My Mafia Girl

My Mafia Girl
Episode 19



“Kok gak sekolah? Bolos ya?” Ucap Orang itu


“Bukan urusan mu” Jawab Garcia


“Nihh aku ada minuman tadi kelebihan waktu beli” Ucap Orang itu memberikan minuman yang ada di tangan nya


Garcia menoleh ke arah orang yang terus mengajak nya bicara sejak tadi, saat dia melihat wajah orang itu Garcia terdiam dengan sangat lama.


“Aku tahu aku ganteng” Ucap Orang itu dengan PD nya


“Cihh sok kecakepan” Ucap Garcia


“Emang cakep sih, gua gak munapik” Batin Garcia berlawanan dengan mulut nya


“Tapi banyak yang bilang aku ganteng loh” Ucap Orang itu yang masih percaya diri


“Bodoamat” Ucap Garcia cuek


“Ini ambil minum nya” Ucap Orang itu menyodorkan minuman nya lagi


Garcia menatap minuman itu cukup lama sebenarnya dia sangat haus namun dia sangat malas untuk bergerak membeli minuman. Tapi dia juga ragu dengan minuman yang di berikan pria itu. Mengetahui apa yang di pikiran Garcia, pria itu langsung mengambil tangan Garcia dan membuat nya memegang minuman itu.


“Gak ada racun nya, tenang aja” Ucap Orang itu


“Hmm” Ucap Garcia yang langsung membuka minuman itu dan meminum nya


“Makasih kek” Gumam Pria itu


Garcia yang mendengar nya pun langsung berterimakasih pada pria itu.


“Makasih” Ucap Garcia datar


“Sama-sama” Jawab Pria itu tersenyum


“Oh ya aku Bryant” Ucap pria itu mengulurkan tangannya


Garcia hanya melihat tangan Bryant sekilas tanpa menjabat nya di berkata.


“Zifanya” Ucap Garcia


Bryant menarik kembali tangannya dengan senyuman yang indah.


“Zifanya?” Tanya Bryant


“Hmm” Jawab Garcia


Bryant hanya mengangguk kepalanya dan mengambil makan burung yang sempat dia beli tadi dan melemparkan makanan itu kepada para burung-burung itu.


“Mau coba?” Tawar Bryant menyodorkan makanan burung itu ke Garcia


Tanpa menjawab nya Garcia langsung mengambil makanan burung dari wadah itu dan melemparkan nya ke arah burung-burung. Mereka berdua memberikan makan burung-burung itu secara bersamaan, hingga pada akhirnya Garcia mendapatkan telpon dari seseorang yang harus membuat nya pergi dari sana.


Drttt...


“Siapa sih” Ucap Garcia kesal lalu mengambil ponsel nya di ransel


Melihat siapa yang menelepon membuat Garcia mengerutkan keningnya.


“Tumben” Ucap nya menatap layar ponsel nya lalu pergi menjauh dari Bryant


...Panggilan Terhubung...


^^^Halo^^^


Halo, lu dimana


^^^Luar^^^


Gua ada di sini sama dia, pulang gih


^^^Oke^^^


“Mau kemana?” Tanya Bryant ketika melihat Garcia mengambil ransel nya


“Balik” Jawab Garcia yang langsung pergi dari sana


Bryant hanya melihat kepergian Garcia hingga dia menghilang dari sana. Bryant tetap duduk di sana dan menatap lurus ke arah burung-burung itu sambil melemparkan makanan terakhir dari wadah yang dia pegang.


“Zifanya apa nya?” Ucap Bryant sambil tersenyum miring


Setelah mengatakan itu dia pergi dari sana, sementara di sisi Garcia dia mengemudikan mobil nya sambil memikirkan laki-laki yang baru saja dia temui itu.


“Dia seperti pria gila” Ucap Garcia


Garcia melajukan mobil nya kembali ke H7D sesampainya di sana dia langsung memarkir mobil dan langsung masuk ke mansion milik nya itu. Dia melangkah menuju ke lift dan lantai 3 menjadi tujuan nya.


Ting


Pintu lift pun terbuka, saat sudah sampai di lantai 3 dia langsung melangkah kaki nya menuju ruang santai di lantai itu. Dia membuka pintu dan melihat beberapa orang sedang berkumpul di sana dan seorang anak kecil yang berusia 6 tahun langsung berlari ke arah nya dan memeluk diri nya.


“KAKAK CANTIK” Teriak anak kecil itu berlari dan langsung memeluk Garcia


“Hey girl, how are you?” Tanya Garcia menyapa anak kecil itu


“Very good hehe” Ucap Anak kecil itu


Garcia langsung membawa anak kecil itu untuk duduk bergabung bersama yang lainnya.


“Bagaimana kabar mu kak bang?” Tanya Garcia pada orang tua anak kecil itu


“Kami baik-baik aja kok, bagaimana dengan kabarmu sendiri” Tanya Seorang wanita yang tak lain adalah ibu anak kecil itu, Sabrina.


“Cukup baik” Jawab Garcia datar


“Bagaimana kondisi MOTD akhir-akhir ini?” Tanya seorang pria yang tak lain adalah ayah dari anak kecil itu, Andi.


“Semua berjalan lancar” Jawab Garcia


“Kalian sudah makan?” Tanya Garcia


“Sudah, sebelum kemari kami menyempatkan untuk makan. Bukannya ini masih jam sekolah? Kenapa kamu ada di luar tadi?” Tanya Sabrina


“Bolos” Jawab Garcia datar


“Baru sehari masuk udah bolos aja” Ucap Andi


“Bodoamat” Ucap Garcia datar


“Kak, ayo latihan” Ajak Gadis kecil itu menatap Garcia dengan wajah memohon


“Tidak sekarang girl” Ucap Garcia mencubit hidung anak itu


“Kakkk ayolah aku sangat rindu latihan bersama mu” Rengek Gadis kecil itu, Renata.


Garcia menatap kedua orang tua Renata dan dia mendapat kan anggukan dari kedua nya.


“Pergilah, dia terus merengek untuk kemari dan ingin latihan bersama mu sejak seminggu lalu” Ucap Sabrina


“Baiklah-baiklah, kakak akan ganti baju dulu ya” Ucap Garcia lembut pada Renata.


“Yeayy” Ucap Renata melompat-lompat kegirangan


.


.


.


.


Hai, apa kabar? Gimana hari nya?