
Garcia menoleh dan memberikan senyuman pada Bryant. Mereka menghabiskan waktu untuk mengobrol bersama hingga malam tiba dan kini Bryant berencana untuk pergi.
Seluruh anggota inti kecuali Fadil dan Amoora yang tidak berada di H7D berada di ruang santai.
“Lu mau pergi sekarang?” Tanya William
“Iya bang, udah lama juga ninggalin markas sama kantor kasian asisten gua pasti keriwehan” Jawab Bryant
“Bener juga sih” Ucap William
“Kalo gitu gua pamit” Ucap Bryant
“Gua anter dia dulu” Ucap Garcia
Mereka berdua pun pergi dari ruang santai, setelah melihat kedua orang itu pergi Kevin langsung menayakannya hal yang membuatnya penasaran sejak tadi.
“Mereka udah balikkan?” Tanya Kevin
“Belum, tapi udah damai aja” Jawab Divna
“Mereka keliatan cocok sih emang” Ucap Mauza
“Power mereka di dunia bawah maupun atas bener-bener gede” Ucap Nabila
“Bener juga kalo di pikir-pikir” Ucap Arya
“Keduanya kayak berebut peringkat pertama dan kedua” Ucap Rendy
“Perusahaan Garcia ada di peringkat 2 dunia dan perusahaan tuh cowo di peringkat pertama tapi untuk dunia bawah kebalikannya” Ucap Andre
Sementara di posisi Garcia dia sudah berada di depan pintu H7D bersama Bryant.
“Mobil ku?” Ucap Bryant yang melihat mobil nya di depan nya
“Bang Kepin ngamanin mobil mu waktu itu” Ucap Garcia
“Ohh sampein makasi yaa” Ucap Bryant dan di angguki oleh Garcia
“Kalo gitu aku pergi dulu. See you tomorrow babe” Ucap Bryant mengacak lembut rambut Garcia lalu berbalik dan berjalan ke arah mobil nya
“Tunggu” Ucap Garcia menahan tangan Bryant
“I will miss you” Ucap Garcia yang langsung memeluk Bryant
“Hahaha besok kan ketemu” Ucap Bryant yang membalas pelukan Garcia
Garcia tak membalas ucapan Bryant dan hanya diam di pelukan Bryant.
“Aku boleh pergi gak nih hmm?” Tanya Bryant dengan lembut
“Hati-hati” Ucap Garcia melepaskan pelukannya
Bryant tersenyum dan mencium kening Garcia dengan lembut lalu berpamitan.
“See you babe” Ucap Bryant dan di angguki oleh Garcia
Di tengah perjalanan Bryant merasa ada sesuatu yang aneh seolah hati nya menyuruh nya untuk kembali ke H7D.
“Gua kenapa?” Ucap nya bingung dengan perasaannya saat ini
“Apa ini gegara pelukannya jadi gua juga gamau pisah?” Sambung nya sambil tertawa kecil
Sementara Garcia, dia langsung pergi ke kamar nya dan menghubungi Selena via video call.
“Halo” Ucap nya ketika telpon tersambung
“Iya, lu berangkat kapan?” Tanya Selena
“Malem ini” Jawab Garcia
“Lu beneran yakin? Perasaan gua gaenakk nih” Ucap Selena dengan raut wajah cemas
“Perasaan lu doang kali” Ucap Garcia
“Udah ya gua tutup dulu” Sambung nya
Setelah menutup telpon nya Garcia langsung merebahkan dirinya dan menatap langit-langit kamar nya.
“Sebenernya firasat gua juga gaenak sih” Ucap nya
“Tapi harus cepet beres” Sambung nya
Garcia langsung bangun dan mengambil laptop nya dia mulai mengambil alih semua cctv yang ada di H7D. Dia terus memantau semua cctv sambil menyadarkan kepala nya di punggung kasur.
“Gua harus tunggu semua nya aman baru gua berangkat” Ucap Garcia
Garcia berencana pergi tanpa memberi tahukan kepergiannya kepada siapa pun untuk itu dia memantau keadaan sekitar. Hingga sampai jam 1 pagi dia merasa semua anggota inti sudah tertidur dan sekarang waktunya dia bergerak.
“Hei DG, non aktifkan sistem” Ucap Garcia
“Baik Queen” Ucap DG
“Sistem di non aktifkan” Sambung nya
Garcia langsung bersiap dan memakai masker dan juga topi untuk menutupi wajah nya. Setelah siap dia langsung pergi hanya dengan membawa ponsel nya.
Garcia pergi dengan sangat hati-hati melewati anak buah nya. Saat dia berusaha untuk keluar dari H7D dia merasa kesusahan karena penjagaan yang begitu ketat.
“Haishh susah banget ngehindarin mereka” Ucap Garcia
“Tapi gua bangga, karena sistem pertahanan susah di tembus” Ucap Garcia tersenyum bangga di balik masker
Garcia dengan lincah nya menyelinap keluar seperti maling yang sudah mengambil barang curian. Hingga akhirnya dia keluar dari H7D dan sekarang dia harus melewati tempat yang berisikan banyak Jebakan itu. Dengan mudah nya Garcia dapat melewati nya tanpa terluka sedikitpun. Setelah aman dia langsung mengambil motor yang dia tinggalkan di dekat sana untuk pergi mengantar nya ke bandara.
Di dalam perjalanan ke bandar dia melaju dengan kecepatan tinggi untuk mempersingkat waktu. Tak lama dia sampai di bandara, pesawat yang akan dia tumpangi akan lepas landas dia langsung berlari agar tak tertinggal.
Saat ini dia sudah berada di kabin pesawat, dia mengambil kelas bisnis untuk terbang ke Inggris. Dia langsung duduk dan melepaskan masker nya.
“Sorry guys” Ucap Garcia