
Tak lama Fadil masuk ke dalam ruang santai, dia sedikit bingung siapa orang-orang ini. Namun dia mencoba acuh dan tak lama Arya dan lainnya ikut masuk ke dalam ruang santai.
“Nahh berhubung semua nya udah kumpul, kalian kenalin diri kalian” Ucap Divna pada adik dan teman-teman nya
“Mereka siapa kak?” Tanya Arya
“Abang-abang nya Garcia dan yang itu kakak sekaligus dokter disini”
“Saya Arya”
“Fadil”
“Rendy”
“Ardi”
“Roy”
Ucap mereka secara bergantian memperkenalkan diri nya.
“Gua Wiliam”
“Ronald”
“Kevin”
“Andre”
“Dan gua Aulia”
“Ci” Panggil Kevin ketika melihat ponsel nya
“Hm?”
“Liat ini” Ucap Kevin memberikan ponsel nya
“Lu ikut gua pergi kesana bang” Ucap Garcia
“Kenapa? Ada apa?” Tanya Divna
Tanpa menjawab Kevin langsung memberikan ponsel nya pada Divna.
“Gua ikut” Ucap Divna
“Oke, bang Ronald sama bang Andre Handle markas selama gua pergi dan kalian berlima berlatihlah bersama bang William.” Ucap Garcia
“Berapa lama kamu di sana?” Tanya Ronald
“I don’t know”
“Lu mau kemana Ci?” Tanya Arya
“Amerika”
“Kenapa tiba-tiba?” Tanya Fadil
“Ada orang yang harus gua temui”
“Gua ikut dong” Ucap Rendy
“Lu gak denger apa perkataan gua tadi?” Tanya Garcia menatap dingin Rendy
“Oke, kita tetep di sini”
“Ayo bang, kak.” Ucap Garcia beranjak dari tempat duduk nya
“Lu berangkat sekarang?” Tanya Ardi
“Hm” Ucap Garcia lalu menghilang dari balik pintu
“Siapa yang akan dia temui hingga harus terbang sekarang” Gumam Fadil
“Yang jelas dia orang yang penting bagi Garcia” Jawab William
“Kau yakin anak itu sudah mati?” Tanya pria itu
“Ya bos, saya sangat yakin” Jawab anak buah nya
“Pergilah” Suruh Pria itu
“Baik bos” Ucap anak buah nya membungkuk lalu pergi
“Dia tidak mungkin mati, pasti mereka masih hidup” Gumam nya
“Aku harus segera menemukan mereka” Sambung nya bermonolog
“Aku harus pulang ke Inggris dan mencari tahu kebenaran nya” Ucap nya lalu beranjak dari kursi kebesaran nya.
Setelah menempuh perjalanan seharian akhirnya Garcia, Kevin, dan Divna tiba di bandara Amerika. Mereka langsung di jemput oleh anak buah mereka yang ada di sini dan saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju ke sebuah tempat.
Setelah memakan waktu 30 menit akhirnya mereka sampai di sebuah rumah sakit ternama di negara itu. Garcia dan yang lainnya langsung turun dan masuk ke dalam rumah sakit. Mereka langsung menuju ke ruangan VIP yang di sediakan oleh pihak rumah sakit. Dan di sana terbaring seorang pria yang sudah cukup tua dan dokter yang sedang memeriksa keadaan nya.
“Bagaimana keadaan nya?” Tanya Garcia
“Masih tetap sama nona, namun akhir-akhir keadaan mulai membaik tapi sepertinya dia tidak ada niatan untuk membuka matanya” Jelas singkat Dokter itu
“Saya izin pamit nona” Ucap Dokter itu pergi setelah di angguki oleh Garcia
“Paman, apa paman tidak mau bangun? Garcia butuh paman. Sudah 6 tahun pama seperti ini jadi hari ini bangunlah.” Ucap Garcia menatap sendu pasien itu
Ucapan Garcia mendapatkan Respon dari orang itu. Jari-jari nya mulai bergerak dan Garcia yang melihat nya menaruh sedikit harapan pada orang itu untuk membuka matanya. Dan harapan itu langsung terkabul ketika melihat pria itu mulai membuka sedikit demi sedikit matanya.
“Paman!”
“Saya dimana?” Tanya Pria itu
“Paman ada di rumah sakit” Jawab Garcia
“Kamu siapa?” Tanya pria itu
“Garcia”
Mendengar nama itu tentu saja membuat pria itu kaget dan langsung mencoba untuk duduk namun itu membuat badan nya sakit.
“Gausah bangun, tetap seperti ini saja” Ucap Garcia
“Maafkan saya nona muda karena tidak mengenali anda” Ucap Pria tua itu meminta maaf
“Wajar saja, aku sudah tumbuh menjadi orang cantik” Ucap Garcia dengan pd nya dan membuat Divna memutar bola matanya malas
“Kalo lagi PD, PD nya gak ketulungan” Ucap Divna
Orang itu melihat Divna dan Kevin dengan bingung, Garcia tahu apa yang di pikirkan orang yang di sebut paman nya ini dan langsung menjelaskan nya.
“Mereka adalah abang dan kakak ku” Ucap Garcia dan di angguki oleh paman nya itu
“Saya Divna, putri dari Nanda sahabat tuan Mario” Ucap Divna memperkenalkan dirinya
“Saya Kevin, Orang yang pernah di tolong Garcia dan di angkat menjadi abang nya” Ucap Kevin yang memperkenalkan diri nya
“Saya Robert, tangan kanan tuan Mario” Ucap Orang itu
Ya, benar. Orang yang terbaring selama 6 tahun itu adalah Robert. Orang kepercayaan dan juga kaki tangan Mario, orang tua Garcia.
.
.
.
Hai guys... Gimana Hari nya?
Maaf ya author telat update nya, author ketiduran kemarin. Kemarin pas pulang dari studio kecapean dan langsung tidur ehh tau-tau udah malem dan author belum nyiapin bab yang mau di update. Maaf ya.