My Mafia Girl

My Mafia Girl
Titik terang



Mereka langsung mengambil foto yang di maksud oleh Bryant dan ternyata memang benar ada nya. Di antara kaki Garcia terdapat pasir pantai meskipun itu tidak terlihat jelas sepenuh nya.


“Selain itu gua harus pulihin tenaga dulu” Ucap Bryant


“Maksud nya?” Tanya Samuel bingung


“Kalo Ronald udah tahu soal dan tahu bahwa gua nyembuyiin fakta itu dari mereka. Pasti gua bakal di hajar dulu sama mereka” Ucap Bryant


Mereka yang di sana pun mengangguk membenarkan ucapan Bryant.


“Rapat sampai sini dulu, kalian berdua istirahat aja dulu” Ucap Bryant lalu pergi meninggalkan ruangan


“Akhirnya ada titik terang setelah sekian lama” Ucap Putri


“Meskipun gitu kita gaboleh lengah, musuh kita sekarang bukan musuh yang sembarangan” Ucap Divna


“Ya, lu bener” Ucap Putri


“Ayo balik dan istirahat di kamar kalian masing-masing. Ini udah malem kita harus jaga stamina buat ambil balik Garcia” Ucap Samuel dan di setujui yang lainnya


Mereka pun bubar dan kembali ke kamar mereka masing-masing. Sedangkan di lantai bawah tanah Bryant tengah menembak sebuah papan yang biasa di gunakan untuk latihan menembak. Dia menembaki semua papan itu dengan brutal.


“Ternyata bener lu ada di sini” Ucap suara wanita


Bryant pun menoleh dan melihat Divna sedang berdiri memperhatikan nya. Bryant mengacuhkan Divna dan kembali menembaki papan.


“Udah selesai?” Tanya Divna ketika melihat Bryant selesai menembak semua papan itu hingga hancur dan benar-benar tak terlihat seperti papan menembak lagi


“Nih minum” Ucap Divna menghampiri Bryant dan memberikan kaleng beer pada Bryant


“Thanks” Ucap Bryant sambil membuka kaleng beer itu


“Kita udah semakin deket sama Garcia gak lama lagi Garcia bakal balik sama kita. Lu tenang aja” Ucap Divna yang mengerti perasaan Bryant


“Hmm gua tahu” Ucap Bryant


“Bagus, lu juga harus istirahat dan lu juga harus siap buat besok dengan dateng nya Ronald dan yang lainnya” Ucap Divna


“Hmm”


“Gua balik dulu, jangan lupa istirahat” Ucap Divna mengingatkan sekali lagi


Setelah kepergian Divna, Bryant mengambil sesuatu di kantong nya dan itu adalah selembar foto Garcia yang di ambil mya tadi.


“Aku merindukan mu” Sambung nya


“Sebentar lagi, sebentar lagi kita akan bertemu. Tunggu aku” Ucap Bryant


......................


Keesokan hari nya, Ronald dan yang lainnya sudah tiba di kediaman Garcia. Bryant dan yang lainnya juga menunggu rombongan Ronald di dalam rumah.


Saat masuk dan ke dalam rumah, Ronald yang melihat Bryant berdiri tak jauh dari dirinya langsung menghampiri Bryant dan memukuli nya tanpa belas kasian. Bryant yang mendapat kan pukulan hanya diam dan tak melawan sama sekali.


“BRENGSEKKK” Ucap Ronald


“Bisa-bisa lu sembunyiin semua itu dari kita HAH?!” Ucap Ronald terus memukuli Bryant


“RONALD BERHENTI!” Teriak Aulia mencoba melerai mereka berdua karena luka yang di alami oleh Bryant sudah sangat parah


Dengan nafas terengah-engah Ronald menghentikan aksi nya memukuli Bryant. Aulia pun langsung membantu Bryant untuk berdiri dengan luka yang cukup parah itu.


“Ayo gua obatin dulu” Ucap Aulia menuntun Bryant untuk duduk di sofa


“Bang, lu tenang dulu.” Ucap Divna mencoba menenangkan Ronald


“Tenang kamu bilang? Dia udah bohongin kita semua, Na” Ucap Ronald


“Bener, dia udah bohongin kita Na” Ucap William


“Gua tahu kalian semua marah tapi ini juga termasuk kebodohan kita. Inget? Sewaktu Bryant buat keributan di rumah sakit. Dia bilang itu bukan mayat Garcia tapi gak ada satupun dari kita yang percaya! Dia orang pertama yang sadar kalo itu bukan Garcia. Kalian harusnya malu bahwa kenyataan nya kalian gak sadar bahwa itu bukan Garcia” Ucap Divna yang juga ikut terpancing emosi


Mendengar itu semua orang terdiam apa yang di katakan oleh Divna itu memang benar ada nya.


“Lu harus nya denger dulu penjelasan dari Bryant” Sambung Divna


“Udah berhenti, gak ada guna nya kalian debat. Sekarang kalian semua duduk. Biar gua jelasin.” Ucap Bryant yang masih di obati oleh Aulia


.


.


Haii haww arrr yuuu gaissss? Author udah sembuhh sekarang yeayy..


Gak lama lagi novel ini bakal tamat. Udah siap di tinggal sama mereka semua? Udah siap sama segala ending nya nanti? Author juga masih ragu buat ngelanjutin novel pertama karena author jauh lebih sibuk dari sebelum-sebelumnya. Jadi ada KEMUNGKINAN kita gak bakal ketemu dulu setelah novel ini tamat