My Mafia Girl

My Mafia Girl
Dulu, sekarang, dan seterusnya.



Saat ini mereka pindah ke sebelah dan permainan kali ini adalah panah. Jika mereka bisa memanah mengenai sebuah titik di tengah mereka akan mendapatkan hadiah. Kali ini hadiah nya adalah sebuah boneka dengan berbagai macam bentuk. Total papan ada 4 dan kali ini Garcia yang akan memainkan permainan.


“Giliran ku main” Ucap Garcia mengambil panah dan mulai membidik


Setelah di rasa pas Garcia langsung melepaskan bidikan nya dan langsung mengenai sasaran. Kini dia mulai menarik tali busur nya untuk memanah papan selanjutnya. Setelah mengenai 4 papan dengan pas mengenai titik yang berada di tengah-tengah papan itu. Kini saat nya Garcia memilih boneka yang dia inginkan.


“Saya mau yang unicorn” Ucap Garcia menunjukkan sebuah boneka unicorn yang menarik perhatian nya sejak awal


Penjual itu langsung memberikan boneka yang di maksud oleh Garcia. Bryant yang melihat pemilik permainan itu terheran-heran bagaimana bisa Garcia mengenai semua sasaran dengan pas membuat Bryant sangat bangga terhadap calon kekasih nya ini.


“Bagus sekali” Ucap Bryant mengacak-acak rambut Garcia


“Ini hal yang mudah bagi seorang ketua MOTD kayak aku” Bisik Garcia dan membuat Bryant tertawa


“Ayo coba permainan yang lain” Ucap Garcia yang langsung menarik Bryant


Mereka mencoba berbagai mainan yang ada di pasar malam sampai mereka lelah. Mereka sudah mendapatkan banyak hadiah dari permainan yang mereka menangkan. Saat ini mereka sedang duduk di sebuah bangku untuk beristirahat sebentar.


“Cape?” Tanya Bryant


“Iyaa lumayan, tapii seru bangett” Ucap Garcia


“Ada juga yang sangat di sayangkan” Sambung Garcia


“Apa?” Tanya Bryant


“Gaada rumah hantu nya” Jawab Garcia


“Dulu waktu kecil kami bertujuh masuk ke rumah hantu. Dan adik nya kak Divna pernah ngompol di celana gegara ketakutan hahaha lucu bangett waktu itu. Terlebih lagi wajah ketakutan mereka yang harus nya di abadikan hahaha” Sambung Garcia menceritakan sedikit kejadian dulu


“Seneng banget liat sisi kanak-kanak dia kayak gini” Batin Bryant tersenyum mendengar Garcia bercerita


“Mereka sahabat terbaik mu?” Tanya Bryant


“Iyaa” Ucap Garcia


“Ayo balik” Ucap Garcia yang beranjak dari duduk nya


Bryant mengangguk dan membawa semua hadiah yang mereka menangkan. Sedangkan dari kejauhan Divna masih mengikuti mereka sampai ke pasar malam tersenyum melihat sisi Garcia yang sudah lama tidak dia lihat sampai-sampai membuat nya meneteskan air mata.


“Gua juga udah dapet beberapa foto bisa buat laporan ke bang Ronald hehe” Ucap Divna memegang ponsel nya dan berbalik pergi


Sementara di dalam mobil, Garcia tertawa melihat Bryant yang masih memakai bando Mikey Mouse itu. Bryant yang sedang fokus menyetir menyeritkan dahi nya bingung melihat Garcia tertawa ke arah nya.


“Kenapa?” Tanya Bryant


“Haha kamu gamau lepas bando itu?” Tanya Garcia


“Ah ini? Apa sudah boleh di lepas?” Tanya Bryant memegang bando yang ada di kepala nya


“Tentu saja” Jawab Garcia


“Tolong lepasin” Ucap Bryant


Garcia langsung melepaskan bando lucu itu dari kepala Bryant.


“Terimakasih”


“Hmm sama-sama”


“Kita mau kemana?” Tanya Garcia


“Nanti kamu juga tahu” Jawab Bryant


“Aku tidur bentar ya, nanti bangunin” Ucap Garcia


“Iyaa” Jawab Bryant


Garcia langsung memejamkan matanya dan mulai tertidur. Bryant melirik ke arah Garcia yang sudah tertidur. Dia tersenyum melihat wajah tenang Garcia.


Bryant melanjutkan perjalanan nya menuju ke sebuah pantai yang sudah di sewa semalaman ini. Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang akhirnya mereka sampai di pantai yang mereka tuju.


Bryant melepaskan sabuk pengaman nya dan menatap Garcia yang sedang tertidur. Dia mengelus lembut rambut Garcia dia benar-benar sudah jatuh terlalu dalam pada Garcia.


“Aku mencintai mu, dari dulu, sekarang dan seterusnya.” Bisik Bryant