My Mafia Girl

My Mafia Girl
Back to school



Di dalam perjalanan Garcia baru menyadari bahwa baju nya terkena sedikit noda darah begitu pula sepatu nya. Karena tidak menyukai hal itu Garcia langsung pergi ke mall terdekat untuk membeli baju dan sepatu baru.


Setelah selesai dengan keperluannya dia melihat jam yang berada di tangannya dan dia sudah sangat telat untuk pergi sekolah. Garcia langsung menancap gas menuju ke sekolah.


Tepat saat Garcia sampai di sana, Jam istirahat berbunyi dan tentu saja para murid berhamburan keluar. Penjaga sekolah yang tahu itu pemilik sekolah langsung membukakan gerbang nya.


Setelah memarkir kan mobil nya Garcia keluar dengan gaya swag nya. Dan kebetulan saat itu Mauza dan Nabila melihat Garcia yang baru sampai itu berencana untuk menghampiri Garcia namun langkah mereka terhenti ketika melihat Raka menghampiri Garcia.


“Kau telat lagi” Ucap Raka


“Bukan urusan mu” Jawab Garcia dan melangkah pergi namun di tahan oleh Raka


“Jalani sesuai aturan, ikut gua ke ruang BK” Ucap Raka menarik Garcia


Sementara Mauza dan Nabila kebingungan melihat Garcia di tarik oleh Raka pergi. Mereka akhirnya mengikuti kedua orang itu secara diam-diam.


“Ehh kenapa tuhh” Tanya Mauza


“Udah diem, mending kita ikutin aja” Ucap Nabila menarik tangan Mauza


Mereka terus mengikuti Garcia dan Raka sampai ke ruang BK. Di dalam ruang BK guru itu langsung memberikan hukuman yang cocok untuk Garcia. Guru baru itu tidak mengetahui bahwa Garcia adalah pemilik baru sekolah ini.


Setelah selesai berbicara dengan guru BK, Raka langsung membawa Garcia menuju ke kamar mandi. Jangan salah paham, Raka membawa Garcia kesana untuk menjalani hukuman yang dia terima yaitu membersihkan kamar mandi.


“Bersihin ini sampe bersih, awas aja lu kalo sampe kabur lagi” Ucap Raka


“Gua mau ke ruang guru dan balik lagi kesini buat ngawasin lu” Sambung nya


“Bodoamat” Ucap Garcia


Raka yang mendengar itu hanya menghela nafas kasar lalu pergi begitu saja. Setelah melihat Raka menghilang dari padangannya Garcia langsung berjalan pergi meninggalkan kamar mandi namun langkah nya terhenti ketika seseorang memanggilnya.


“Zifanya” Panggil Nabila dari kejauhan lalu berlari menghampiri Garcia yang terdiam dan hanya melihat mereka


“Lu di hukum?” Tanya Mauza


“Hmm”


“Katannya masih besok lu masuk kok sekarang udah masuk?” Tanya Nabila


“Udah berakhir”


“Ya gapapa deh, kita kangen lu ada di sekolah” Ucap Nabila yang sebenarnya tak mengerti maksud dari Garcia


“Ayo ke kantin” Ucap Mauza langsung menarik tangan kedua temannya


Mereka langsung menuju ke kantin dan memesan makanan. Setelah nya mereka duduk sambil menunggu makanan mereka datang.


“Sahabat gua?” Tanya Garcia bingung


“Ishh... Kak Arya DKK lohh” Jawab Mauza


“Ohh”


“Dia pindahan dari kota sebelah, katanya sih bokap nya ada bisnis di sini jadi dia ikut pindah” Ucap Nabila


“Dan siallnya, tuh bocah ada di kelas kita.” Sambung Mauza


“Lah emang kenapa?” Tanya Garcia


“Semua di kelas kita gaada yang suka sama tuh anak. Sombong nya minta ampun. Gak semua sih yang gasuka sama dia ada 2 orang yang bertemen sama di anak.” Jawab Mauza


Saat asik sedang berghibah tiba-tiba suara teriakkan yang memekik telingan mulai terdengar dan tentu nya itu semua karena kehadiran Most Wanted.


“Gua boleh duduk sini ya?” Ucap Arya yang langsung duduk di sebelah kiri Garcia


“Udah duduk ngapain tanya” Ucap sinis Garcia


“Hehe basa basi doang sih” Ucap Arya


Melihat most wanted boy duduk di meja mereka dan jarak sedekat ini tentu nya membuat Mauza dan Nabila speechless. Mereka tidak pernah menyangka bisa sedekat ini dengan kelima laki-laki ini. Melihat temannya terdiam membuat Garcia sedikit tersenyum tipis.


“Mereka temen gua, Mauza sama Nabila” Ucap Garcia yang dengan tiba-tiba memperkenalkan mereka


“Oh hai, tentu nya lu udah tau dong nama kita-kita?” Ucap Arya yang langsung mengulurkan tangannya


“I-iya kak” Ucap Mauza dan Nabila bebarengan


Dengan tangan gemetar Mauza dan Nabila bergantian menjabat tangan kelima Most Wanted kecuali Fadil. Sikap dingin Fadil membuat niat Mauza dan Nabila ingin menjabat tangan nya hilang karena takut.


Melihat itu Garcia langsung menyenggol lengan Fadil yang kebetulan Fadil duduk di sebalah kanan nya. Mengerti akan kode Garcia, Fadil langsung mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan kedua teman Garcia.


.


.


.


Hai guys.. Gimana hari ini?


Buat author hari ini 4/10 cukup menyedihkan haha. Mau curhat dikit nih, selama 6 bulan ini author belajar banyak hal dari orang-orang dan kemarin adalah hari terakhir author belajar sama orang-orang. Sedih banget rasanya 6 bulan yang terasa cepat. Fakta people come and go itu memang benar. Udah cukup sekian hehe semoga hari kalian menyenangkan.