My Mafia Girl

My Mafia Girl
Cuma Butuh waktu kalian berdua



“Kak..” Rengek Amora


Garcia menoleh ke arah adik nya dengan raut wajah bingung dan juga bertanya.


“Laper hehe” Ucap Amora tertawa


“Makan lah” Ucap Garcia merebahkan tubuh nya di ranjang


“Masakin dong” Ucap Amora


“Mager kakak, minta masakin kak Louis aja” Ucap Garcia


“Kak Louis pasti udah pergi ke kantor”


“Ayolahh” Ucap Amora menarik tangan kakak nya


“Ck, kamu ini” Ucap Garcia bangkit dan langsung berjalan ke luar kamar nya


“Katanya mau makan? Ayo turun” Sambung Garcia ketika melihat adek nya hanya diam duduk di ranjang


“YEAYY di masakin” Ucap senang Amora


Amora langsung berjalan di belakang kakak nya dengan ekspresi senang. Sesampainya di dapur Garcia langsung memasakkan apa yang di mau oleh adek kesayangan nya itu.


“Gimana sekolah mu?” Tanya Garcia sambil membalik daging yang dia masak


“Semua nya baik, hanya saja terkadang Amora bosan.” Jawab Amora


“Bosan kenapa?” Tanya Garcia


“Semua materi yang di jelaskan udah Mora pahami” Ucap Amora


“Itu kamu aja yang terlalu pintar Mora” Jawab Garcia


“Tapi lebih pintar kakak” Jawab balik Mora


“Mangkanya kamu harus lebih giat belajar lagi” Ucap Garcia


“Iyaiya Mora tauu, mana makanan nya” Ucap Mora


“Nihh”


Saat baru duduk di samping adek nya, tiba-tiba ponsel Garcia berdering.


“Siapa kak?” Tanya Amora


“Temen kakak” Jawab Garcia lalu pergi menjauh dari Amora


...Divna...


...Panggilan Terhubung...


Halo


^^^Hmm?^^^


Lu dimana? Bisa ke kantor sekarang?


^^^30 menit lagi


^^^


^^^Jawab Garcia langsung mematikan telponnya


^^^


Garcia langsung kembali dan berpamitan dengan adek nya yang sedang asik makan.


“Loh kakak mau kemana? Padahal Mora mau ajakin kakak buat hangout bareng” Ucap Mora sedih


Mendengar ucapan adek nya Garcia langsung mengirimkan uang yang cukup banyak ke rekening adek nya itu.


“Kakak udah transfer uang ke rekening mu, kali ini kamu hangout sendiri ya atau kalo nggak ajak temen mu. Kalo uang nya kurang hubungi kakak.” Ucap Garcia dan langsung pergi naik ke atas untuk mengambil tas nya


“Yang Mora mau bukan uang kak, tapi kebersamaan kita. Dari dulu kalian berdua jarang ada waktu buat Mora. Mora cuma butuh waktu kalian berdua” Batin Mora sedih ketika melihat kakak nya pergi


Sementara di sebuah kafe, kelima pria itu sedang duduk dan berbincang bersama.


“Garcia nyuruh kita kemana sih nanti?” Tanya Rendy


“Nama tempat nya sih H7D” Jawab Arya


“Dimana itu?” Tanya Roy


“Gatau, kak Divna belum kasih alamat nya.” Jawab Arya


“Lah terus kita kesana nya gimana njirr” Tanya Ardi


“Gatau juga” Jawab Arya


“Ikutin aja apa yang dia mau” Ucap Fadil dan di setujui oleh semua nya


Sementara di kantor Garcia baru saja selesai menangani permasalahan yang terjadi. Saat ini dia sedang duduk di kursi kebanggaan nya sambil membaca berkas-berkas yang di berikan.


Meskipun ini haru libur nasional, orang-orang yang masuk di hari libur akan mendapatkan bonus yang setara dengan Gaji mereka. Itulah mengapa perusahaan Garcia sangat di minati oleh semua orang.


“Elvaro Group? Florenza Company?” Ucap Garcia ketika melihat berkas pengajuan kerjasama


“Iya, mereka minta kerja sama dengan kita” Ucap Divna yang baru saja memasuki ruangan Garcia


Garcia membaca isi berkas itu, dia melihat ke untungan yang cukup besar untuk nya.


“Anak dari tuan Elvaro dan Florenza yang akan menghadiri pertemuan dengan anda bos” Ucap Divna


“Atur pertemuan itu sekarang” Ucap Garcia menutup berkas itu


“Sekarang?” Tanya Divna


“Hmm” Jawab Garcia


Divna langsung mengangguk dan keluar dari ruangan Garcia untuk menghubungi Elvaro Group dan Florenza Company.


Senentara di tempat Elvaro Group dan Florenza Company mereka sangat senang mendapat jawaban dari GEJ Company. Mereka langsung setuju untuk bertemu di jam makan siang nanti.


“Mereka setuju untuk bertemu nanti siang Bos” Ucap Divna yang kembali masuk ke ruangan Garcia setelah menghubungi 2 perusahaan itu


“Emm kak, minggu depan aku ada jadwal apa?” Tanya Garcia


“Minggu depan? Kayak nya cuma ngecek perkembangan mall kita yang ada di luar kota” Jawab Divna


“Bisa lu undur?” Tanya Garcia


“Kenapa? Lu ada acara lain?” Tanya Divna


“Iya, gua mau hangout bareng kakak sama adek gua” Jawab Garcia


Sebenarnya Garcia tadi melihat wajah sedih adek nya ketika dia pergi tadi. Garcia juga tahu bahwa dirinya sangat jarang ada waktu untuk adek nya dan bahkan Garcia sering tidak pulang ke rumah. Jadi sekarang dia memutuskan untuk berlibur bersama adek dan juga kakak nya.


“Bisa di undur, gua bakal konfirmasi kemuduran kedatangan kita nanti” Jawab Divna


“Terimakasih” Ucap Garcia


“Sama-sama”