My Mafia Girl

My Mafia Girl
Artikel



“I-ini kayak waktu itu” Batin Bryant sambil memegangi dada nya yang masih terasa sakit bahkan dia susah untuk bernafas


Waktu yang di maksud Bryant adalah waktu dimana ada pembataiann di keluarga Garcia dan waktu Garcia kecelakaan dan menghilang kan setengah ingatannya.


Kevin pun kembali dengan Lia, Lia langsung memeriksa keadaan Bryant dan tepat saat ini semua anggota inti sampai di kamar Garcia.


“Kenapa ini?” Tanya Ronald


Kevin pun langsung memberikan surat yang di tulis oleh Garcia, yang lainnya juga ikut membaca nya dan betapa kaget nya mereka terlebih lagi Louis yang sangat kaget dan takut


“Gak, dia gak boleh kesana” Ucap Louis dengan panik


“Gua, harus susul dia ke Inggris” Ucap Louis berbalik ingin pergi namun di cegah oleh Ronald


“Apa maksud mu?” Tanya Ronald yang mendapati keanehan di ucapan Louis


“DIA GAK BOLEH KE SANA DAN KETEMU ORANG ITU” Teriak Louis dengan frustasi


“DI-DIA BUKAN BOKAP KITA, DI-DIA MUSUH. GARCIA BISA MATI” Teriak Louis yang tiba-tiba panik


“APA MAKSUD MU HAH?! JELASIN” Teriak Ronald


“KAKAK TENANG” Ucap Amoora yang berusaha menenangkan Louis


“Jelasin dengan tenang kak” Sambung Amoora


“Dia kembaran Daddy dan dia yang bunuh keluarga kita, Moora” Ucap Louis sambil menangis


Mendengar itu seluruh tubuh Amoora terasa lemas hingga harus di topang oleh Mauza. Sementara Ronald mengepalkan tangannya merasa marah terhadap Louis yang selama ini menyembunyikan fakta ini dan membuat Garcia berada dalam bahaya.


Ronald langsung melayangkan tinju terhadap Louis hingga membuat ujung bibir Louis terluka.


“BRENGSEKK! GEGARA LU NYEMBUYIIN FAKTA INI GARCIA DALAM BAHAYA” Ucap Ronald sambil melayangkan tinju


Ronald terus memukuli Louis dan Louis hanya pasrah karena ini memang salah nya.


“BERHENTI!” Teriak Divna yang merasa muak


“LU KAKAK TERBODOHH YANG GUA KENAL” Teriak Divna pada Louis


“Sebaiknya kita susulin Garcia kesana” Ucap Nabila


“Tapi bakal butuh waktu” Ucap Arya


“Dia bilang Selena kan di surat nya? Kita suruh dia buat cegah Garcia bertindak dulu sebelum kita sampai” Ucap Nabila


Divna langsung mencari nomor Selena dan di sela-sela itu dia melihat notifikasi yang menginformasikan berita kecelakaan pesawat. Jarinya tiba-tiba bergerak sendiri dan mengecek notifikasi berita itu.


Divna membaca nya artikel yang muncul soal kecelakaan pesawat yang menuju ke Inggris. Tiba-tiba tubuh nya terasa lemas dan dengan tangan yang bergetar dia terus men-scroll artikel itu hingga menampilkan sebuah daftar nama penumpang di pesawat itu. Tangannya bergetar hingga menjatuhkan ponsel nya dan air mata yang mengalir deras jatuh ke pipi nya.


“DIVNA” Teriak William


“KAK” Teriak Arya bersamaan


“Gak, ini gak mungkin” Lirih Divna


“INI GAK MUNGKIN!” Teriak Divna menangis tersedu-sedu


“Kenapa?” Tanya William


Arya langsung mengambil ponsel Divna dan melihat sebuah artikel berita yang di baca oleh Garcia.


“Bang” Ucap Arya menetes kan air matanya dan memberikan ponsel nya pada William


Setelah membaca nya William juga ikut menangis. Ronald yang penasaran juga ikut membaca nya bersama yang lain betapa kaget nya mereka melihat nama Garcia berada di dalam daftar korban kecelakaan pesawat ini.


Bryant dengan lemas bangkit dan merebut ponsel dari mereka semua dan membacanya. Dia terdiam melihat nama Garcia menjadi salah satu korban dari kecelakaan pesawat itu.


“I-ini pasti Garcia yang lain” Ucap Bryant mencoba menyakinkan dirinya


“IYA KAN?” Teriaknya pada yang lain


Melihat semua orang diam, Bryant begitu marah dan pergi dari sana. Sementara yang lainnya mereka semua menangis mendapati Garcia menjadi korban.


Bryant keluar dari H7D dengan terburu-buru, saat ini dia sudah berada di dalam mobil menuju ke markas nya.


“Sam, siapin penerbangan sekarang juga” Ucap Bryant lalu mematikan telpon nya


Dia langsung menambah kecepatan nya dengan perasaan yang tak karuan Bryant mengebut di jalanan. Sesampainya di bandara Bryant berlari menghampiri Samuel yang sudah menunggu.


“Ada apa?” Tanya Sam yang tak mengetahui tentang Garcia


“Liat berita” Jawab Bryant berjalan ke arah pesawatnya


Samuel langsung mengecek berita yang ada dan betapa kaget nya dia ketika tahu. Dia langsung mengejar Bryant dia melihat raut wajah Bryant yang sangat ketakutan dan rasa cemas yang terlihat. Dia menepuk pundak Bryant untuk mencoba menenangkan Bryant dan meyakinkan bahwa Garcia akan baik-baik saja. Bryant menatap Sam dengan rasa cemas dan takut yang terlihat di matanya.


“Dia bakal baik-baik aja” Ucap Samuel dan di angguki lemas oleh Bryant