My Mafia Girl

My Mafia Girl
Kedatangan Nyonya besar



“Ayo makan” Ucap Bryant menarik tangan Garcia


“Siall! Udah dua kali gua malu dalam sehari ini” Batin Garcia


Mereka mulai menikmati makanan yang di sajikan dengan tenang.


“Aku akan mengantarmu ke sekolah” Ucap Bryant setelah ia selesai dengan makanannya


“Hmm terserah”


“Ayoo” Ucap Garcia setelah selesai minum susu nya


Mereka berdua beranjak dari duduk nya dan pergi keluar rumah. Di halaman rumah sudah di sediakan mobil oleh Mamang kebun.


“Tuan dasi anda ketinggalan di meja makan” Ucap Bibi pembantu 1


“Tolong?” Ucap Bryant memberikan dasi nya pada Garcia


“Bagaimana mana bisa seorang pengusaha besar seperti mu tidak bisa memasang dasi sendiri” Ucap Garcia mengambil dan memasangkan dasi pada kemeja Bryant


“Itu hanya modus tuan muda saja nona” Batin Bibi pembantu 1


“Sudah” Ucap Garcia sambil merapikan dasi Bryant


“Terimakasih” Ucap Bryant tersenyum


“Hmm”


“Ayoo masuk” Ucap Bryant membukakan pintu untuk Garcia


“Terimakasih” Ucap Garcia dan langsung masuk ke dalam mobil


“Jaga rumah ya Bi” Ucap Bryant lalu berjalan memutar


“Baik tuan” Ucap Bibi pembantu 1


Bryant langsung melajukan mobil nya keluar dari kediaman utama nya. Tak lama setelah mobil Bryant hilang dari kawasan rumah ada sebuah mobil yang baru saja masuk ke dalam kawasan rumah.


Dari mobil itu turun lah seorang wanita paruh baya dengan tas branded di tangannya. Dia adalah ibu dari seorang Bryant Atmaja Wildert, Nyonya Anggi.


“Nyonya besar” Ucap Bibi pembantu 1 memberikan salam dengan menundukkan kepalanya


“Apa tuan mu ada di dalam?” Tanya Mommy Anggi


“Tuan baru saja pergi nyonya” Jawab Bibi pembantu 1


“Kemana?” Tanya Mommy Anggi


“Kantor nyonya” Jawab bibi pembantu 1


“Sepagi ini?” Tanya Mommy Anggi


“Apa ada rapat penting?” Gumam nya sendiri


“Iya nyonya, seperti nya tuan pergi sepagi ini sekalian mengantar nona pergi ke sekolah” Jawab Bibi pembantu 1


“Nona?” Tanya Mommy Anggi yang bingung


“Apa dia calon menantu ku?” Batin Mommy Anggi


“Baiklah, terimakasih. Jangan bilang sama tuan mu kalo saya sehabis dari sini” Ucap Mommy Anggi


“Baik nyonya” Ucap Bibi pembantu 1


“Kita pergi ke kantor tuan besar, pak” Ucap Mommy Anggi terhadap supir nya


“Baik nyonya” Ucap Pak supir membukakan pintu untuk nyonya besar


“Daddy harus segera di beritahu” Batin Mommy Anggi


Mobil yang di tumpangi Mommy Anggi mulai meninggalkan kawasan rumah. Sedangkan mobil Bryant baru saja sampai di sekolah Garcia.


“Tetap di sini” Ucap Garcia ketika melihat Bryant ingin melepaskan sabuk pengaman


“Aku tidak ingin mereka berteriak seperti orang kesurupan ketika melihat mu” Jelas Garcia


“Baiklah”


“Aku pergi” Ucap Garcia yang akan membuka pintu mobil namun tangannya di tahan oleh Bryant


“Tunggu” Ucap Bryant


“Apa?” Tanya Garcia


“Apa tidak ada hadiah untukku? Aku sudah mengantarmu sampai ke sekolah dengan selamat” Ucap Bryant menunjuk pipi nya dengan jari telunjuk


“Hadiah? Oke. Tutup mata mu” Ucap Garcia


“Untuk apa?” Protes Bryant


“Jika tidak mau yasudah” Jawab Garcia yang ingin keluar namun di cegah oleh Bryant lagi


“Tunggu, oke oke aku tutup mata” Ucap Bryant yang mulai menutup matanya


Melihat Bryant menurut seperti itu membuat Garcia menyeringai. Dia langsung mendekat kan wajah nya dan saat wajah mereka sudah cukup dekat Garcia langsung menampar kecil pipi Bryant dan segera keluar dengan tawa puas.


“Jangan harap hahaha” Ucap Garcia dan langsung menutup pintu mobil


“Gadis ini, tunggu pembalasan ku” Ucap Bryant kesal karena telah di permainkan seperti ini


“Ini balasan karena telah membuat ku merasakan malu 2 kali hari ini” Batin Garcia tertawa puas dan langsung memasuki area sekolah


Bryant masih memperhatikan Garcia sampai seorang laki-laki menghampiri Garcia dengan senyuman dan membuat Bryant merasa kesal yang bertambah 5 kali lipat.


“Musuh baru udah mulai terlihat” Ucap Bryant ketika dia merasa mendapat kan saingan


.


.


Hai guys... Gimana Hari ini?