My Mafia Girl

My Mafia Girl
INI GAK MUNGKIN



Mereka berdua langsung masuk ke dalam pesawat pribadi Bryant. Setelah mereka masuk pesawat pun siap untuk terbang dengan perasaan kacau nya dia terus menatap cincin yang dia beli sewaktu di mall. Cincin yang akan dia gunakan untuk melamar Garcia namun berita buruk menghampiri nya terlebih dahulu.


Selama beberapa jam mengudara, akhirnya mereka sampai dan mereka langsung menuju ke rumah sakit di mana semua korban sudah di evakuasi dan di periksa di rumah sakit. Dengan jantung berdetak kencang Bryant terus berharap di dalam hati nya bahwa Garcia akan baik-baik saja.


Saat tiba di rumah sakit, Bryant langsung berlari masuk namun seseorang meneriaki nya dan membuat nya berhenti dan menoleh ke belakang.


“BRYANT” Teriak Divna


Divna dan yang lainnya juga langsung terbang tak lama setelah Bryant pergi. Meskipun dengan perasaan yang kacau balau mereka langsung menyiapkan penerbangan.


“Ayo” Ucap Ronald dengan lesu


Mereka semua langsung masuk ke dalam rumah sakit dan bertanya di mana korban-korban kecelakaan pesawat.


*Anggep ini ngomong bahasa inggris ya:)


“Dimana para korban kecelakaan pesawat?” Tanya Divna


“Maaf, namanya korban nya siapa?” Tanya perawat itu


“Garcia” Sahut Bryant


“Nona Garcia Emersyn?” Tanya perawat itu


“Ya” Jawab Ronald


Perawat itu langsung menyuruh rekan nya untuk mengatar mereka.


“Mari ikuti saya” Ucap perawat lain


Mereka langsung mengikuti perawat itu hingga mereka sampai di ruangan yang membuat sukujur tubuh mereka lemas. Banyak orang yang menangis di depan ruangan itu dan dapat di lihat bahwa mereka keluarga dari korban kecelakaan pesawat.


'Ruang jenazah'


Ruangan yang membuat tubuh mereka membeku tak percaya. Yang lain langsung meneteskan air matanya mereka benar-benar tak percaya bahwa mereka di arahkan ke ruang mayat.


Perawat itu membuka pintu nya dan mengantar mereka ke tempat dimana seseorang terbaring dengan kain yang menutupi tubuh nya. Perawat itu langsung membuka kain yang menutupi tubuh seseorang itu dan menampilkan wajah Garcia. Amoora dan Divna langsung ambruk dan di tangkap oleh Arya dan Rendy. Mereka berdua menangis sejadi-jadinya melihat Garcia yang terbaring tak berdaya.


“GAK INI GAK MUNGKIN” Ucap Divna yang tak terima


“CIA BANGUN GAK LU, KITA KAN UDAH JANJI GAK BAKAL NINGGALIN SATU SAMA LAIN” Ucap Divna menggoyang-goyangkan tangan Garcia sambil menangis


“BANGUN CIA! KENAPA LU GAK BANGUN? LU KAN BIASANYA KESEL BANGET KALO TIDUR MU DI GANGGU GINI” Ucap Divna


“Ayoo bangun Cia” Lirih Divna sambil menangis


“Udah Na” Ucap Kevin yang mencoba menenangkan Divna dengan menepuk-nepuk pelan punggung Divna


“Kev, kenapa Garcia gak bangun-bangun” Tanya Divna menatap Kevin dengan air mata yang terus mengalir tanpa henti


Kevin tak menjawab nya dia juga menangis melihat seseorang yang berarti untuk nya sekarang sudah tak bernyawa lagi. Dengan perasaan yang masih kacau balau mereka langsung mengurus jazad Garcia untuk di bawa pulang ke Inggris untuk di makam kan dekat dengan makam kedua orang tuanya.


Semua orang tua langsung terbang ke Inggris setelah mengetahui tentang Garcia. Dan hari ini Garcia di makam kan di Inggris semua orang terdekat Garcia dan beberapa anak buah inti juga datang dan menjaga tempat itu. Mereka sangat sedih ketua yang selama ini mereka sayangi telah pergi ke tempat yang jauh lebih tenang.


Tempat pemakaman ini langsung di selimuti kesedihan semua orang. Bryant hanya melihat nya dari jauh proses pemakaman Garcia dengan tatapan kosong. Daddy nya langsung menghampiri putra semata wayangnya dan memeluk nya untuk menenangkan hati putra nya itu.


“Kesana lah, agar hati mu bisa ikhlas untuk melepas kepergian nya” Ucap Daddy nya


Bryant hanya tersenyum kecut mendengar Daddy nya berkata seperti itu. Dia berbalik dan pergi meninggalkan makam tanpa melihat makan Garcia. Saat ini dia berada di depan mobil nya dia menatap langit-langit yang terlihat mendung kala itu seolah tahu kesedihan orang-orang.


Dia langsung masuk ke dalam mobil nya dan mengeluarkan kotak cincin yang dia beli nya. Dia menatap cincin dalam kotak itu hingga air mata nya kembali menetes. Dia menangis tersedu-sedu di dalam mobil sendirian sambil mengenggam erat kotak cincin yang indah itu.


“I love you then, now, and forever.” Lirih Bryant dengan air mata yang menetes mengenai kotak cincin itu.


.


.


Hai guys..


author minta maaf seharusnya kemarin update tapi kemarin author lembur jadi belum sempat nulis bab dan baru bisa update hari ini. Selamat hari minggu.


~Tamat~