
Garcia menoleh ke arah orang yang memanggil nya dengan nama lainnya itu. Betapa kaget nya dia ketika melihat seseorang yang dia anggap pria gila akhir-akhir ini.
“Elu!” Ucap Garcia menunjuk CEO BA
“Kita pesan makan dulu” Ucap CEO BA dengan senyuman menawannya
CEO BA Company langsung memanggil pelayan untuk mencatat pesanan mereka.
“Steak 2 dan es coklat 2” Ucap CEO BA lalu memberikan buku menu pada asisten nya
“Saya spaghetti sama jus jeruk, anda mau pesan apa nona?” Ucap Asisten CEO BA Divna
“Sama saja” Ucap Divna tersenyum manis
“2” Ucap Asisten CEO BA pada pelayan
“Baik mohon di tunggu” Ucap pelayan dan langsung pergi dari sana
“Kita makan lebih dulu sebelum membicarakan kerja sama kita” Ucap Bryant menatap Garcia dengan senyuman
“WTF dia senyum? Sejak kapan es ini suka senyum di hadapan wanita, harus lapor nyonya besar ini” Batin Samuel yang kaget melihat Bryant tersenyum.
“I don't have much time, kita bahas sekarang sambil menunggu makanan” Ucap Garcia dengan nada dingin
“Baiklah” Ucap Bryant dengan senyuman manis nya
Mereka mulai membahas tentang kerjasama mereka dan akhirnya mereka memutuskan untuk menjalin kerjasama.
“Senang bekerjasama dengan anda tuan Bryant” Ucap Garcia mengulurkan tangannya
“Saya juga nona Garcia” Ucap Bryant menjabat tangan Garcia dengan senyum
Tak lama setelah itu makanan yang mereka pesan akhir nya datang.
“Selamat menikmati” Ucap pelayan itu setelah menaruh makanan di atas meja dan langsung pergi
“Selamat menikmati nona Garcia” Ucap Bryant menatap Garcia
“Lagi-lagi dia memanggil ku Garcia, Kenapa ketika dia memanggil ku Garcia rasanya seperti sangat akrab dan berbeda” Batin Garcia menatap intens Bryant
“Sejak tadi CEO BA Company selalu manggil Cia dengan nama Garcia. Bagaimana dia bisa tahu? Dalam urusan bisnis Garcia di kenal sebagai Emer” Batin Divna
“Menatap ku tidak akan membuat anda kenyang, nona” Ucap Bryant sambil memotong steak
“Makanlah” Sambung Bryant menatap balik Garcia sambil memasukkan potongan steak ke dalam mulut nya
Garcia tak memperdulikan ucapan Bryant dan langsung memakan makanan nya dengan anggun dan tenang. Suasana menjadi sangat tenang ketika mereka makan dan tak lama mereka sudah mulai menghabiskan makanan mereka.
“Hmm” Ucap Garcia sambil mengelap mulut nya dengan tissue
“Maaf tuan Bryant saya harus pergi sekarang juga” Ucap Garcia
“Tak apa nona, anda pasti sangat sibuk. Senang bertemu dengan anda dan menjalin kerjasama ini” Ucap Bryant mengulurkan tangannya
“Terimakasih” Ucap Garcia menjabat tangan Bryant
Garcia langsung beranjak dari tempat duduk nya dan langsung melangkah kaki nya keluar.
“Terimakasih atas waktu anda tuan” Ucap Divna sedikit membungkuk
“Hmm” Jawab Bryant yang kembali dingin
Divna langsung melangkah kaki nya untuk menyusul Garcia yang sudah pergi dari meja mereka. Melihat Garcia dan Divna sudah pergi Samuel akhirnya berbicara atas kebingungannya tadi.
“Tumben lu senyum sama cewe” Ucap Samuel
“She's special” Ucap Bryant sambil meminum minuman nya namun padangan mata nya mengarah keluar jendela melihat Garcia yang baru saja masuk ke dalam mobil
“What?! Akhirnya rumor itu terbukti tidak benar” Ucap Samuel
Mendengar ucapan Samuel membuat Bryant bingung dan menatap Samuel dengan penuh tanda tanya. Samuel yang paham dengan ekspresi wajah Bryant langsung menjelaskan.
“Baik di dunia bawah atau pun dikalangan pembisnis ada rumor kalo lu seorang gay karena tidak pernah di kabarkan dekat dengan seorang wanita dan lu selalu ngejauhin wanita dari hidup lu” Jelas Samuel
“Gua takut kalo rumor itu bener dan lu suka sama gua selama ini” Sambung Samuel bergidik ngeri
“Kalo pun gua penyuka sesama jenis, lu bukan tipe gua” Ucap Bryant yang kemudian berdiri dan melangkah kaki nya keluar dari restoran
“Emang apa yang salah sama diri gua?” Tanya Samuel pada dirinya sendiri
“Ah dahlah. BOSS TUNGGUIN SAYA” Teriak Samuel yang langsung beranjak dari duduk nya dan langsung menyusul Bryant
.
.
.
Hai guys.... Apa kabar? Gimana hari nya?
Maap ya selama seminggu ini author ngilang.. Sumpah author sibuk banget gak sempet buat bikin novel. Maap ya guys... Btw I Miss You Guys...