My Mafia Girl

My Mafia Girl
Garcia Marah



Kini giliran Kevin yang maju, dia mengambil sebuah belati kecil yang ada di meja. Dia juga melemparkan sebuah belati pada Bryant dan dia menangkap nya dengan sempurna.


“Yang darah nya menetes ke tanah berarti kalah” Ucap Kevin tersenyum smrik dan di balas senyuman biasa oleh Bryant


Setelah hitungan ketiga mereka berdua mulai menyerang secas bersamaan. Mereka melakukan berbagai serangan dan juga menhindari serangan. Kevin akui sangat sulit menemukan celah untuk melukai Bryant. Namun hal itu tidak membuat ya menyerah dan menyerang Bryant dengan berbagai cara. Hingga pada akhirnya Bryant berhasil menggores lengan Kevin begitu juga dengan Kevin yang berhasil menggores lengan Bryant.


Lagi-lagi pertarungan berakhir dengan imbang. Dengan luka yang terus mengalir pertarungan Bryant di lanjutkan tanpa di beri kesempatan untuk mengobati luka nya dan kini lawan nya adalah William. Dia mengambil pedang dan juga memberikan nya pada Bryant.


Pertarungan di mulai dan lagi-lagi berakhir dengan imbang dengan beberapa luka di tubuh kedua nya. Hingga kini tiba saat nya ahli pedang kedua di MOTD setelah Garcia maju melawan Bryant.


Ronald langsung maju dengan pedang nya sendiri tanpa pedang yang sudah di siapkan. Ketiga orang itu yang melihat Ronald maju dengan pedang nya sendiri kaget. Karena jika Ronald menggunakan pedang nya sendiri itu berarti dia sama sekali tak melihat siapa lawan nya itu.


“Dia gila? Dia mau bunuh tuh cowo kah?” Ucap William


“Hentiin Ronald cepet” Ucap Kevin


“Udah terlambat” Ucap Andre ketika melihat Ronald langsung berlari menyerang Bryant


Mereka semua terlihat sangat cemas karena pertarungan berlangsung dengan lebih sengit dari sebelum nya. Mereka berdua masih sama-sama bertahan. Ada alasan tersendiri kenapa Ronald menjadi yang terakhir. Dia sejak tadi membaca setiap gerakan Bryant yang di lakukan Bryant dan menghapal semua nya.


Setelah lama berakhir dengan imbang akhirnya Ronald menemukan celah dan langsung menyerang Bryant. Punggung Bryant terkena sayatan pedang Ronald. Darah dari tubuh Bryant langsung menetes.


Tepat saat itu, Garcia datang dia baru kembali dari kantor nya dia langsung berteriak menghampiri Bryant yang tengah terluka.


“BRYANT!” Teriak Garcia berlari menghampiri Bryant


Dia langsung berjongkok dan melihat wajah Bryant yang terdapat lebam dan bagian tubuh lainnya yang terkena sayatan.


“APA-APAAN INI!” Teriak Garcia langsung berdiri dengan tatapan tajam nya menatap seluruh abang nya


Para laki-laki itu menunduk ketakutan melihat amarah Garcia yang melebihi ekspektasi mereka.


“DIA ITU PASIEN, APA YANG KALIAN LAKUKAN” Teriak Garcia marah besar


“Babe” Lirih Bryant meraih tangan Garcia dengan keadaan lemah


“KALIAN! BAWA DIA KE RUANG RAWAT DAN PANGGIL KAK LIA” Ucap Garcia menyuruh abang-abang nya itu


“Abislah mereka” Batin Aulia ketika melihat kekhawatiran yang begitu jelas di wajah Garcia


“Sudah selesai” Ucap Aulia ketika selesai mengobati luka Bryant


Garcia tak menjawab nya, kemarahan di dalam diri Garcia masih memuncak. Aulia yang mengerti pun langsung meninggalkan Garcia sendiri dan keluar dari ruangan. Saat keluar dari ruangan dia melihat para lelaki tengah khawatir.


“Kenapa kalian sebodoh ini? Bukannya dulu udah gua peringatin jangan macem-macem sama orang nya Garcia kalo gak mau Garcia marah?” Ucap Aulia yang juga kesal dengan para lelaki itu


“Kami hanya ingin menguji nya” Ucap William


“Menguji? Dasar bodoh. Dia itu baru saja terkena racun kita. Kalian tahu jelas bagaimana cara kerja racun kita. Dia masih dalam tahap pemulihan tapi kalian membuat nya semakin parah?!” Ucap Aulia benar-benar kesal dengan pemikiran laki-laki itu


“Tapi sayang-” Ucap Ronald namun terpotong oleh Aulia


“Kamu juga! Kamu yang paling tua tapi malah ikut-ikutan. Udahlah aku gamau bicara sama kamu lagi” Ucap Aulia lalu pergi meninggalkan Ronald


Sementara di dalam, Bryant menatap Garcia yang menatap dengan amarah.


“Maaf” Ucap Bryant


“Berarti kemarin itu juga?” Tanya Garcia dan di angguki Bryant


Garcia membuang nafas nya dengan kasar dia benar-benar tidak habis pikir dengan tingkah abang-abang nya itu.


.


.


GUYS AUTHOR KETERIMAA MAKASIHH YAA BUAT DOANYA DAN HARI INI AUTHOR MULAI KERJA.


Oh iya hari ini satu dulu yaa..


tadi pagi author ada orientasi trs pulang nya agak siang dan author ngebut bikin satu bab ini karena author bakal masuk siang di jam 2 dan pulang jam 11 jadi author mau ambil waktu tidur biar gak ngantukk pas kerja hehe