
1 bulan setelahnya, seorang pria baru saja menginjak kan kaki nya di Indonesia setelah sekian lama. Dia berjalan keluar dari bandara bersama asisten nya yang terus mengikuti dirinya dari belakang.
“Sam, atur pertemuan dengan CEO GEJ Company” Ucap Bryant ketika sudah memasuki mobil nya
“Baik tuan”
Sementara di kantor Garcia, dia terlihat sangat serius dengan pekerjaan nya hingga pada akhirnya seseorang membuyarkan konsentrasi nya.
Tok tok tok
“Masuk” Ucap Garcia
“Maaf, nona. CEO dari BA Company ingin bertemu saat makan siang” Ucap Divna yang baru saja masuk ke dalam ruangannya
“Baiklah” Jawab Garcia lalu fokus kembali ke pekerjaan nya
“Setelah ini, lu bakal libur dari kantor dan juga sekolah selama 3 hari” Ucap Divna mengubah pembicaraan nya menjadi informal
Perkataan Divna membuat Garcia menghentikan pekerjaan nya dan menatap Divna bingung.
“Piknik kalian gagal bulan lalu gegara masalah penting di MOTD, sekarang waktunya lu luangin waktu lu buat keluarga lu Ci. Gua juga udah hubungin Louis kalo 3 hari dari besok dia harus libur.” Jelas Divna
“Hmm, thank you” Ucap Garcia
“Sama-sama”
“Lu lanjutin dulu kerjaan lu, gua keluar bentar. Jangan lupa sejam lagi” Ucap Divna dan hanya di angguki oleh Garcia
Di perusahaan besar BA Company, Bryant tengah duduk di kursi nya sambil terus menatap jam yang ada di tangannya.
“Daripada gitu terus mending lu liat laporan yang ada di hadapan lu sekarang” Ucap Samuel kesal
Namun ucapan Samuel tidak di dengarkan oleh Bryant. Wajah nya sangat terlihat tidak sabar bertemu dengan pujaan hati nya yang telah merebut hati nya sejak pertama kali bertemu.
“Susah ya musuh sama orang jatuh cinta” Ucap Samuel
“Pergilah Sam, aku tidak butuh omong kosong mu saat ini” Ucap Bryant menatap sinis Samuel
“Iya-iya gua pergi” Ucap Samuel lalu beranjak dari tempat duduk nya
Setelah menunggu sekian lama nya akhirnya mereka bertemu di tempat yang sudah di janjikan. Dengan perasaan senang Bryant terus tersenyum di dalam perjalanan dan membuat Samuel merinding.
“Berhenti tersenyum Bry, gua ngeri ngeliatnya” Ucap Samuel yang duduk di sampingnya
“Congkel saja matamu jika tidak ingin melihat nya” Jawab Bryant dengan sinis nya
“Cihh”
“Kita sudah sampai tuan” Ucap Supir
“Hmm, makasih” Jawab Bryant yang langsung turun
“Tuh orang main ninggal-ninggal aja dah” Ucap Samuel yang ikut turun menyusul Bryant
“Tadi tuan bilang makasih? Aku sangat beruntung hari ini” Gumam supir itu dan langsung mencari tempat parkir
“Ruang VIP 203” Jawab Samuel
Dan lagi-lagi Bryant langsung meninggalkan Samuel begitu saja dan membuat Samuel menggerutu.
“Tuan Samuel” Ucap seorang wanita dari belakang Samuel
“Ya?” Jawab Samuel berbalik
Samuel menatap wanita itu tanpa berkedip sama sekali. Wanita yang di hadapan nya sangat cantik dengan rambut yang di kuncir kuda.
“Tuan?” Ucap wanita itu sambil melambaikan tangan nya di depan muka Samuel
“Eh? I-iya” Ucap Samuel gagap
“Anda tidak masuk?” Tanya Wanita itu
“Baru saja saya akan masuk, nona Divna” Jawab Samuel
“Mari tuan” Ajak Divna untuk ikut masuk ke dalam
“Baik nona” Jawab Samuel
Sementara di dalam ruangan kedua insan itu sedang duduk dan membahas proyek yang akan mereka kerjakan bersama. Bryant duduk di samping Garcia sambil ttersenyum dan menatap saat Garcia menjelaskan tentang pekerjaan mereka.
“Apa anda mengerti tuan?” Tanya Garcia menatap Bryant yang sedang menatap nya
Saat mata mereka bertemu Divna dan Samuel masuk ke dalam dan melihat mereka yang saling menatap dengan jarak yang cukup dekat.
“Sepertinya kita harus keluar nona” Bisik Samuel
“Ya kurasa” Jawab Divna berjalan keluar dan di ikuti Samuel sambil menutup pintu
Garcia menatap dalam mata Bryant dia merasa seperti pernah melihat mata ini sebelum nya. Dan juga dia merasa ada sesuatu yang aneh dalam dirinya. Kenapa jantung nya berdetak sangat kencang.
“Mata ini, seperti nya aku kenal. Dan ada apa dengan ku? Kenapa jantung ku berdetak” Batin Garcia
“Kamu milik ku baby girl” Batin Bryant
“Ehem, mari kita lanjutkan tuan” Ucap Garcia yang mulai tersadar dan sedikit menjauhkan duduknya
“Hmm” Ucap Bryant
Mereka melanjutkan pembahasan itu tanpa di dampingi asisten masing-masing. Bryant masih saja terus mencuri tatapan pada Garcia di tengah-tengah pembahasan mereka. Sebenarnya Garcia menyadari hal itu namun dia hanya acuh dia hanya ingin profesional dalam pekerjaan nya.
.
.
.
Hai guys... Gimana hari nya?
Jujur Author hari ini capek banget rasanya semua badan kayak remuk haha tapi demi kalian author nyempetin update. Luv.