
Sesampainya di rumah sakit mereka langsung menuju ke resepsionis untuk menanyakan dimana keberadaan Garcia saat ini.
“DIMANA ADEK SAYA?!” Teriak panik Ronald hingga tak sadar membentak suster
“Bang lu tenang dulu” Ucap Divna
“Maaf sus, pasien yang abis kecelakaan dimana ya?” Tanya Divna
“A-ada di ruang UGD mba” Ucap Suster itu ketakutan
Ronald langsung berlari mencari ruang UDG bersama yang lainnya.
“Terimakasih sus” Ucap Divna lalu ikut menyusul yang lain
Sementara di kantor Bryant, dia sedang marah besar dan juga panik ketika mendengar buruk dari anak buah nya yang menjaga Garcia dari jauh.
“BODOH! BAGAIMANA CARA KALIAN MENJAGA NYA HAH?” Teriak kesal Bryant
“M-maaf king” Ucap Salah satu dari mereka yang ketakutan karena tidak bisa menghindari kecelakaan itu
“Sam! Kasih mereka hukuman yang sesuai” Ucap Bryant tegas lalu berjalan keluar
“Baik king” Jawab Samuel
“King ampuni kami, maafkan kami” Ucap tiga orang itu berlutut di depan Bryant dan memohon
“SAMM!” Ucap Bryant
“Kalian berdiri! Dan ikuti saya jika tidak kalian akan mati saat ini juga” Ucap Samuel
Ketiga orang itu langsung berdiri meskipun dengan kaki yang gemetar. Ntah hukuman apa yang akan mereka dapat dan pastinya hukuman itu sangat berat karena mereka telah lalai menjaga seseorang yang sangat penting untuk bos nya.
Bryant juga langsung meninggalkan kantor nya dan menuju ke rumah sakit yang di informasikan oleh anak buah nya. Di dalam perjalanan Bryant sangat takut kehilangan Garcia dia mencoba untuk terus berfikir positif namun saat melihat rekaman cctv jalanan tadi dan melihat mobil Garcia hancur seperti itu membuat nya susah berfikiran positif.
“Kamu harus selamat bagaimana pun juga. Aku tidak mengizinkan mu meninggalkan aku” Ucap Bryant lalu menambahkan kecepatan nya
Sesampainya di rumah sakit Bryant langsung berlari mencari dimana ruangan Garcia di rawat.
“Pasien yang baru kecelakaan dimana?” Tanya Bryant menatap tajam pada resepsionis
“Di r-ruang operasi pak” Jawab Resepsionis
Setelah mendapat jawaban yang dia ingin kan Bryant langsung berlari ke ruang operasi.
“Kenapa hari ini banyak sekali orang yang menakutkan” Ucap Suster itu
Setibanya di ruang operasi, Bryant melihat orang-orang terdekat Garcia yang terlihat frustasi. Dia melangkah kan kaki nya mendekati mereka. Divna yang terlebih dahulu melihat Bryant langsung menghampiri nya.
“Tuan Bryant” Ucap Divna dan membuat perhatian orang-orang di sana menatap Bryant
“Bagaimana keadaan nya?” Tanya Bryant tanpa menatap Divna dan matanya hanya fokus menatap ke pintu operasi
“Dia masih di operasi” Jawab Divna
“Apa sangat parah?” Tanya Bryant
“Duduklah” Sambung Divna
Bukannya duduk, Bryant malah berjalan mendekati pintu operasi dan berdiri di sana. Melihat itu Divna hanya acuh dan kembali duduk di tengah-tengah Ronald dan Andre.
“Siapa?” Tanya Ronald
“Orang dari masa lalu. Nanti gua jelasin” Jawab Divna
“Kak Lia udah tahu?” Tanya Divna
“Baru gua kasih tau, mungkin sebentar lagi kesini” Jawab Ronald
“Kak Sabrina sama bang Andi?” Tanya Divna
“Udah juga” Jawab Ronald lalu menyadarkan punggung nya dan memejamkan matanya
“Dia bakal baik-baik aja kan Div?” Tanya Ronald
“Garcia itu kuat, dia bakal baik-baik aja kok.” Jawab Divna yang menenangkan Ronald
Sebenarnya Divna juga takut soal Garcia tapi dia mencoba tenang dan menjadi penenang kedua orang ini.
“Divna bener Nald, Cia pasti baik-baik aja” Ucap Andre
“Ya! Dia adek gua paling kuat” Ucap Ronald yang mencoba tersenyum
Mereka sangat takut dengan keadaan saat ini karena mereka mengingat bagaimana kejadian dulu pernah menimpa Garcia yang membuat nyawa Garcia nyaris hilang. Itu sebab nya mereka sangat takut seperti ini.
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya dokter keluar dari ruang operasi dan langsung di serbu dengan berbagai pertanyaan.
“Bagaimana keadaan Adek saya?” Tanya Ronald
“Apa adek saya selamat?” Tanya Andre
“Semua baik-baik aja kan Dok?” Tanya Divna
“Saya tidak akan terima jika itu kabar buruk” Ucap Bryant
“Mohon tenang, adek kalian baik-baik saja dan operasi juga berjalan lancar.Pasien akan di pindahkan ke ruang rawat sebentar lagi” Jawab Dokter
“Beri pasien ruang VVIP” Ucap Ronald
“Baik pak, nanti pasien akan di pindahkan ke ruang VVIP, kalo gitu saya permisi dulu” Jawab Dokter
.
.
Hai guys... Gimana Hari ini?
Ehh guys.. kalo novel ini nantinya tamat dan author punya pikiran buat novel baru kalian mau baca? tapi genre nya beda dari ini, kalian masih mau baca?