
Dia langsung terburu-buru turun ke bawah untuk mengambil kembali cincin itu. Sesampainya nya di bawah dia langsung meminta para orang-orang itu untuk mengembalikannya.
“Hei, itu cincin ku. Berikan itu padaku” Ucap Garcia
“Wahh ada gadis cantik” Ucap Salah satu dari mereka
“Ini milikmu? Aku akan kembalikan tapi jika kamu mau melayani kami” Ucap Orang yang memegang cincin Garcia
“Menjijikan. Orang-orang seperti kalian seharusnya sudah ada di neraka” Ucap Garcia
“Apa kamu bilang?! Apa orangtua mu tidak mengajari mu sopan santun hah?” Sarkas salah satu berandalan itu
Mendengar kata orangtua membuat darah Garcia mendidih dia akan sangat sensitif jika orangtua nya di sangkut pautkan dalam hal seperti ini. Dia langsung menyerang kumpulan orang itu tanpa aba-aba dan brutal. Dia mengeluarkan pisau lipat dan menyerang orang-orang itu menggunakan pisau lipat nya. Gerakan yang lincah membuat para berandalan itu sedikit itu sedikit kualahan. Beberapa dari mereka sudah mendapatkan luka sayatan maupun tusukan. Tak puas dengan itu Garcia juga mengeluarkan senjata api lengkap dengan peredam suara nya.
Dia mulai menembaki orang-orang itu dengan brutal dia seolah tutup mata dan menembak asal namun tepat sasaran. Sementara di posisi Bryant yang terbangun dari tidur nya dan merasa Garcia tidak ada langsung mencari keberadaan gadis nya itu. Dia menuruni bangunan kosong itu dan samar-samar mendengar suara perkelahian. Dia langsung cepat-cepat menghampiri sumber suara itu dan dia melihat kekasih nya sedang menusukan pisau berkali-kali ke salah satu berandalan yang telah menyinggung soal orang tua nya.
Dia melihat jika orang itu sudah mati namun dari gerik Garcia dia masih belum puas dengan itu. Dia juga melihat Garcia mulai mengarahkan senjatanya pada orang yang telah tewas itu dan menembakkan berkali-kali peluru ke bagian kepala, dada, dan perut. Darah dari orang itu keluar dan terus mengenai celana dan pakaian Garcia. Cipratan darah itu juga mengenai wajah Garcia dia benar-benar menggila saat ini. Setelah puas dia menghentikan tembakannya itu dan melihat orang itu sudah tewas dengan cara mengenaskan di tangannya dia langsung mengambil cincin yang tergeletak itu dan menggenggamnya dengan kuat.
“Kamu sudah melihat sisi tergila ku, jika kamu ingin pergi silahkan” Ucap Garcia tanpa berbalik melihat Bryant dia sudah merasakan kehadiran Bryant sejak dia makin menggila tadi.
Dia kembali mengantongi pistol nya yang penuh cipratan darah dan berjalan ke arah motor nya. Dia langsung menancap gas mengendarai motor itu pergi jauh dari tempat kejadian. Dia berharap Bryant mengejarnya setidaknya untuk menenangkan pikiran buruk nya. Namun saat melihat spion Bryant bahkan tidak berbalik menatap nya.
Sementara Bryant hanya diam melihat mayat-mayat yang dipenuhi oleh darah. Dia mulai menghampiri mayat-mayat itu dan berjongkok di samping mayat yang mendapatkan tusukan berkali oleh Garcia dengan keadaan yang benar-benar tidak enak di lihat oleh mata normal. Semua mayat ini berakhir dengan cara mengenaskan tapi yang paling parah dari yang lainnya adalah orang yang menyinggung soal orang tuan Garcia. Dengan kepala nya yang hancur dan isi perut yang keluar dan robekan di kaki nya hingga memperlihatkan otot-otot orang itu.
“Benar-benar buruk” Ucap Bryant
Dia langsung berdiri dan menghubungi seseorang untuk membereskan para mayat ini.
“10 menit, kemari lah. Bawa 1 motor yang bisa aku gunakan” Ucap Bryant lalu mematikan telpon nya
Tak lama beberapa orang datang termasuk Samuel menghampiri Bryant.
“Beresin semua mayat itu dan steril kan tempat ini” Ucap Bryant pada anak buah nya
“Baik boss” Ucap anak buah nya
“Dia tidak pulang, apa ini ulah nya?” Tanya Samuel
“Gua pergi dulu” Ucap Bryant merebut kunci motor yang di bawa Samuel dan pergi meninggalkan lokasi tanpa menjawab pertanyaan Samuel
Melihat Bryant sudah pergi dengan motor yang di bawa nya dia menghampiri para anak buah nya yang sedang mengevakuasi para mayat ini. Dia melihat orang-orang itu tewas dengan cara yang sangat brutal.
“Astaga iblis bertemu iblis apa jadi nya” Ucap Samuel yang tahu ini ulah Garcia karena di pakaian Bryant sama sekali tidak ada darah.
Bryant terus mengelilingi kota mencari Garcia namun dia tak kunjung menemukan gadis itu. Dia akhirnya berfikir untuk pergi ke pantai mungkin saja Garcia berada di sana. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke pantai.
“Pantai, mungkin saja dia berada di sana” Ucap Bryant
Setelah melakukan perjalanan yang cukup memakan waktu akhir nya Bryant tiba di pantai. Dia langsung turun dan berlari ke arah pantai untuk mencari Garcia dia terus menelusuri daerah pantai namun tetap saja Garcia tidak ada di sana.
“Astaga kemana gadis ini” Ucap Bryant
Dia langsung merogoh kantung celana nya dan menghubungi Samuel.
“Gua minta nomor nya Divna. Kirim sekarang” Ucap Bryant lalu mematikan ponsel nya begitu saja tanpa menunggu jawaban dari orang yang berada di sebrang
Setelah telpon mati, sebuah notifikasi dari Samuel masuk yang memberikannya nomor Divna. Tanpa lama lagi Bryant langsung menghubungi Divna.
...Panggilan terhubung...
Halo? Siapa?
^^^Apa Garcia sudah pulang?^^^
Lah bukannya dia sama elu?
Mendengar jawaban yang seperti itu membuat Bryant langsung mematikan telponnya sepihak. Dia langsung pergi meninggalkan pantai dan kembali ke apartemen Garcia.