
“Mau di pajang dimana?” Tanya Garcia
“Emmm” Dehem Raka sambil berfikir dan melihat sekeliling
“Di situ kayak nya bagus” Ucap Raka
“Yaboleh juga” Ucap Garcia
“Mau di pajang sekarang?” Tanya Garcia
“Nanti, tunggu cat nya kering dulu” Jawab Raka
...****************...
Malam hari nya Garcia berada di H7D dan baru saja menyelesaikan rapat bersama para anggota inti. Setelah semua nya keluar dari ruangan Garcia juga menyusul keluar dan pergi ke kolam renang yang ada di lantai 4.
Dia langsung masuk ke dalam kolam dan berenang ke dasar kolam. Saat tiba di dasar kolam dia melentangkan tubuhnya dan menatap ke atas dari dasar kolam lalu dia memejamkan matanya.
Sementara di atas ada Fadil yang tadi melihat Garcia berjalan ke arah kolam renang dan menyusulnya dengan membawa bathrobe. Dia melihat Garcia menyelam ke dasar dan menunggu Garcia untuk kembali muncul ke permukaan namun setelah beberapa menit Garcia juga tak kunjung muncul hingga membuat Fadil khawatir. Dengan cepat Fadil langsung ikut masuk ke dalam kolam dan dia melihat Garcia yang tengah memejamkan matanya di dasar kolam.
Fadil langsung menghampiri Garcia dan meraih pinggang Garcia dan menepuk pelan pipi Garcia. Garcia yang merasa sentuhan yang langsung membuka matanya. Betapa kagetnya dia bahwa orang yang ada di hadapannya adalah Fadil. Garcia pikir orang yang masuk ke dalam kolam renang adalah Kak Divna namun ternyata salah. Dia lupa bahwa Fadil dan yang lainnya berencana untuk menginap malam ini.
Garcia mengangkat dagunya menanyakan maksud Fadil. Fadil merasa lega bahwa Garcia tidak apa-apa. Mereka berdua langsung muncul ke permukaan untuk mengambil oksigen.
“Astaga lu bikin gua khawatir tau gak” Ucap Fadil meraih pipi Garcia dan dengan raut wajah penuh kekhawatiran
“Kenapa?” Tanya Garcia bingung
“Lu udah gak muncul-muncul selama beberapa menit, gua jadi khawatir” Ucap Fadil
“Santai aja, pernapasan gua kuat kok” Jawab Garcia
“Tapi, lu bisa lepasin gua dulu?” Tanya Garcia yang masih dalam pelukan Fadil
Mendengar ucapan Garcia, Fadil langsung melepaskan tangannya yang masih meraih Garcia.
“Sorry” Ucap Fadil dengan canggung
“It’s okay” Ucap Garcia duduk di pinggiran kolam
“Lu tadi kemana? Kok gaada di sekolah?” Tanya Fadil yang ikut duduk di pinggiran kolam
“Kenapa gak ngajak kita?” Tanya Fadil
“Kalian yang awalnya gak pernah bolos malah jadi sering bolos karena gua jadinya tadi gua gak ngajak kalian” Ucap Garcia
“Kata siapa? Kita sering bolos kok. Cuma gak ketahuan aja” Ucap Fadil
“Lain kali kalo lu butuh temen buat have fun kalo lagi banyak pikiran kita selalu ada buat lu. Lu jangan lupa. Gua udah ingetin berkali-kali padahal” Ucap Fadil
Garcia menoleh dan menatap Fadil sambil tersenyum. Dia cukup tersentuh dengan ucapan Fadil.
“Wahh.. ternyata es boy sekolah kita ini cukup pengertian ya” Ucap Garcia
“Ck, es boy apanya” Ucap Fadil
“Lu juga jadi es girl di sekolah” Sambung Fadil
“Hahaaha iya, sampe banyak yang ngeship in kita” Ucap Garcia sambil tertawa
“Padahal kita Cuma sahabat” Sambung Garcia yang masih tertawa kecil
Mendengar kata sahabat membuat hati Fadil sangat sakit. Dia sudah tahu bahwa Garcia hanya akan menganggap nya sahabat. Karena Garcia menganggap Sahabat akan tetap jadi sahabat gak lebih dari itu.
“Hmm ya, kita Cuma sahabat” Lirih Fadil menata sendu Garcia
“Ayoo masuk” Ajak Garcia berdiri dan memakai bathrobe yang terletak di meja
“Thanks ya bathrobe nya” Sambung Garcia
“Ayo masukk, lu gamau masuk?” Ajak Garcia yang masih melihat Fadil duduk di tepi kolam
“Lu duluan aja, nanti gua nyusul” Ucap Fadil
“Yaudah, jangan lama-lama. Cuacanya dingin” Ucap Garcia dan hanya di angguki Fadil sambil tersenyum
Setelah melihat Garcia pergi, Fadil masih terdiam dan menatap ke kakinya yang berada di kolam.
“Kayaknya dia gak bakal ngubah keyakinannya. Apa gua harus nyerah?” Gumam Fadil menatap langit malam