ada di dalam ruangan merasa sedih. Kevin dan Divna bisa membayangkan betapa bahagianya keluarga Garcia jika kejadian buruk itu tidak terjadi. Sementara Garcia yang mendengar cerita singkat dari Robert membuat nya mengepalkan tangannya dan menahan tangis.
“Daddy benar-benar menyayangi ku” Ucap Garcia yang mencoba tersenyum
“Sangat nona muda” Jawab Robert
“Baiklah paman, paman beristirahat saja terlebih dahulu. Saya ada urusan lain, saya pamit pergi” Ucap Garcia
“Baiklah nona muda, hati-hati di jalan” Ucap Robert dan di angguki oleh Garcia
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhir nya mereka tiba di inggris. Beda saat mereka tiba di Amerika anak buah mereka langsung menjemput kali ini Kevin sendiri yang membawa mobil. Mereka berniat untuk pulang ke rumah pribadi Garcia untuk beristirahat sebentar. Namun di tengah perjalanan, Garcia bilang pada Kevin untuk mampir ke makan orang tua Garcia.
“Bang, mampir ke makam Mommy dan Daddy dulu” Ucap Garcia tanpa menoleh dan hanya melihat keluar jendela
“Oke, kita beli bunga dulu” Jawab Kevin
Setelah membeli bunga, mereka langsung menuju ke makam orang tua Garcia. Sesampainya di makam, mereka melakukan doa bersama. Setelah selesai Garcia hanya diam menatap makam kedua orang tua nya. Kevin dan Divna yang paham suasana ini langsung pergi meninggalkan Garcia sendiri.
“Hello Mom Dad, how are you” Ucap Garcia
“I’m so sorry, Garcia baru kesini setelah sekian lama”
“Mom you know? Amora udah tumbuh jadi gadis kecil yang cantik, dia sangat cerewet seperti mu mom haha. Kami semua tumbuh dengan baik jadi kalian tidak perlu khawatir di sana. Cia juga bakal jaga Amora dan Kak Louis.” Ucap Garcia sambil tersenyum mengatakan itu semua
Setelah mengatakan hal itu, Garcia terdiam sebentar dan kemudian mengatakan hal yang sangat ingin dia katakan.
“Mommy Daddy i miss you” Ucap Garcia menetes kan air mata yang dia tahan sejak tadi
“Can you wake up again? I need you Mom Dad. Cia butuh kalian di samping Cia, Cia capek selama ini pura-pura kuat di hadapan semua orang padahal Cia sendiri rapuh. Bisakah kalian bangun lagi? Kenapa kalian tidak menjawab hm?” Ucap Garcia menangis terisak-isak
Melihat tangis Garcia yang memilukan membuat Kevin dan Divna ikut menangis. Kevin dan Divna tidak berniat meninggalkan Garcia di makam itu sendirian jadi mereka hanya sedikit menjauh dari sana untuk memberikan Garcia sedikit ruang.
.
.
.
Hai guyss... Gimana hari ini?
Author kemarinn salah ambil jam lohh seinget author tuh author ambil jam 6 buat update an kemarin dan author tunggu-tunggu kok belum ada notifikasi akhirnya author cek lah itu jam update author dan ternyata Jam 7. Pantesan kok gak ada notif sama sekali ternyata salah ambil jam hahaha.