My Mafia Girl

My Mafia Girl
Mati kau!



Sementara Garcia sedang berendam di dalam bathtub kamar nya. Dia mengambil ponsel nya yang berada di samping nya dan mengecek sesuatu. Namun yang dia harapkan benar-benar tak terjadi. Dia langsung menaruh kembali ponsel nya dan melanjutkan berendam sambil memejamkan matanya.


Sekarang adalah hari empat dimana Bryant masih belum memberikan kabar sama sekali pada Garcia. Saat ini dia sedang berada di sebuah markas dan duduk di kursi kebesarannya.


*Anggap pembicaraan ini dalam bahasa Inggris


“Apa orang nya sudah berada di penjara bawah tanah?” Tanya Bryant pada seseorang yang ada di hadapan nya


“Ya King, kita sudah meringkus beberapa dari mereka. Namun tidak ada satu pun orang yang mau berbicara” Ucap Salah seorang anak buah Bryant


“Satu pun?” Tanya Bryant sambil membuka laci meja nya


Dia mengambil sebuah belati dan menatap belati yang terlihat tajam dan berkilau lalu dia kembali orang yang sedang menghadap nya saat ini. Di tatap seperti itu oleh Bryant membuat orang itu ketakutan karena tak berhasil membuat tawanan mereka berbicara.


“Kita kesana sekarang” Ucap Bryant beranjak dari duduk nya


“Baik King” Ucap Orang itu mengikuti Bryant dari belakang


Sesampainya di penjara bawah tanah Bryant langsung menghampiri 3 orang yang sedang tergeletak mengenaskan dengan berbagai luka di tubuh nya.


“Wahh dengan luka seperti ini pun kalian masih tidak berbicara?” Ucap Bryant yang berjongkok


“Katakan pada ku sekarang sebelum aku membuat kalian lebih menderita.” Ucap Bryant


“Kami tidak akan mengatakan apapun, lebih baik kami mati daripada memberi mu informasi” Ucap Orang itu dengan angkuh nya


Mendengar itu membuat Bryant tersenyum miring dia menatap Samuel yang juga mengikuti nya tadi.


“Sam, sarung tangan” Ucap Bryant


Samuel dengan cekatan nya langsung mengambilkan sarung tangan untuk Bryant. Di saat seperti ini Samuel sudah tahu apa yang akan di lakukan oleh pria gila di hadapan nya ini.


“Apa aku terlalu berbaik hati? Kita main terlebih dahulu kalo begitu” Ucap Bryant sambil memakai sarung tangan


“Kau benar-benar tidak bisa di ajak ngomong baik-baik ya” Ucap Bryant mencengkeram dagu orang itu


Tangan satu nya meraih sebuah belati yang dia simpan sejak tadi. Dia menatap belati itu sebentar lalu menatap orang yang sedang di hadapan nya ini.


“Ujung nya sangat berkilau ya” Ucap Bryant


Kini ekspresi Bryant langsung berubah, yang tadi nya dia terlihat seperti seseorang yang ingin bermain-main dan sekarang seperti orang yang sudah siap menguliti orang yang ada di hadapan nya.


Dia langsung menggoreskan pisau itu pada wajah orang tersebut dengan pelan-pelan. Dia seperti sedang melukis namun beda nya dia melukis di wajah seseorang.


“BRENGSEKKK!” Teriak orang itu memelototi Bryant


“Apa kau merasa mata mu itu bagus sehingga berani memelototi ku seperti itu HAH” Ucap Bryant


Tanpa babibu Bryant langsung menyongkel salah satu mata orang itu.


“AKHHHHHHHH” Teriak orang itu kesakitan


Melihat temannya yang kehilangan satu mata nya akibat kebrutalan Bryant membuat kedua rekan orang itu berusaha menyerang Bryant dengan tangan kosong.


Bryant yang menyadari hal itu langsung melayangkan tinju nya pada mereka berdua dan membuat mulut mereka mengeluarkan darah.


“Uhukk uhukk” Batuk mereka berdua di sertai darah yang keluar dari mulut mereka


Bryant langsung melihat ke arah Samuel dan salah satu anak buah nya yang menghadap dirinya tadi. Mereka berdua langsung peka dan keluar dari penjara itu dan menjaga dari luar penjara.


“Hanya segitu tapi udah kayak gini” Ucap Bryant


“Mau ngelawan gua kan? Oke, kita bertarung dengan tangan kosong” Ucap Bryant melempar kan ke sembarang arah belati nya


Orang-orang itu yang melihat Bryant yang sudah tanpa senjata langsung menyerang Bryant dengan bodoh nya. Mereka masih berfikir dengan keadaan yang sudah mengenaskan seperti ini mereka masih kuat. Jika dalam keadaan sehat pun pemenang nya juga sudah jelas.


Dalam pertarungan itu membuat seseorang merasa memiliki kesempatan untuk menyerang Bryant dengan belati yang Bryant jatuhkan tadi. Melihat Bryant yang sangat fokus pasti nya orang itu bisa melukai Bryant. Dia langsung mencoba berdiri dan menyerang Bryant dari belakang.


“MATIII KAUUUU!” Ucap Orang itu yang mencoba menusukkan belati itu pada Bryant


Tanpa di duga-duga Bryant langsung berbalik dan menahan tangan orang itu.


“Seharus nya dengan satu mata mu kau diam saja” Ucap Bryant menatap tajam orang itu dan membuat belati itu menusuk pada orang itu sendiri.


Bryant langsung memperdalam tusukan nya dan membuat orang itu mengeluarkan banyak darah. Sementara 2 orang yang lainnya sudah terkapar tidak berdaya. Bryant langsung mencabut belati nya dan membuat orang itu langsung terduduk lemas dengan darah yang keluar tanpa henti.


“Bunuh mereka semua” Ucap Bryant pada anak buah nya dan meninggalkan penjara begitu saja


.


.


Hai guys... Gimana hari ini?


Setelah menikmati hari-hari yang melelahkan akhirnya weekend pun tiba. Author cuma pingin weekend ini bisa rebahan tanpa adanya panggilan tugas huhu.