My Mafia Girl

My Mafia Girl
Di serang



“Selamat menikmati” Ucap Mang Udin


“Makasih Mang” Ucap Bila


“Sama-sama neng” Ucap Mang Udin lalu pergi dari sana


Mereka menikmati makanan mereka dengan diam tanpa berbicara sedikit pun. Setelah selesai makan, ponsel Garcia tiba-tiba berdering. Di lihat nya sebuah panggilan telepon dari abang nya. Garcia pun izin pergi angkat telepon kepada teman-teman nya.


“Gua angkat dulu ya” Ucap Garcia dan hanya di jawab anggukan oleh kedua temannya


Garcia langsung pergi menjauh dari kantin dan mencari tempat yang sepi untuk mengangkat telpon.


...Panggilan terhubung...


^^^Halo, kenapa?^^^


Queen cepat kemari, markas di serang


^^^Oh shitt!!^^^


Mendengar hal itu tentu nya membuat Garcia mengumpat, dia langsung mematikan telpon nya dan langsung pergi dari tempat nya dan menuju ke parkiran untuk bergegas pergi dari sekolah. Namun saat dia akan masuk ke dalam mobil nya dia di halangi oleh seseorang yang membuat nya sangat kesal.


“Mau kemana lu? Mau bolos, hah?” Tanya orang itu


“Lepas” Ucap Garcia dengan tatapan tajam menatap orang itu


“Gak, lu gak boleh bolos” Ucap orang itu yang tak lain adalah Raka


Garcia muak dengan hal seperti ini dan langsung menghempaskan pegangan tangan Raka dan menendang perut Raka hingga membuat nya sedikit terpental dan merasakan sakit di bagian perut nya akibat tendangan Garcia


“Jangan pernah ikut campur!!” Ucap Garcia penuh peringatan dan menatap Raka dengan sangat tajam


Tanpa banyak bicara lagi, Garcia langsung masuk kedalam mobil nya dan melajukan nya keluar dari gerbang sekolah dengan kecepatan sangat tinggi. Saat ini dia mengendari mobil nya dengan penuh emosi, Mafia mana yang berani mengusik nya saat ini? Benar-benar cari mati.


Tak membutuhkan waktu lama Garcia tiba di markas nya. Dia melihat keadaan yang cukup menegangkan di luar. Dia langsung keluar dari mobil nya dengan membawa satu buah pistol di tangan nya.


Dor.. Dor.. Dor..


Garcia mulai masuk ke dalam area pertempuran dan menembak kan beberapa peluru ke arah musuh nya.


“Wooo... Ternyata ketua kalian masih seorang bocah” Ucap Salah satu orang di sana yang tak lain adalah ketua dari kelompok mafia yang menyerang markas Garcia


Garcia berjalan dengan sangat santai sambil menembak orang-orang yang menghalangi jalan nya untuk menemui ketua dari mafia lawan.


“Anda sangat berani mengusik ku” Ucap Garcia dengan aura yang mencekam


“Tentu saja, aku menginginkan posisi mu” Ucap Ketua dari Black Bear


“Hahah mimpi” Ucap Garcia yang langsung menyerang ketua dari BB dengan brutal


Emosi yang membara dalam diri Garcia membuat nya menyerang lawan dengan brutal tanpa memberikan sedikit celah. Serangan mendadak dan secara brutal membuat ketua BB akhir nya tumbang dengan beberapa goresan di tubuh nya. Dia sudah tidak kuat lagi untuk melawan dan terjatuh begitu saja.


Dorr...


Garcia menembak ke atas untuk memberi peringatan pada yang lainnya.


“Ketua kalian sudah kalah, menyerah lah” Teriak Garcia pada anggota BB yang masih tetap hidup


Pertarungan berhenti akibat teriak dari Garcia yang mengatakan bahwa ketua BB telah kalah. Dalam pertarungan ini anggota BB banyak yang mati dan anggota MOTD hanya beberapa orang saja yang terluka kecil.


Garcia menghampiri Ketua BB yang terbaring menyedihkan di tanah. Garcia berjongkok untuk berbicara dengan ketua BB.


“Kau salah mencari musuh, Tuan.” Ucap Garcia dengan senyum sinis


“Jadi terimalah hadiah dariku” Ucap Garcia menyayat wajah Ketua BB dan menggerakkan nya hingga sampai ke perut ketua BB


“AKHHH.... AMPUNNN” Teriak Ketua BB kesakitan


“Ampun? Hahaha teruslah bermimpi, Tuan.” Ucap Garcia tertawa dengan sangat menyeramkan dan langsung menusuk kan belati itu ke perut ketua BB


“AKHHH.....” Teriak Ketua BB ketika belati milik Garcia tertancap di perut nya


“Panggil Bobby dan Caca” Suruh Garcia pada abang nya yang berada di belakang nya


“Baik” Jawab Ronald yang langsung pergi dari sana menjemput Bobby dan Caca


Garcia langsung berdiri dan melihat ketua BB yang terus meringis kesakitan akibat belati itu masih tertancap di perut nya. Garcia melihat nya hanya tersenyum manis dia pikir ini hiburan yang menarik. Tak lama Ronald kembali dengan membawa 2 ekor buaya yang mengikuti di samping nya.


“Bobby Caca, dia adalah makanan mu” Ucap Garcia melirik Bobby dan Caca


Seolah tau apa maksud dari tuan nya, buaya-buaya itu langsung menghampiri ketua BB yang masih hidup dan masih meringis kesakitan. Kedua buaya milik Garcia langsung mencabik-cabik tubuh Ketua BB yang masih hidup itu menggunakan gigi nya.


“AKHHH AM-AMPUN” Teriak ketua BB yang merasakan sangat kesakitan akibat siksa kejam dari Garcia


Namun bagi orang-orang di sana baik anggota dan abang-abang Garcia, itu bukanlah siksa yang sebenarnya. Garcia pernah melakukan hal yang lebih parah dari ini dan membuat orang-orang yang menjadi korban nya itu seolah mati tak mau hidup pun segan.


.


.


.


.


Hai, Gimana hari ini? Bentar lagi buka puasa loh kalian masih kuat kan?


Hari ini aku Up 2 episode untuk menebus kelupaan ku karena belom update di tanggal 6. Aku bener-bener lupa gegara terlalu semangat buat update My Ice Boy. Maap ya...