
“Dia benar-benar seperti malaikat pencabut nyawa seperti rumor yang beredar” Ucap Bos Tigre mencoba duduk sambil memegangi kepala nya
“Anda sudah sadar?” Ucap Garcia berbalik menatap wajah Bos Tigre Fou
“Le-lepaskan saya” Ucap Bos Tigre Fou
“Maaf tapi saya tidak akan melepaskan buruan saya semudah itu” Ucap Garcia berjalan maju menghampiri Bos Tigre Fou dan berjongkok di hadapan Bos Tigre Fou
Garcia langsung menusukan sebuah pisau yang dia ambil dari salah satu anak buah Tigre Fou yang sudah mati pada Bos mereka. Lalu melepas nya dan dalam 3 detik dia menusukan nya kembali dan menahannya selama 5 detik lalu melepaskan nya kembali dan kembali menusukkannya dan melepaskan nya. Tusukan berkali itu membuat Bos Tigre Fou berteriak kesakitan sedangkan Garcia malah tersenyum dengan cipratan darah yang mengenai wajah nya.
“Hidup mu akan berakhir” Ucap Garcia mengacungkan senjatanya ke kepala bos Tigre Fou
“Seluruh anak buah mu baik di sini ataupun di markas mu pasti sudah tewas” Sambung Garcia
“Sa-saya menyerah. Tolong jangan bunuh saya” Ucap Bos Tigre Fou terus memohon
“Ini baru pertama kali nya orang meminta untuk tidak ku bunuh” Ucap Garcia
“Garcia” Panggil Divna dari belakang yang sudah menyelesaikan pertarungannya bersama Fadil dan Arya
“Bawa dia” Ucap Garcia menurunkan acungan senjatanya
Divna langsung mengkode Fadil dan Arya untuk membawa Bos Tigre Fou yang lemah tak berdaya itu pergi.
“Are you okay?” Tanya Divna
“Hmm” Jawab Garcia
“Gimana kabar dari bang Ro?” Tanya Garcia
“Semua beres, laporannya akan di kirim besok ke istana negara” Jawab Divna
“Oke, ayo pergi” Ucap Garcia
Mereka semua meninggalkan tempat kejadian dan kembali ke H7D. Sesampainya di sana Garcia langsung menyuruh Fadil dan Arya untuk membawa bos Tigre Fou pada Kevin di ruang medis bawah tanah.
“Bawa dia ke ruang bawah tanah. Berikan pada bang Kevin dan suruh kak Lia buat cari dokter lain buat ngobatin dia” Ucap Garcia
Meskipun bingung kenapa orang seperti Bos Tigre Fou mendapatkan belas kasihan dari Garcia. Tetapi mereka tetap menuruti perintah Garcia. Sedangkan Bos Tigre Fou yang masih memiliki sedikit kesadaran dan mendengarkan ucapan Garcia bernafas lega karena dia berakhir selamat.
“Baik Queen” Ucap Mereka berdua
“Syukurlah aku tetap hidup” Ucap Bos Tigre Fou lalu jatuh pingsan
Garcia langsung berjalan menuju ke kamar nya untuk membersihkan tubuh nya yang penuh darah dari orang-orang itu. Setelah selesai mandi dia sudah berpakaian dengan pakaian tidur seksi nya dan bersiap untuk tidur. Namun saat akan memejamkan matanya tiba-tiba ponsel nya berdering dan tentunya itu membuat dirinya sangat kesal. Dia mengambil ponsel nya dan melihat siapa yang menelepon nya di saat seperti ini.
Saat tahu siapa si penelepon, wajah yang tadi nya kesal kini tersenyum melihat nama yang terpampang jelas di ponsel nya. Dia langsung mengangkat nya dan mengarahkan ponsel nya ke muka nya. Panggilan video itu terhubung dan menunjukkan wajah dari orang di sebrang sana yang tengah tersenyum dan menyapa nya.
...Pria Gila...
...Panggilan Terhubung...
^^^Hai^^^
Gimana semua lancar hari ini?
^^^Yah begitulah^^^
^^^Bagaimana denganmu?^^^
Aku gak bisa fokus seharian ini
^^^Why?^^^
Bagaimana aku bisa fokus kalo pikiran ku selalu teringat padamu
^^^Hahaha itu menggelikan Bry^^^
Lihatlah betapa cantiknya gadis ku ini ketika tertawa
^^^Aku memang cantik mau tertawa ataupun tidak^^^
Aku tahu, gadis ku ini perempuan yang paling cantik di dunia
^^^Akhir-akhir ini kamu sering mengatakan hal yang membuat ku merinding, Bry.^^^
Hahaha
^^^Rambut kamu basah, baru selesai mandi?^^^
Iya, aku baru selesai mandi
Ucap Bryant lalu mengarahkan sedikit jauh ponsel nya dan mengangkat sedikit ke atas dan menunjukkan seluruh badannya
Glek!
Garcia menelan ludah nya ketika melihat seluruh tubuh Bryant terlebih lagi Bryant hanya menggunakan handuk lilitan yang melilit bagian pinggang nya. Bentuk tubuh yang mempesona itu bisa membuat wanita manapun tergila-gila. Tiba-tiba Garcia teringat akan bualan yang dia lontarkan pada Bos Tigre Fou tadi.
'Kekasihku lebih hebat membuatku melayang setiap saat nya'
Tiba-tiba khayalan kotor itu terlintas dalam otak nya dan membuat nya menggelengkan kepalanya dengan kuat tanpa sadar. Melihat dari ekspresi Garcia sejak tadi membuat Bryant paham apa yang ada pikiran Garcia saat ini dan tentunya dia langsung tertawa dan menyadarkan Garcia dari lamunan nya.
.
.
Hai gimana hari ini? selamat kalian telah melewati hari senin yang melelahkan ini.
Malam kemarin cerah banget ya? author suka bangett apalagi ada banyak bintang minus nya cuma gaada bulan aja sih.