My Mafia Girl

My Mafia Girl
Be my girl



Sementara di rumah pohon mereka berdua sama-sama diam tanpa berbicara sedikit pun hingga akhirnya Garcia mulai membuka suara.


“Sampai kapan kamu akan mengurungkan di markas mu?” Tanya Garcia


“Besok pagi aku akan mengantarmu” Jawab Bryant


“Ponsel ku dimana? Aku perlu menghubungi seseorang” Tanya Garcia


“Ponsel mu rusak, pakai dulu ponsel ku” Jawab Bryant memberikan ponsel nya


“Sandi?” Tanya Garcia ketika membuka ponsel Bryant


“Tanggal lahir mu” Jawab Bryant


“Kamu tahu tanggal lahir ku?” Tanya Garcia bingung


“Tentu saja, cobalah jika tidak percaya” Jawab Bryant tersenyum


Meskipun ragu Garcia tetap mencoba membuka ponsel Bryant dengan tanggal lahir nya dan benar saja seketika ponsel itu terbuka. Meskipun bingung bagaimana Bryant tahu tanggal lahir nya tapi Garcia mengacuhkan itu sebentar dan langsung menghubungi seseorang.


...085xxxxxx


...


...Panggilan terhubung


...


^^^Halo


^^^


Iya halo, dengan siapa ya?


^^^Kak, ini gua Garcia.


^^^


Cia? Ini beneran elu? Astaga kita semua khawatir tau gak. Lu sekarang dimana? Gua jemput.


^^^Kalian gak usah khawatir soal keberadaan gua. Gua baik-baik aja kok dan besok gua bakal balik


^^^


Yaudah kalo itu mau lu, jaga diri baik-baik. Gua bakal kabarin yang lainnya kalo lu aman.


^^^Hmm, thank you kak. Gua matiin dulu bye.


^^^


Bye.


“Thank you” Ucap Garcia mengembalikan ponsel Bryant setelah panggilan telah usai


“Siapa?” Tanya Bryant


“Kak Divna” Jawab Garcia


“Dia orang yang berarti banget bagi ku, dia selalu ada setiap aku lagi susah dia selalu ada di samping ku dan nguatin diriku. Dia bener-bener best sister.”


“Hubungan kalian ternyata sangat dekat” Ucap Bryant


“Hmm seperti itulah” Ucap Garcia tersenyum menatap Bryant


“Apa yang kamu minta untuk kemenangan mu tadi?” Tanya Bryant


Garcia kembali menoleh dan menatap Bryant dia sedikit ragu untuk menanyakan hal yang sangat ingin dia ketahui.


“Katakanlah” Ucap Bryant yang tahu Garcia memiliki keraguan


“Sebenarnya apa hubungan kita? Aku melihat foto masa kecil kita di dalam laci. Aku tidak sengaja melihat nya kurasa dari semua sikap mu selama ini kamu tahu bahwa kita saling mengenal tapi kenapa kamu tidak pernah bilang padaku?.” Tanya Garcia


“Aku tidak bisa menjawab nya, aku hanya ingin kamu mengingat ku secara perlahan bukan dengan cara memberitahu mu secara langsung. Memberitahu mu secara langsung dengan kamu tahu sendiri dengan perlahan rasa nya akan sangat berbeda. Jadi ingatlah aku perlahan” Ucap Bryant mengelus rambut Garcia


“Kurasa dia salah satu orang yang gua lupain akibat kecelakaan waktu itu. Saat gua koma gua sering denger suara pria menangis dan saat pertama kali gua terbangun gua melihat belakang tubuh seorang pria yang baru saja keluar dari ruang rawat ku. Dari dugaan gua dia bukan orang biasa, gak mungkin orang biasa bisa menembus penjagaan seketat itu. Dari semua itu entah kenapa aku merasa yakin bahwa itu dia. Rasa tangis nya selalu menyayat hatiku. Terlebih kata-kata nya yang ngebuat gua pingin cepat bangun” Batin Garcia


“Jangan berfikir terlalu banyak” Ucap Bryant yang tahu Garcia sedang sibuk dengan pikirannya


“Kamu boleh minta hal lain karena aku tidak bisa menjawab pertanyaan mu itu” Sambung Bryant


“Baiklah, tapi untuk saat ini masih belum terpikirkan” Jawab Garcia


“Apa kamu punya foto masa kecil kita yang lain?” Tanya Garcia


“Ada satu lagi, Kenapa?” Tanya Bryant


“Emm boleh aku minta? Tapi ini bukan permintaan untuk kemenangan ku tadi. Apa boleh?” Tanya Garcia


“Tentu saja” Jawab Bryant tersenyum


“Thank you” Jawab Garcia yang ikut tersenyum


Melihat tingkah Garcia yang sangat lucu membuat Bryant tidak tahan untuk mencium nya. Satu kecupan itu membuat Garcia memelototkan matanya.


“Hadiah karena kamu sangat lucu” Ucap Bryant


“Cihh, berhenti terus menciumku tuan Bryant. Kita tidak ada hubungan orang-orang bisa salah paham jika melihat nya.” Ucap Garcia


“Apa ini sebuah kode?” Tanya Bryant tersenyum menggoda


“Kode apaan, kagak ya” Jawab Garcia sinis


“Hahaha. Kalo gitu be my girl?” Tanya Bryant tertawa lalu ekspresi nya berubah serius ketika mengatakan kalimat terakhir


“Akan aku pikirkan setelah ingatanku kembali aku tidak tahu kamu orang jahat atau orang baik haha” Jawab Garcia


“Apa sikap ku selama ini menunjukan bahwa aku orang jahat?” Tanya Bryant


“Jika di lihat memang iya hahaha” Jawab Garcia tertawa puas


“Ck, terserahlah” Ucap Bryant yang kesal