
Mereka pun menyusuri jalan di ruang rahasia tersebut sepanjang perjalanan Louis selalu menggandeng tangan adik nya yang masih menangis. Sementara di sisi Franky dia masuk di setiap kamar namun dia tak menemukan anak-anak dari mario.
“damn, where are they” Umpat Franky yang berada di kamar Garcia
(Sial,kemana mereka)
“What are you doing here, Frank?” Tanya James yang tiba-tiba berada di belakang nya hingga mengejutkan Franky.
“I saw Mario children” Ucap Franky
(Aku melihat anak-anak Mario)
“Then?” Tanya James
(Lalu)
“They could kill us someday, before that happens I want to kill them.” Ucap Franky
(Mereka bisa aja membunuh kita suatu saat nanti, sebelum itu terjadi aku ingin membunuh mereka semua.)
“They’re just cute kids they can’t do anything about. They’re definitely going to die there’s no one they expect we’ve killed them all.” Ucap James dengan santai
(Mereka hanya anak-anak lucu yang tidak bisa mereka lakukan apa-apa. Mereka pasti akan mati, tidak ada yang mereka harapkan kita telah membunuh mereka semua.)
“We'd better go. Laura is dead exhausted. I didn't expect her body to be so beautiful and delicious hahahahaha.” Ucap James dengan tawa jahat nya
(Sebaiknya kita pergi. Laura sudah mati kelelahan. Aku tidak menyangka tubuhnya sangat cantik dan nikmat hahaha)
“Yes, you are right hahaha” Ucap Franky yang juga tertawa
Mereka pun pergi dari kamar dan meninggalkan rumah Mario sebelum meninggal kan rumah Mario dia sudah menyiramkan minyak ke seluruh penjuru rumah dan membakar nya.
Sementara di sisi lain Garcia, Louis, dan Amora mereka sudah berada di belakang rumah yang jarak nya cukup jauh dari rumah nya ternyata di sana terdapat sebuah rumah kecil yang bisa mereka tinggali untuk sementara waktu. Mereka melihat sebuah asap di langit mereka sudah tahu bahwa itu rumah nya yang terbakar tangis mereka pun semakin menjadi karena benar-benar tidak bisa menyelamatkan Mommy dan Daddy nya.
Flashback off
Saat mengingat kejadian itu membuat Garcia meneteskan air mata nya.
“Ci, are you okay? Tanya Divna memegang pundak garcia
“Hmm i’m okay” Ucap Garcia menghapus air mata nya
“Oh ya, lu udah urus surat pindah sekolah gua?” Sambung nya
“Udah, besok lu udah mulai sekolah” Ucap Divna sambil merebahkan tubuh nya di kasur
“Oh ya gua baru inget” Ucap Divna langsung beranjak dari tiduran nya
“Apa?” Tanya Garcia mengangkat satu alis nya
“Lu tunggu sini dulu” Suruh Divna dan dia langsung berlari keluar dari kamar nya.
Sambil menunggu Divna, Garcia pun memainkan ponsel nya untuk menghilangkan rasa bosan. Setelah beberapa menit Divna keluar akhirnya dia kembali dengan membawa setumpukan map yang ada di tangan nya.
“Ini” Ucap Divna menjatuhkan map-map tadi di kasur tepat nya di depan Garcia
Garcia yang melihat map-map itu langsung menyadarkan badan nya di sandaran ranjang.
“What is this?” Tanya Garcia dengan wajah lesu
(Apa ini)
“Kak” Ucap Garcia dengan raut wajah memohon sambil memegang tangan Divna
“Gaada, lu harus kerjain sekarang” Ucap Divna yang tau bahwa Garcia akan menghindari tugas-tugas nya ini
“Ck” Decak Garcia yang langsung mengambil salah satu map dan langsung membaca nya
“Gua bantuin” Ucap Divna yang ikut mengambil salah satu map
Mereka pun mengerjakan map-map itu hingga waktu berganti menjadi gelap baru selesai.
“Akhirnya selesai juga” Ucap Divna merenggangkan otot nya
“Cape” Ucap Garcia yang langsung merebahkan tubuhnya
“Bentar lagi makan malam, mau makan di sini atau di luar?” Tanya Divna
“Luar aja” Jawab Garcia
“Yaudah pergi ke kamar lu sana, siap-siap sekarang” Suruh Divna
“Hmm” Jawab Garcia yang langsung beranjak dari tempat tidur nya dan langsung pergi ke kamar nya.
Garcia pun pergi dari kamar divna dan langsung berjalan menuju ke kamar nya.
“DG, buka pintu” Ucap Garcia pada sistem kamar nya
“Baik Queen” Ucap sistem DG
Setelah mendengar perintah dari Garcia pintu kamar nya terbuka dengan sendirinya, dia pun masuk ke dalam kamar nya yang terbilang sangat luas dan kamar nya bisa di bilang cukup gelap karena semua furnitur berwarna hitam dan dan dark grey.
Garcia pun berjalan ke arah ruang ganti dan memilih pakaian untuk di gunakan. Saat sudah menemukan pakaian yang cocok dia pun langsung berganti pakaian.
“Cantik” Ucap nya saat berkaca di depan cermin
Saat sudah merasa sempurna dia pun langsung keluar dari kamar nya dan menuju kamar Divna. Saat sampai di sana ternyata Divna juga sudah berada di depan pintu, mereka pun langsung masuk kedalam lift.
“Kita makan dimana Ci?” Tanya Divna
“Liat nanti” Ucap Garcia datar
.
.
.
.
.
.
Hai guys....
Apa kabar? baik kan? Akhirnya aku kembali setelah 1 bulan. Buat kalian yang udah baca dan ngefavoritin cerita ini makasih banyak loh ya tapi jangan lupa kasih like sama komen juga biar aku semangat buat up nya.
Bye bye guys..