
Hari sudah semakin siang dan di markas BD sekarang Garcia sedang membuat makan siang untuk orang yang telah mengurungnya ini. Dengan terampil Garcia membuat steak untuk Bryant.
Bryant duduk di depan sambil memperhatikan Garcia memasak. Dia melihat Garcia yang sedang memasak namun terlihat sangat cantik. Garcia terlihat sangat cantik dengan kemeja putih yang kebesaran milik Bryant yang di pakai nya. Beberapa kali rambut Garcia terjatuh ke depan dan terlihat sangat mengganggu pekerjaan Garcia. Bryant langsung beranjak dari duduk nya dan menghampiri Garcia lalu memegang rambut Garcia dan menjadikan tangannya sebagai ikat rambut.
“Terimakasih” Ucap Garcia
“Sama-sama”
“Aroma nya tercium sangat enak” Sambung Bryant ketika hidung nua mencium aroma steak
Garcia hanya tersenyum menanggapi perkataan Bryant. Setelah di rasa cukup matang Garcia langsung menyajikan steak itu di piring. Mereka langsung berjalan ke arah meja makan dengan membawa piring berisikan steak mereka. Di sini hanya ada mereka berdua dan kebetulan lantai ini memang di khususkan untuk Bryant dan sang asisten nya tapi masih ada 2 kamar tidur lagi yang memang kosong dan tidak di isi.
“Cobalah” Ucap Garcia memberikan piring berisi steak ada Bryant
Dengan tidak sabar Bryant langsung memotong steak itu menjadi beberapa bagian dan memakannya satu persatu. Suapan pertama membuat Bryant berdehem merasakan rasa yang sangat enak.
“Hmm.... ini enak banget” Ucap Bryant
“Terimakasih pujiannya tuan Bryant” Ucap Garcia tersenyum
“Cobalah” Ucap Bryant menyuapi potongan steak itu kedalam mulut Garcia
Garcia menerima suapan itu dan mengunyah nya sambil menganggukkan kepalanya menyetujui steak buatan sangat enak.
“Jadilah koki ku, aku akan menggaji mu 400 juta setiap bulan” Ucap Bryant namun hanya di balas tawa oleh Garcia
“Kenapa? Apa kurang?” Tanya Bryant dengan bodoh nya
“Aku tidak kekurangan uang tuan Bryant” Jawab Garcia tersenyum sambil menggelengkan kepalanya dan menyuapkan steak nya kedalam mulut nya
“Aku lupa bahwa orang yang berada di samping ku saat ini adalah CEO terkaya di dunia hahaha” Ucap Bryant yang menyadari kebodohannya dengan tawa
“Masih ada kamu di atas ku, jadi aku bukanlah apa-apa di matamu” Ucap Garcia dan hanya di balas senyuman oleh Bryant
“Setelah ini kamu mau keluar kemana?” Tanya Bryant
“Apa boleh keluar?” Tanya balik Garcia
“Kamu tidak berfikir aku akan mengurungmu seharian di sini kan?” Tanya Bryant
“Tadinya” Jawab Garcia
“Bagimana kalo nanti sore jalan-jalan?” Tanya Bryant
“Boleh juga” Jawab Garcia
“Oke”
“Makanlah, kamu bisa melihat ku setelah nya dengan puas” Ucap Bryant yang sadar bahwa Garcia memperhatikan nya sejak tadi
“Siapa juga yang melihat mu” Ucap Garcia mengelak
“Gengsi nya gede banget kak” Ucap Bryant mengejek Garcia
“Sudahlah diam dan makan” Ucap Garcia yang malas menanggapi ejekan Bryant
Mereka melanjutkan makan mereka hingga selesai dan Garcia mulai bangkit untuk membereskan piring-piring kotor.
“Mau apa?” Tanya Bryant
“Bersih-bersihlah” Jawab Garcia mengambil piring Bryant
“Biar aku aja, kamu duduk manis di sini” Ucap Bryant mengambil alih piring dan gelas kotor dari tangan Garcia.
Bryant langsung berjalan ke dapur dan mencuci semua piring dan gelas kotor bekas mereka. Garcia hanya patuh dan menuruti permintaan Bryant yang menyuruh nya diam duduk di kursi.
“Kaya? Iya. Ganteng? Iya. Perhatian? Iya. Badan? Bagus dan kekar. Ngetreat like a queen banget lagi. Kurang apa lagi coba pria ini” Ungkapan hati author
“Bahu nya lebar banget kalo di lihat dari belakang gini” Gumam Garcia menopang kepalanya sambil memperhatikan Bryant yang cekatan membersihkan piring dan gelas kotor bekas mereka
“Dia benar-benar perfect” Ucap Garcia ketika melihat Bryant mengelap tangannya yang baru saja selesai membersihkan piring dan gelas kotor.
“Ayo pergi ke kamar ku” Ajak Bryant yang telah menghampiri Garcia
“Ha? Mau apa?” Tanya Garcia yang sudah memikirkan hak yang aneh-aneh
“Apa yang ada pikiran mu? Hal kotor? Astaga otak gadis ku sudah tercemar. Aku hanya ingin memberikan foto yang kamu minta” Ucap Bryant
“Cihh siapa yang berfikir kotor” Ucap Garcia yang langsung beranjak
“Dih gak mau ngaku” Ejek Bryant
“Tau ah” Ucap Garcia yang langsung mendahului Bryant
“Heii tunggu” Teriak Bryant menyusul Garcia yang sudah pergi terlebih dahulu
.
.
Hai, gimana hari ini?
Author bakal update 1 hari iya 1 nggak ya.. Author sibuk banget akhir-akhir dan harus nata ulang jadwal biar gak bentrok sama jadwal update. Jadi maaf banget yaa🙏🏻