My Mafia Girl

My Mafia Girl
Kunjungan terakhir



Setelah mengirimkan Divna langsung pergi tidur di samping Garcia. Sementara seseorang yang menerima pesan itu hanya terdiam di ruang kerja nya sambil menatap pesan foto itu.


Rapat hari kedua juga berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan sama sekali. Saat ini adalah hari ketiga mereka di Jepang dan hari dimana mereka bertugas keluar mengawal ‘orang penting itu’ berkunjung ke setiap daerah. Pengawalan ketat terus di lakukan hingga kunjungan daerah terakhir.


“Queen, mereka terus mengawasi sejak kita keluar dari hotel dan dari yang saya rasakan seperti ada sekitar 10 orang yang mengikuti kita” Ucap Leon di earphone


“Mustahil mereka hanya mengirim 10 orang. Tetap waspada.” Jawab Garcia


“Baik Queen” Ucap Ilham dan Leon


Setelah cukup lama di daerah yang terakhir mereka memutuskan kan untuk kembali ke hotel. Di tengah perjalanan mobil yang mereka tumpangi bersama orang penting itu mendapat tembakan dari mobil di belakang.


“Pancing mereka ke tempat yang sepi” Ucap Garcia di earphone


“Baik Queen” Ucap Ilham dan Leon


Ilham langsung membawa mobil itu ke tempat yang cukup sepi. Leon juga membalas tembakan-tembakan itu dari dalam mobil hingga mereka sampai di sebuah tempat yang sepi.


Para mafia itu keluar dari mobil nya begitu juga dengan Ilham dan Leon dan juga beberapa anggota lainnya dari mobil yang berbeda. Kedua mafia itu terus melayangkan tembakan dan pertempuran terjadi di sana. Benar seperti kata Garcia mereka tidak hanya sepuluh orang melainkan ada 30 orang dan 20 orang lainnya baru datang setelah 5 menit terjadi pertempuran di sana.


Mereka terus melawan dan hingga pihak musuh berhasil menembus pertahanan mereka dan membuka pintu mobil untuk membawa ‘orang penting itu' pergi bersama mereka. Namun saat membuka mobil betapa terkejut nya mereka tidak ada orang sama sekali dalam mobil.


“Siall!” Umpat orang itu


“TARGET TIDAK ADA, MUNDUR” Ucap orang itu


Tepat setelah mengatakan hal itu dia membelalakkan matanya melihat semua anggotanya sudah tewas.


“Bagiamana dong? Teman-teman mu semua sudah mati” Ucap Ilham dengan tengil nya dan di sambut tawa oleh para anggota lain


“Ba-bagaimana ini bisa terjadi?” Gumam nya berjalan mundur dan ingin melarikan diri


Dor!


Leon menembakkan peluru tepat mengenai kaki nya hingga orang itu terjatuh. Namun orang itu bangkit lagi dan berusaha untuk kabur hingga membuat Ilham dan Leon saling tatap lalu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya dan sepersekian detik raut wajah mereka berdua menjadi datar.


Dor.. Dor.. Dorr.. Dorr..


Mereka berdua bergantian menembaki orang itu hingga orang itu terjatuh tak berdaya. Mereka berdua akhirnya menghampiri orang itu dan Ilham berjongkok melihat kondisi nya.


“Anda tahu? Bos kami sangat benci jika kami tidak membereskan nya dengan bersih. Jadi pergilah tanpa rasa sakit yang berlebihan ya.” Ucap Ilham yang jelas-jelas mengejek orang itu meskipun tahu kondisi orang itu sedang di ambang kematian


Setelah mengatakan hal itu dia berdiri kembali dan menatap orang itu dengan senyuman ejekan lalu melambaikan tangannya.


Dor


Dor


Dor


Leon langsung melayangkan tiga tembakan dan membuat orang itu tewas.


“YAKKKK ITU JATAH GUA ANJINGG” Teriak Ilham kesal


“Ahh shitt, awas lu ya” Ucap Ilham


“Mereka mulai lagi” Ucap David pada salah satu anggotanya


“Ya.. seperti biasa” Jawab salah satu anggotanya menepuk punda David laku pergi masuk ke dalam mobil


Sementara di sisi Garcia, dia sedang mengawal ‘orang penting itu’ menuju ke hotel dengan selamat dan saat ini Divna dan Garcia berada di kamar Divna.


“Gimana?” Tanya Garcia


“Udah beres, mereka katanya ngirim 30 orang” Ucap Divna


“Bagus juga teknik mengelabui kali ini sampai sampai membuat mafia yang masuk 5 besar itu terkelabui haha” Ucap Divna yang merasa senang


“Kita juga ada di 5 besar di negara kita kak, lu jangan lupa soal itu” Ucap Garcia


“Iyasih haha” Ucap Divna


“Tapi apa pihak musuh sebenernya gak ngira kalo orang penting itu bakal nyewa mafia juga buat ngelindungi diri?” Tanya Divna yang bingung


“Kalo gak ngira berarti dia bodoh” Jawab Garcia dengan santai


“Oh ya ponsel gua dimana ya kak?” Tanya Garcia sambil meraba kantong nya


“Nih, tadi lu tinggalin di mobil, dasar ceroboh” Ucap Divna memberikan ponsel Garcia


“Thanks” Ucap Garcia


“Kenapa?” Tanya Divna


“Mau tanya bang Ronald kabar H7D” Ucap Garcia


“Ohh” Ucap Divna


Saat Garcia membuka ponsel nya tak sengaja mata Divna menangkap sebuah chat dari seseorang yang chat nya di abaikan oleh Garcia.


“Kenapa chat nya gak lu bales?” Tanya Divna


Garcia hanya menatap Divna sekilas dan beranjak dari duduk nya menjauh dari Divna dan menghubungi Ronald.


“Masih aja gamau cerita” Ucap Divna yang ikut beranjak dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya


.


.


Hai gimana hari ini?


Bentar lagi udah mau lebaran nihh... gimana kalian udah beli baju baru buat lebaran?