
Mereka terus bermain dengan berbagai permainan hingga petang. Mereka mulai membuat makanan untuk makan malam.
“Sepertinya kamu sudah tau akan hal ini jadi mempersiapkan segala nya?” Ucap Louis ketika melihat semua barang bawaan Garcia sangat lengkap untuk di buat camping
“Hmm”
“Apa mie nya sudah siap kak?” Tanya Amoora yang baru keluar dari tenda
“Bentar lagi” Ucap Garcia
Tak lama semua mie yamg di masak oleh Garcia sudah siap di makan. Garcia memberikan cup mie itu pada Amoora dan Louis. Mereka bertiga duduk di depan tenda mereka masing-masing dengan mie cup di tangan mereka.
“Ini hari terindah buat Moora” Ucap Amoora
“Buat kita” Ucap Garcia membenarkan ucapan Amoora
Tak lama ponsel Garcia berdering, dia melihat layar ponsel nya yang ternyata orang yang menghubungi tetap orang yang sama. Dia hanya membiarkan ponsel nya tanpa ada keinginan untuk menjawab. Dering ponsel itu mati kemudian berdering lagi terus menerus seperti itu hingga membuat Garcia kesal.
“Angkat aja dek, siapa tahu penting” Ucap Louis
“Sebentar” Ucap Garcia menaruh mie cup nya dan beranjak menjauh dari kakak dan adik nya
Setelah menjauh dari kakak dan adik nya dia mulai menghubungi nomor itu kembali.
...Cowo gila...
...Panggilan terhubung...
^^^Apa^^^
^^^Ucap Garcia ketus^^^
Galak banget
^^^Berhenti mengganggu ku tuan Bryant^^^
^^^Ya, benar. Yang terus menghubungi nya sejak tadi adalah Bryant^^^
Apa kencan mu terganggu karena telpon dari ku, kau malah asik berkencan dan melupakan ku
^^^Anda siapa hingga saya harus selalu mengingat anda^^^
Aku telah menyelamatkan mu, ingat itu.
^^^Mangkanya gausah jadi orang yang sok jago^^^
^^^Sudahlah jangan ganggu aku lagi^^^
^^^Ucap Garcia dan langsung mematikan telpon nya tanpa persetujuan dari pihak sebrang^^^
Garcia kembali bergabung bersama kakak dan adik nya yang sedang berbincang.
“Siapa kak?” Tanya Amoora
“Orang gila” Jawab Garcia
“Pasti cowo” Ucap Amoora yang tersenyum menggoda ke arah Garcia
“Apa kamu yakin ingin tetap di sini selama 2 hari kedepan?” Tanya Garcia mengalihkan pembicaraan
“50% ya 50% tidak” Jawab Amoora
“Kakak tahu sendiri aku cepat mudah bosan kan, memang awal nya aku excited tapi lama-lama aku rasa itu mulai pudar” Sambungnya
“Sampai besok saja kita disini dan hari berikutnya kita pergi bermain, makan bersama, dan berjalan-jalan.” Jawab Amoora
“Umur segini emang lagi labil-labil nya” Ucap Garcia dan di sambut tawa oleh Amoora
Sementara di rumah pribadi Garcia, Bryant tengah mengumpat kesal akibat telpon mati sepihak. Sejujurnya dia ingin melihat gadis nya saat ini lebih tepat nya dia rindu gadis nya.
“Ck, dia mulai melupakan ku” Ucap Bryant kesal
“Aku akan tanya Divna dimana dia sekarang” Sambung nya mulai keluar dari kamar
Dia berjalan menuruni anak tangga untuk mencari keberadaan Divna namun dia sama sekali tidak menemukan Divna di dalam rumah. Dia kembali mencari dan saat ini tujuan nya hanya ke halaman belakang. Siapa tahu Divna sedang berada di sana dan ternyata benar, Divna dan Samuel sedang duduk sambil tertawa di Gazebo. Tanpa menunggu lagi, Bryant langsung menghampiri kedua insan yang tengah asik bercanda itu.
“Garcia dimana?” Tanya Bryant yang langsung to the point
“Dia sedang pergi” Jawab Garcia
“Iya kemana?” Tanya Bryant
“Aku tidak tahu, selama 3 hari kedepan dia hanya akan qtime bersama orang yang dia sayang” Jawab Divna
“Apa anda yakin tidak mengetahui keberadaan nya?” Tanya Bryant dengan tatapan mengintimidasi
“Ya tuan, saya hanya mengatur waktu liburan mereka tapi tidak mengetahui dimana mereka saat ini” Jawab Divna
“Ck, yasudah” Ucap Bryant pergi begitu saja dengan perasaan kesal karena tak mendapat apa yang dia mau
“Kenapa sih sama bos mu itu?” Tanya Divna
“Mungkin merindukan nona Garcia” Jawab Samuel
“Cihh baru juga beberapa jam, gimana kalo setahun” Ucap Divna
“Pernah selama 2 bulan dan gua yang selalu jadi sasaran kemarahan akibat rindu nya pada nona Garcia” Ucap Samuel
“2 bulan?” Tanya Divna bingung
“Ya, sebelum rapat kemarin kami berada di london selama 2 bulan” Jelas singkat Samuel
“Sepertinya Garcia juga berada di Inggris saat itu tapi hanya 2 hari” Ucap Divna
“Oh ya?” Tanya Samuel
“Hmm, waktu itu sama gua dan abang kita” Jawab Divna
“Kalian di kota apa?” Tanya Samuel
“Sama”
“Wahh kita berada di kota yang sama dan negara yang sama apa ini takdir hahaha” Ucap Samuel sambil tertawa
“Mungkin HAHAHA” Ucap Divna yang ikut tertawa
.
.
.
Hai guys... Gimana Hari nya?
Besok author kayak nya gak Update yaa.. mau istirahat dulu besok terus lanjut update lagi hari senin. Sampai jumpa di hari senin