
Bryant tak menanggapi nya dia hanya menatap setiap tubuh Ketua DH yang sudah banyak memiliki luka akibat serangan nya tadi. Matanya tertuju pada paha kanan milik ketua DH dan dia mulai mengambil pistol yang dia simpan tadi dan menembakkan nya pada pada paha milik ketua DH.
Dorr....
“AKHHH” Teriak ketua DH kesakitan
Sekali lagi mata nya menelisik tubuh ketua DH dan kini matanya tertuju pada tangan kiri ketua DH. Tanpa pikir panjang dia langsung mengangkat pedang nya dan menebas tangan kiri ketua DH.
“AKHHHHH” Teriak ketua DH sekali lagi
“Aaaa” Teriak wanita ranjang ketua DH ketakutan
Bryant hanya melirik nya dengan tajam melihat tatapan Bryant yang seperti itu membuat nya semakin ketakutan. Kini mata Bryant kembali menatap ketua DH dan melihat nya sedang kesakitan.
“Kalian benar-benar cocok pasangan iblis” Ucap Ketua DH sambil meringis kesakitan
“Kau tahu gadis mu itu pelacur, seharusnya di usia nya dia hanya fokus saja bermain atau bersekolah bukan menjadi ketua mafia tertinggi” Hina Ketua DH
“Ini kah alasan mu menyuruh seseorang untuk membunuh nya?” Tanya Bryant menurunkan pedang nya dan berjongkok di hadapan ketua DH
“Tidak, aku ingin dia ada di bawahku terlebih dahulu baru aku akan membunuh nya. Namun aku lebih dahulu ketahuan” Ucap Ketua DH tersenyum miring
Mendengar ucapan ketua DH membuat Bryant semakin marah dia sudah tidak tahan lagi. Dia mengambil tangan Ketua DH dan memotong semua jari milik ketua DH bukan hanya itu dia juga mencongkel mata kanan milik ketua DH.
“AKKKKKHHHHHH” Teriak ketua DH kesakitan
Bryant berdiri dan mengangkat pedang nya kembali dan mengayunkan pedang nya dan langsung menebas kepala Ketua DH.
“AAAAA” Teriak ketakutan wanita pemuas ketua DH
“Bos?” Ucap Samuel yang baru saja datang dan menatap wanita yang sedang ketakutan itu
“Urus dia” Ucap Bryant yang kemudian keluar dari kamar itu
“Baik” Ucap Samuel
“Ampun tuan, ampuni saya. Biarkan saya hidup.” Ucap wanita itu bangkit dari ranjang dan bersujud memohon kepada Samuel
“Tapi bos gua gak suka sampah yang masih berserakan” Ucap Samuel
“Sorry” Sambung nya sambil menarik pelatuk
Dorr...
Kabar terbantai nya Mafia Dragon Hell sudah menyebar ke semua Mafia yang berada di negara ini. Mereka menebak-nebak siapa yang menghancurkan Mafia DH. Saat ini semua Mafia sedang berwaspada mereka tidak ingin markas nya menjadi sasaran penyerangan seperti Mafia DH. Yang menduduki 10 besar saja bisa di hancurkan dalam sekejap bagaimana nasib mereka yang berada di luar 10 besar begitulah pikir mereka.
Sementara seorang gadis yang baru saja sampai di kota nya kini sudah mendapatkan kabar yang membuat nya sangat kesal. Bagaimana tidak, buruan nya sudah di musnahkan orang lain sebelum diri nya.
“Cari tahu siapa yang menghabisi seluruh anggota DH” Ucap Garcia kesal menyuruh X
“Baik bos” Ucap X
X adalah seseorang yang khusus di tugas kan oleh Garcia untuk mencari sesuatu yang dia ingin kan. Bisa di bilang X adalah tangan kanan rahasia nya.
“Saya pamit” Ucap X membungkuk lalu pergi setelah mendapat anggukan dari Garcia
Setelah X pergi dari ruangan nya, Garcia menyadarkan tubuh nya ke kursi dan memejamkan matanya. Saat merasa seseorang membuka pintu dia membuka matanya dan melihat Divna masuk membawa berkas-berkas di tangan nya.
“Ini berkas yang harus lu periksa” Ucap Divna memberikan berkas itu lalu duduk di depan Garcia
“Kenapa? Lu kesel soal Mafia DH udah musnah semua nya?” Tanya Divna
“Hmm” Jawab Garcia
“Seenggak nya beban lu berkurang lah gak perlu capek-capek buat nyerang mereka” Ucap Divna
Garcia tak menanggapi ucapan Divna, dia semakin kesal mendengar ucapan yang di lontarkan oleh Divna dan dia memilih untuk memejamkan matanya kembali sambil bersandar di kursi nya.
“Kita ke rumah jam 9 ya, gua udah kabarin mereka.” Ucap Divna
“Hmm” Ucap Garcia yang malas untuk di ajak berbicara
.
.
.
Hai guys... Apa kabare.. Gimana hari nya?
Author hari ini setelah seribu bulan lamanya hehe.. Author lagi seneng nihh mangkanya sekarang up kemungkinan besar kedepannya author bakal rajin up jadi mohon dukungannya ya guys... luv🥰