
Keesokan harinya karena hari libur, mereka memutuskan untuk berlatih lagi. Latihan di mulai dengan pasangan duel masing-masing untuk membantu meningkatkan potensi mereka.
Saat selesai latihan tiba-tiba Fadil mendatangi Garcia yang tengah duduk bersama Bryant.
“Ayo duel sama gua” Ajak Fadil pada Bryant
“Sama gua?” Tanya balik Bryant yang tak percaya
“Ya” Jawab Fadil dengan cuek nya
“Dengan syarat kalo lu kalah lu harus tinggalin tempat ini dan semua nya” Ucap Fadil
“FADIL!” Teriak Garcia yang merasa Fadil terlalu semena-mena terhadap Bryant
“Kenapa? Dia udah sembuh kan? Seharusnya di pergi dari sini” Ucap Fadil
“Dia masih belum sepenuhnya sembuh Fadil” Ucap Garcia
“Yakin? Lu gak liat dia kelihatan baik-baik aja waktu latihan sama bang Ronald” Ucap Fadil
“Udah, aku gapapa kok. Doain biar menang ya” Ucap Bryant tersenyum pada Garcia
“Ayo” Ucap Bryant mengubah raut wajah nya menjadi datar ketika menatap Fadil
“Udah deh, kalian tuh apa-apaan sih?! Kamu juga! Kondisi mu belum sepenuhnya sembuh nanti kalo kayak waktu itu gimana? Dan lu Dil! Lu kenapa sih? Aneh banget tau gak lu kayak bukan lu yang biasanya” Ucap Garcia yang kesal
“Doain gua menang juga ya” Ucap Fadil mengacak-acak rambut rambut Garcia tanpa menjawab ucapan Garcia
“Singkirin tangan mu” Ucap Bryant menepis tangan Fadil
“Ayo” Ucap Fadil
Sementara orang-orang lainnya merasa aneh dengan sikap Fadil yang memang berubah drastis.
“Pertarungan cinta?” Ucap Ronald
“Gua khawatir sama Fadil” Ucap William
“Kenapa bang? Udah pasti Fadil menang lah. Kemampuan dia bagus loh” Ucap Arya
“Gua yakin dia bakal menang kalo lawan nya ada di bawah nya atau sepadan dengan kemampuan nya. Tapi nggak sama Bryant yang ada di atas nya” Ucap William
“Hah? Di atas Fadil? Lu gak liat dia kelihatan kesusahan banget waktu lawan bang Ronald?” Tanya Rendy meremehkan
“Dia sengaja keliatan kesusahan waktu lawan gua biar Garcia ngira tenaga nya belum sepenuhnya pulih dan dia bisa ada di sisi Garcia. Sebenarnya dia juga ada di atas gua” Ucap Ronald
“Tunggu, maksud tentang kemampuan tuh cowo ada di atas lu gimana sih bang?” Tanya Ardi
“Dia ketua mafia dari BD” Jawab Ronald yang membuat ke empat laki-laki itu terkejut
“APA?!” Ucap Mereka berempat di tambah Mauza dan Nabila yang baru mengetahui Bryant adalah ketua BD
“Lu kenapa gak hentiin mereka? Fadil bisa mati di tangan iblis gila itu” Ucap Arya
“Jika sampai kelewat batas Garcia sendiri yang akan maju” Ucap Ronald yang melihat Garcia memantau kedua laki-laki itu
“Kalian yakin Fadil bakal baik-baik aja?” Tanya Aulia
“Dia bakal jaga diri nya” Ucap Ronald
“Pertarungan cinta yang menegangkan ya” Ucap Mauza
“Gua kaget banget kalo dia ketua BD yaa meskipun aura nya bener-bener beda tapi gak nyangka aja” Ucap Nabila
“Kak Cia keliatan khawatir banget” Ucap Amoora
“Udah jelas, yang satunya sahabat nya dan satunya cinta nya” Ucap Louis
“Semoga mereka berdua gak terluka sama sekali” Ucap Amoora
“Cinta mu merubah mu menjadi seperti ini Dil? Ini bukan lu” Batin Divna yang juga khawatir
Duel antara Bryant dan Fadil terjadi cukup sengit. Fadil mengerahkan semua tenaga nya untuk bertarung dengan Bryant. Berbeda dengan Bryant yang melawan dengan santai baginya Fadil bukan lawan yang sepadan untuk nya dan juga dia tidak ingin melukai Fadil karena Fadil adalah sahabat Garcia dan Bryant menghargai persahabatan di antara mereka.
“Kenapa? Lu takut lawan gua?” Tanya Fadil sambil mengayunkan pedang pada Bryant
“Lu bukan lawan yang sepadan buat gua” Jawab Bryant menangkis pedang Fadil
“Cih” Decih Fadil
Tak mau menyerah Fadil terus menyerang Bryant dan Bryant berusaha untuk menahan nya.
“Lu gak pantes buat Garcia, seharusnya gua yang ada di samping nya bukan elu! pengecutt.” Ucap Fadil
“Jadi lawan gua” Sambung nya
Mendengar ucapan Fadil cukup memprovokasi nya dan membuat Bryant menyerang dengan serius. Melihat itu Fadil tersenyum miring tujuan sebenarnya membuat Garcia mengetahui bahwa Bryant sudah sepenuhnya sembuh dengan menyerang Fadil dengan seluruh kemampuan nya.