My Mafia Girl

My Mafia Girl
Surat



Pesawat pun langsung lepas landas dan terbang menuju ke Inggris. Sementara di H7D, sekarang matahari sudah terbit dan semua orang sudah mulai sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing tanpa menyadari ke tidak hadiran Garcia. Karena biasa nya Garcia sering melewatkan sarapan dan sering menghilang.


Siang hari nya, seorang pria yang dengan lengkap setelan jas nya tengah berada di toko perhiasan tengah memilih sebuah cincin.


“Bisa tolong perlihatkan cincin ini?” Ucap Bryant menunjuk sebuah cincin


Pegawai toko itu langsung mengambil cincin yang di tunjuk oleh Bryant.


“Ini tuan, cincin ini di desain dengan khusus jadi harga nya lebih mahal dari yang lainnya” Ucap Pegawai wanita itu


“Aku tidak peduli dengan harga” Ucap Bryant melihat cincin itu dengan teliti


“Wahh beruntung sekali pacar tuan” Ucap pegawai itu


“Apa ini bagus untuk melamar nya?” Tanya Bryant


“Tentu saja tuan, desain nya yang begitu indah pasti akan membuat nya setuju untuk menikah dengan anda” Ucap Pegawai itu


“Baiklah, bungkus ini” Ucap Bryant


“Baik” Ucap pegawai itu membawa cincin itu pergi


Sambil menunggu, Bryant mengeluarkan ponsel nya dan memberi kabar pada Garcia. Dia sedikit merasa aneh karena sejak tadi ponsel Garcia tidak aktif.


“Dia kemana?” Gumam Bryant


“Permisi tuan, cincin nya sudah siap” Ucap pegawai itu membuyarkan pikiran Bryant


Bryant langsung menerima nya dan pergi kembali ke kantor. Dengan pikiran nya yang merasa aneh tentang Garcia dia tetap melanjutkan pekerjaan. Bryant terus menghubungi Garcia hingga sore hari namun masih tak mendapat kan centang 2. Dia bergegas ke H7D untuk melihat kondisi Garcia. Sejak sepulang nya dia dari mall untuk membeli cincin tadi perasaan Bryant sangat tidak enak hingga membuat pekerjaan nya sangat kacau.


Dengan kecepatan tinggi Bryant akhirnya sampai di H7D, dia langsung berlari melewati semua jebakan itu tanpa rasa takut dan hati-hati sedikit pun. Sesampainya di gerbang Bryant langsung berteriak untuk mengaktifkan gerbang mereka.


“BUKA GERBANG NYA” Teriak Bryant


Kevin yang berada di ruang cctv dan melihat Bryant langsung mengaktifkan gerbang mereka dan membuka nya untuk Bryant. Setelah gerbang nya terbuka Bryant langsung berlari dengan cepat tanpa peduli banyak senjata mengarahkan kepadanya.


Kevin langsung turun dan menyuruh anak buah nya menurunkan senjata nya dan menemui Bryant yang tengah buru-buru.


“Kenapa?” Tanya Kevin


“Garcia mana?” Tanya Bryant dengan terengah-engah


Bryant langsung masuk ke H7D dan berlari ke kamar Garcia.


“Kenapa sih tuh bocah” Ucap Kevin lalu mengejar Bryant


Bryant langsung membuka pintu kamar Garcia namun Garcia tidak ada di dalam kamar nya. Bryant langsung mengecek ke kamar mandi dan ruang ganti milik Garcia namun Garcia juga tidak berada di sana.


“Lu ngapain sih?” Tanya Kevin yang aneh melihat Bryant


“Dimana dia?” Tanya Bryant berbalik menatap Kevin


“Pergi kali, dia emang gak tiap hari ada di H7D” Ucap Kevin


“Bodoh! Lu gak ngerasa aneh hah?” Ucap Bryant dengan kasar


“Apa maksud mu” Ucap Kevin tak terima dengan nada bicara Bryant


“Liat ini” Ucap Bryant mengeluarkan ponsel nya dan menunjukkan pesan yang masih centang 1


“Ranjang nya dingin dan kamar sistem kamar ini non aktif” Ucap Bryant mengecek suhu ranjang Garcia


Kevin langsung keluar dari kamar Garcia dan mengecek sistem kamar Garcia di kotak kecil. Namun saat hidup di sana tertulis sistem kamar non aktif. Tidak seperti biasanya Garcia menon aktifkan sistem kamar nya ketika dia pergi.


“Bang sini deh” Teriak Bryant dari dalam kamar


Kevin langsung masuk dan melihat Bryant memegang sebuah kertas. Mereka langsung membaca pesan itu dan betapa kaget nya mereka ketika mengetahui Garcia pergi ke Inggris untuk memastikan sesuatu.


Dear all.


Sorry gua pergi diem-diem. Gua pergi ke Inggris untuk mengecek sesuatu. Beberapa bulan lalu gua dapet info sebuah foto dari Selena di foto itu terpapang wajah bokap gua. Kalian tahu betapa gua sayang nya sama keluarga gua kan? Waktu dapet foto itu gua seneng banget sampe gua pikir gua bakal ninggalin semua nya di sini dan pergi jauh sama bokap gua dan keluarga gua. Tapi waktu liburan gua ke Swiss gua jadi ngerti selama ini kalian bener-bener udah jadi keluarga yang sebenernya buat gua. Makasih untuk semua nya dan maaf. Gua bakal balik lagi ke sana bareng bokap atau nggak sekali pun. Dan untuk Bryant maaf soal waktu itu sesuai perkataan mu hari ini, ayo buka lembaran baru ketika aku kembali.


^^^Garcia^^^


“Gadis ini” Ucap Kevin memijit kepala nya


Sementara Bryant dia memegang ii dada nya yang terasa sakit dengan tiba-tiba.


“Lu tidur dulu di sini” Ucap Kevin menuntun Bryant untuk merebahkan tubuhnya di ranjang Garcia