
Sementara di Indonesia, seorang pria tengah terduduk frustasi di sebuah club malam.
“Gua harus gimana Sam?” Tanya Bryant memijat kepalanya yang terasa sakit
“Katanya dia udah gak cinta sama gua” Sambung Bryant bersandar di punggung sofa
“Itu gak mungkin Bry” Ucap Samuel
Mendengar ucapan Samuel, Bryant menatap Sam dan teringat akan kata-kata Garcia yang cukup menyakitkan hatinya. Dia langsung meneguk wine yang ada di meja.
“Dia gak peduli sama gua” Ucap Bryant yang kembali meneguk wine
Bryant terus menuang wine ke dalam gelas dan meminum nya dia benar-benar frustasi. Sam yang melihat itu merasa kasian baru pertama kali dia melihat Bryant seperti ini.
“Udah stop Bry, lu udah banyak minum” Ucap Samuel merebut botol wine milik Bryant
“Balikin!” Ucap Bryant yang mabuk mencoba merebut botol wine nya
“Gak, lu udah mabuk parah” Ucap Samuel
“Gua belum mabuk, sini balikin” Ucap Bryant
Saat akan menjawab tiba-tiba ponsel Samuel berdering dia langsung melihat siapa yang menelepon nya dan pergi untuk mengangkat telpon.
“Diem di sini gua angkat telpon dulu dan jangan minum lagi” Ucap Samuel
“Pergi, pergi sana.” Ucap Bryant
Samuel pun langsung pergi meninggalkan Bryant melihat Sam sudah pergi Bryant kembali menuang wine ke dalam gelas nya dan meminum nya hingga habis.
“Aku merindukan mu” Ucap Bryant setengah sadar
Tiba-tiba ada seorang wanita yang tiba-tiba duduk di samping Bryant dan menatap nya. Bryant yang melihat itu tersenyum ke arah wanita itu.
“Garcia? Kamu ada di sini?” Tanya Bryant namun tak mendapat jawaban dari wanita yang terus menatap nya
“Aku merindukanmu babe” Ucap Bryant mengelus pipi wanita itu
Melihat Garcia menikmati sentuhannya Bryant perlahan mendekat dan ingin menikmati bibir Garcia yang membuat nya candu. Saat semakin dekat wajah Garcia mulai berubah menjadi wanita lain. Bryant yang tersadar langsung mendorong wanita itu hingga jatuh ke lantai.
Wanita itu kembali berdiri dan duduk kembali di samping Bryant sambil dan mengelus dada Bryant.
“Aku Garcia sayang, aku menginginkan mu” Ucap Wanita itu dengan tangan nakal nya yang mulai turun ke bawah
“Garcia?” Ucap Bryant menahan tangan wanita itu di perut nya dan menatap nya
“Ya, aku Garcia” Ucap Wanita itu
Bryant langsung menyingkirkan tangan wanita itu dengan kasar dan dia juga mencekik leher wanita itu hingga kesusahan bernafas.
“BERANI NYA ANDA MENGAKU SEBAGAI DIRINYA” Teriak Bryant marah
“Bahkan wanita seperti mu tidak pantas menjadi seperti nya” Sambung Bryant
“Le-lepaskan” Ucap Wanita itu yang yang kesusahan berbicara dengan nafas yang tertekan
“Astaga ngapain dia” Ucap Samuel yang baru saja kembali dan melihat Bryant mencekik leher seorang wanita
Samuel langsung buru-buru menghampiri Bryant dan mencoba melepaskan tangan Bryant dari leher wanita yang hampir mati itu.
“Bryant! Lepasin tangan mu. Dia mau mati” Ucap Samuel
“Dia patas mati” Ucap Bryant yang semakin mengeratkan cekikan nya
“BRYANT!” Teriak Samuel mendorong keras Bryant hingga akhir nya Bryant melepaskan cekikan nya dari wanita itu
“Lu ngapain sih?!” Ucap Samuel kesal
Samuel langsung mengkode wanita itu untuk segera pergi. Wanita itu dengan buru-buru langsung pergi namun Bryant langsung mengeluarkan senjata api nya dan menembak wanita itu hingga tewas. Samuel yang mencoba menghentikan Bryant berujung sia-sia dia menghela nafas besar melihat Bryant yang seperti ini.
“BRAYNT, APA YANG LU LAKUIN HAH” Teriak Sam marah
“Siapin air buat gua bersihin diri dari sentuhan wanita gila itu” Ucap Byant yang sepenuhnya sudah sadar dari mabuk nya tanpa mempedulikan ucapan Samuel dan pergi dari club
“Masalah baru lagi” Gumam Samuel yang frustasi
Samuel melihat wanita yang sudah mati itu dan juga dia baru sadar bahwa mereka memesan kursi di kelas umum dan bukan VIP. Dia langsung melihat orang-orang yang sedang memperhatikan nya. Masalah kali ini benar-benar membuat Sam frustasi. Bagiamana bisa Bryant membunuh seseorang di depan umum.