
Keadaan ini masih membuat Nabila bingung, sebenarnya apa yang terjadi? Ketua? Ketua apa? Kepala nya terasa ingin meledak dengan semua kebingungan yang di ciptakan oleh kedua temannya ini.
“Tunggu tunggu, ini ada apa sih sebenarnya?” Ucap Nabila yang semakin bingung dengan keadaan
“Sejak kapan lu jadi pabo kayak gini” Ucap Mauza kesal
“Dia ketua Mafia yang selama ini gua pingin ketemu” Sambung Mauza
“Ohh...” Ucap Nabila namun 5 detik kemudian dia kaget dengan ucapan Mauza
“APA?!” Sambung Nabila
“Jangan teriak anjirr” Ucap Mauza
“Mampus gua, kakek selalu bilang jangan pernah bermasalah dengan mafia ini namun cara bicara ku tadi pasti menyinggung nya. Gua harus minta maaf” Batin Nabila
“Emm untuk cara bicara saya tadi, maaf. Saya benar-benar tidak sopan” Ucap Nabila memohon maaf
“Baru sadar juga nih bocah” Batin Mauza
“Sudah kukatakan, bicara santai saja dengan ku” Ucap Garcia
“A-ah oke” Ucap Nabila
“Kita harus manggil lu apa?” Tanya Mauza
“Jika berada di sini kalian boleh memanggil nama asli ku, tapi jika di sekolah kalian panggil aku seperti biasanya” Jawab Garcia
“Baiklah” Ucap Mauza dan Nabila
“Gua bener-bener gak nyangka cerita gua tentang mafia ini di dengerin langsung sama ketua nya” Ucap Mauza
“Apa alasan lu masuk ke dunia ini? Secara ini bukan dunia yang mudah untuk di masuki anak seperti kita” Tanya Nabila
“Lu bener, gak mudah buat masuk ke dunia ini jika tidak memiliki kemampuan dan keberanian yang besar. Gua masuk sini buat bales dendam ke seseorang yang udah bunuh kedua orang tua gua” Jawab Garcia
“Pertama kali nya gua liat dia ngomong sepanjang ini dan ekspresi dia yang sedih juga rasa marah yang terlihat jelas di mata nya” Batin Nabila
“Jika kejadian itu tidak terjadi mungkin gua juga tetep bakal masuk ke dunia ini” Sambung Garcia
“Kita gatau gimana masa lalu lu tapi setiap lu butuh kita, kita bakal selalu ada buat dukung dan bantu lu” Ucap Mauza
“Kita bakal selalu ada di samping lu karena kita sahabat, bener kan?” Ucap Nabila dan di angguki oleh Mauza
“Thanks” Ucap Garcia tersenyum menatap kedua temannya
“Sini pelukk” Ucap Mauza beranjak dan merentang kan tangannya memeluk Garcia dan di ikuti oleh Nabila
“Kapan pun lu butuh kita, kita bakal selalu siap buat bantuin lu” Ucap Nabila
“Hmm thanks guys” Ucap Garcia
“Setidaknya Garcia memiliki teman yang benar-benar tulus” Ucap William ketika melihat layar monitor yang sangat besar san menunjukkan semua rekaman cctv dari seluruh penjuru H7D
“Ya lu bener, gua pikir mereka bakal ngejauhin Garcia setelah tau siapa Garcia” Ucap Kevin
“Kenapa lu berfikiran kayak gitu?” Tanya Andre
“Dengan latar belakang keluarga mereka berdua pastinya tidak ingin terlibat dengan dunia bawah untuk menjaga nama baik keluarga” Jawab Kevin dan di angguki paham oleh Andre
“Oh ya, kapan kita mulai latihan?” Tanya Nabila
“Tunggu satu orang lagi” Jawab Garcia
“Seharusnya dia sudah sampai” Sambung Garcia ketika melihat jam di tangannya
“KAKAKK” Teriak seseorang yang baru saja masuk ke dalam ruang santai bersama seorang pria yang mengikuti nya di belakang
“Jangan teriak-teriak Amoora” Ucap Garcia
“Heheh maaf” Ucap Amoora dan langsung duduk di depan kakak nya
“Kenapa telat?” Tanya Garcia
“Tadi aku minta om itu buat keliling bentar di bawah hehe” Ucap Amoora menunjukan Ronald yang tengah berdiri
Ronald yang mendengar sebutan ‘Om' yang keluar dari mulut bocah itu membuat nya melotot tak percaya. Melihat ekspresi Ronald yang seperti itu membuat Garcia menahan tawa nya.
“Kenapa adekmu jauh berbeda sekali dengan mu Ci” Ucap Ronald mijit kepala nya
“Ya seperti itulah, duduk lah bang” Ucap Garcia
“AAAA TAMPAN SEKALIII” Batinn Nabila dan Mauza berteriak histeris ketika melihat Ronald
“Loh ada kakak-kakak yang suka bolos juga ya?” Ucap Amoora ketika baru sadar jika ada Mauza dan Nabila
“Mulut anak ini kenapa bikin gua kesel ya? Sikap nya memang jauh berbeda dengan Garcia” Batin Nabila menahan kesal
“Halo, kita ketemu lagi” Sapa Nabila dengan senyum terpaksa
“Hai” Ucap Amoora dengan senyum yang senang
“Kak, kapan latihan?” Tanya Amoora
“Bentar” Ucap Garcia yang langsung mengeluarkan ponsel nya dan menghubungi seseorang
Tak lama setelah telpon mati, Andre dan Kevin kembali ke ruang santai.
“Latih fisik mereka” Perintah Garcia
“Baik” Ucap Mereka berdua
“Mari nona-nona” Ajak Andre
“Berlatih lah bersama mereka” Ucap Garcia pada ketiga orang itu
Mereka bertiga mengangguk dan berdiri dari duduk nya lalu mengikuti Andre dan Kevin pergi dari ruang santai.
.
.
.
Hai guys... Gimana hari nya?
Maaf kemarin gak update ya? Kemarin author cape bangett dan bener-bener gak sempet nulis bab lanjutan. Maaf ya.